Lewat Infaq, WH Latih ASN Peduli

Banten (WB),-
Gubernur Banten, Wahidin Halim, menyatakan bahwa ajakan atau imbauan agar para aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten menyisihkan sebagian penghasilannya untuk infaq shadaqah merupakan cara Gubernur untuk melatih ASN lebih peduli dan pandai bersyukur.
“Dengan penghasilan yang terus bertambah, saya ingatkan agar ASN lebih peduli terhadap orang-orang sekitar yang membutuhkan bantuan sebagai bentuk rasa syukur atas rezeki yang telah diberikan Alllah SWT,” kata WH saat memimpin apel gabungan ASN di lingkungan Pemprov Banten di KP3B Curug, Kota Serang, Senin (2/9).
Dalam apel, ia mengajak ASN untuk senantiasa bersyukur kepada Allah SWT atas apa yang dirasakan dan dalam keadaan apapun. Bentuk rasa syukur tersebut dapat ditunjukkan atau diimpelentasikan melalui bekerja baik, disiplin, mengikuti apel pagi dan meningkatkan ibadah.
“Tukin (tunjangan kinerja, red) naik harus mendorong agar bekerja lebih baik, dan dari uang yang kita terima, kita infaq-kan sebagiannya untuk memberi ke orang-orang yang tidak mampu. Makanya saya imbau agar dari penghasilan kita diinfaq-kan, bukan untuk gaya-gayaan atau mengambil hak kalian, tapi untuk melatih kita lebih peduli dan pandai bersyukur. Karena dari sebagian penghasilan kita itu ada hak orang lain,” tutur WH.
WH menegaskan, selama menjadi Gubernur, ia tidak pernah meminta setoran apapun dari para pejabat baik eselon II, III atau IV. Namun, ia memahami akan kebutuhan dan kesejahteraan pegawai sehingga terus melakukan peningkatan tunjangan. Akan tetapi, ia menginginkan agar dari sebagian penghasilan itu dapat memberikan manfaat baik lahir maupun bathin baik bagi orang lain maupun pegawai itu sendiri.
“Pekerjaan sebagai PNS itu ada masanya akan berakhir, tapi pahala dan keberkahan dari amal yang kita lakukan itu akan terus mengalir. Dan itu saya rasakan sendiri manfaatnya sekarang, saya diberi kesehatan, bisa terus berbuat untuk rakyat saya dengan diamanahi sebagai Gubernur. Kalau saya keliling suka bawa uang tunai untuk dibagi-bagikan ke orang yang saya temui dimanapun, bukan untuk pamer, tapi saya ingin mencontohkan ke pegawai saya,” paparnya.
Selama dua tahun lebih memimpin Banten, lanjut WH, telah banyak dilakukan Pemprov Banten khususnya dalam pembangunan infrastruktur, pendidikan dan kesehatan. Saat ini tersisa 15 kilometer jalan provinsi yang belum mantap, peningkatan sarana kesehatan di rumah sakit milik provinsi terus ditingkatkan, pembangunan rumah sakit baru, membangun ruang kelas baru, membebaskan biaya sekolah, dan peningkatan gaji untuk guru-guru honorer.
“Bohong kalau ada yang bilang kita tidak melakukan apa-apa. Ini hasil kerja bersama dengan Pak Wakil Gubernur. Para ASN sudah seyogyanya membela pemerintah dengan menyampaikan kepada masyarakat atas hasil kerja yang telah kita lakukan, bela secara objektif, dan tidak mendeskreditkan pemerintah dengan hal-hal yang menyangkut kepentingan pribadi,” ungkapnya.
Hal lain, WH menyinggung pelantikan anggota DPRD periode baru yang digelar siang harinya. Ia berharap, agar DPRD baru mampu bekerja dengan baik dan mampu berharmonisasi dengan program agar performa pembangunan sesuai dengan yang diharapkan.
“Bappeda persiapkan data-datanya kita paparkan. Kalau perlu ekspos kepada publik kita sudah lakukan apa saja dan akan melakukan apa saja. Kita sudah sangat mandiri makanya meskipun ada pemindahan ibukota, Banten tidak akan terpengaruh,” jelasnya. (inf/red)

Share :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.