Anti Berserikat, Pengurus PUK SPSI Dimutasi Oknum PT. Surya Madistrindo

Tangerang (WB) – Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia Provinsi Banten,  kecam keras dugaan tindakan intimidasi, mutasi dan anti berserikat yang dilakukan oleh oknum PT. Surya Madistrindo distributor resmi produk rokok grup gudang garam.

Mereka yang terkena mutasi adalah Pengurus Pimpinan Unit Kerja (PUK) Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI). Lokasi daerah mutasi pun ada yang ke luar Pulau Jawa, yakni Papua dan Sulawesi. Kebijakan inilah yang memanti DPD KSPSI Provinsi Banten. Mereka mengancam melakukan aksi demo pada Kamis (31/10) di perusahaan yang berlokasi di Jalan Gatot Subroto, Kecamatan Jatiuwung, Kota Tangerang. Mereka menduga mutasi itu tindakan intimidasi dan anti berserikat.

Ketua DPD KSPSI Banten Dedi Sudarajat mengatakan, pihaknya sudah memegang bukti surat resmi yang dikeluarkan perusahaan terkait mutasi ini. Dalam surat tersebut, PT Surya Madistrindo melakukan mutasi kepada 14 orang ke daerah Papua dan Sulawesi.

“Anggota kami 14 orang dimutasi ke luar daerah, seperti saudari Subiyatna (ketua) dimutasi ke office Sorong dan sekretaris ke Bau Bau,” kata Dedi.

Dedi mengatakan, dengan adanya laporan atas perlakuan perusahaan tersebut membuat pihaknya dan menginstruksikan kepada keluarga besar KSPSI Banten untuk turun ke jalan melakukan aksi solidaritas bersama pada Kamis 31 Oktober 2019.

Dalam aksinya, pihaknya akan menunutut 3 tuntutan, antara lain: “1. Hapuskan segala bentuk intimidasi, mutasi, dan anti serikat, 2. Memberikan kebebasan berserikat, 3. Mengecam tindakan arogansi perusahaan,” tegas Dedi.

Wakil Ketua Bidang Pembelaan DPD KSPSI Banten Rustam Efendi, SH., geram serta angkat bicara untuk mengingatkan bahwa apa yang sudah dilakukan PT.Surya Madistrindo  merupakan pemberangusan serikat pekerja dan tidak sepatutnya lagi terjadi, mengingat UU No. 21/2000 tentang SP/SB pasal 28, pasal 43 memberikan hak berorganisasi kepada SP/SB dan siapapun yang menghalang-halanginya merupakan tindak pidana kejahatan dengan ancaman hukuman maksimal 5 tahun dan denda maksimal 500 juta rupiah.

“Saya mengajak keluarga besar K-SPSI Banten untuk sama-sama melakukan pemboikoton tidak menggunakan produk grup gudang garam selama perusahaan PT. Surya Madistrinso masih melakukan kesewenang-wenangan terhadap buruhnya,” tegas Rustam. (kiki)

Share :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.