‘GEBRAK PAKUMIS PLUS’ ALA PEMKAB TANGERANG Bagus Rumahnya, Sejahtera Hidupnya

Kab. Tangerang (WB) – Bupati Tangerang, A. Zaki Iskandar, seperti tak pernah kehabisan akal menggagas program-program cerdas sekaligus menambah kualitas. Salah satunya di program Gerakan Bersama Rakyat Atasi Kawasan Padat, Kumuh, Miskin alias Gerbang Mapan.

Setelah program ini menasional dan ditiru banyak daerah, di periode kedua kepemimpinannya, Zaki menambah kualitas ‘plus’, yakni Pemberdayaan Lingkungan Sosial Ekonomi.

BAGUS rumahnya, sejahtera hidupnya. Begitulah yang tersirat dari program Gerbang Mapan Plus. Lewat program ini, Bupati Zaki tak hanya berencana mengentaskan pemukiman yang tidak layak huni di wilayah Kabupaten Tangerang, tapi juga sekaligus memberdayakan rakyatnya agar bisa hidup sejahtera. Program ini dituangkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2019-2023. Acuannya, Peraturan Bupati Tangerang  No. 63 Tahun 2019.

Program Gebrak Pakumis Plus ini diselenggarakan untuk menangani permasalahan di kawasan pemukiman kumuh seperti rumah tidak layal huni, prasarana sarana  dan utilitas yang buruk dan kurang memadai, yang berdampak pada rendahnya tingkat kesehatan lingkungan.

Melalui program ini direncanankan setiap tahun dapat dituntaskan 20 kawasan pemukiman penduduk. Pada kawasan yang diberikan program ini, selain kegiatan fisik juga dilakukan pemberdayaan masyarakat melalui pemberdayaan masyarakat melalui pembentukan kelompok usaha bersama (KUBE) untuk penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) dan pelatihan wirausaha.

Selain itu, masyarakat juga diberikan akses untuk mendapatkan bantuan permodalan dan untuk meningkatkan ketahanan pangan dikembangkan kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL) dengan memanfaatkan pekarangan rumah.

Sedangkan program Gebrak Pakumis sebelumnya mengacu kepada Perbup 42 Tahun 2016,  pada saat itu gebrak pakumis terkait dengan penanganan pembangunan fisik dan dalam Perbub. No. 63 Tahun 2019 tentang Gebrak Pakumis Plus ada tambahan plusnya yakini meningkatan kesejahteraan masyarakatnya.

Kepala Dinas Perumahan, Pemukiman, dan Pemakaman Kabupaten Tangerang, Iwan Firmansyah, mengatakan, program ini merupakan 1 dari 15 program unggulan Kabupaten Tangerang yang saat ini sedang dilaksanakan.

Gebrak Pakumis sebelumnya hanya membangun dan membedah rumah saja, namun saat ini ditambah dengan pemberdayaan masyarakatnya, perpaduan program dengan perangkat daerah lainnya yang memiliki tugas pokok dan fungsi pemberdayaan ekonomi masyarakat.

“Saat ini program Gebrak Pakumis ada plus-nya, ya plusnya itu adalah membangun lingkungan, sosial, dan ekonomi masyarakatnya. Jadi bukan hanya rumahnya saja yang kita bedah, tetapi ekonominya juga, agar masyarakat tersebut bisa tumbuh menjadi masyarakat yang sejahtera,” ucap Iwan.

Sekretaris Daerah Kabupaten Tangerang, Moch Maesyal Rasyid, menambahkan, sejak tahun 2012-2018 pemerintah Kabupaten Tangerang  melalui Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) sudah berhasil membangun dan merehab rumah sebanyak 6.694 unit dan pada tahun 2019 ditargetkan sebanyak 1.000 unit yang akan dibangun.

Sebelumnya, lewat program ini Bupati Zaki berencana mengubah kawasan pesisir menjadi daerah wisata. Salah satu yang dijadikan pilot project yakni Desa Ketapang, Kecamatan Mauk, Kabupaten Tangerang. Desa ini bakal segera berubah wajah. Pesona pesisir yang akan menggugah perhatian publik, dengan wisata pesisir, wisata mangrove, dan penataan kawasan di sekitarnya.

Proyek ini sudah berjalan. Sejumlah warga dilibatkan. Belum apa-apa, mereka sudah mendapat pekerjaan dan memperoleh penghasilan. Keterlibatan masyarakat terhadap proyek ini, melengkapi apresiasi warga setempat.

Dalam kunjungannya beberapa waktu lalu, Zaki yang didamping Plt. Kadis Perikanan Kabupaten Tangerang Aziz Gunawan, Kepala Bappeda Taufik Emil, Rozali Indra Saputra Kepala Balai Prasarana Pemukiman wilayah Banten, Andreas Budi Irawan Kasatker Balai Prasarana Pemukiman wilayah Banten, serta Camat Mauk, menegaskan bahwa di desa tersebut akan terbentuk pesona pesisir.

Selain wisata bahari, wisata mangrove, dilanjutkan penataan kawasan lingkungan. Dan Desember 2020 nanti, bakal jadi target konsentrasi penuntasannya.

Tentu saja, kata Zaki, pembangunan semua pemberdayaannya diserahkan kepada masyarakat. Kepala Desa, BPD, BUMDesnya, semua harus bekerja bersama-sama dengan masyarakat. Poin yang paling penting adalah, masyarakat sekitar harus merasakan manfaat dari perubahan wilayah atau kawasan desa tersebut.

“Tidak jauh juga dari lokasi ini Puskesmas Mauk dan juga Pasar Induk mauk sudah jadi, Alhamdulillah Jalan provinsi Jalan Lingkar Utara juga di depan sini sudah mulai di betonisasi dan dilebarkan itu nanti akan menjadi sarana prasarana penunjang kawasan wisata ini,” katanya. (red)

Share :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.