BBWSC3 Banten Reklamasi Eks Kali Ciujung

KEMENTERIAN Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kementerian PUPR) melalui Balai Besar Wilayah Sungai Cidanau, Ciujung, Cidurian (BBWSC3) Provinsi Banten melakukan reklamasi eks Kali Ciujung yang berada di Kecamatan Pontan, Kabupaten Serang. Langkah ini dilakukan untuk memenuhi ketersediaan air baku bagi masyarakat sekitar.

Danil, ST. MT, Kepala Satuan Kerja Pelaksana Jaringan Pemanfaatan Air (Satker PJPA), di lokasi eks Kali Ciujung mengatakan, guna memenuhi ketersediaan air baku bagi masyarakat Kecamatan Pontang, Kecamatan Tirtayasa, dan Kecamatan Tanara, Pemerintah Pusat melalui Kementerian PUPR dan BBWSC3 Banten sebagai pelaksana mereklamasi eks Kali Ciujung atau yang sering disebut Kali Mati, untuk dijadikan penampungan air tawar (Danau Kecil) yang kaya akan manfaat.

Reklamasi eka Kali Ciujung ini dikerjakan secara bertahap dengan langkah pertama pembuangan lumpur atau sedimen yang menggunung di lokasi Kali Ciujung sepanjang kurang lebih 2 kilometer pada tahun anggaran 2019 kemarin, dilanjutkan tahun anggaran ini diharapkan bisa tuntas sepanjang 5,5 kilometer.

“Karena panjang eks Kali Ciujung ini kurang lebih 7,5 km, setelah pengerukan sedimen rampung akan dilakukan pembuatan bendungan di hilir supaya air laut tidak masuk ke danau, serta pembangunan pasangan di kanan-kiri danau agar tidak terjadi erupsi yang mengakibatkan kedangkalan danau,” paparnya.

Masih kata Danil, bila melihat danau eks Kali Ciujung yang baru sebagian direklamasi sudah nampak bagus, apalagi sudah beres semua akan lebih bagus. “Pemerintah Daerah atau masyarakat setempat dapat memanfaatkannya sebagai sarana rekreasi yang multifungsi,” ujarnya.

“Selain sebagai penyedia air baku, proyek normalisasi kali mati ini juga sebagai sarana penunjang destinasi wisata rohani yg berpusat di patilasan Syeh Nawawi Albantani Kecamatan Tanara, yang rencananya akan menjadi destinasi wisata bertaraf internasional,” tutupnya.

Sementara itu, menurut Bima Ragil Saputra, PPK Air Tanah dan Air Baku, reklamasi eks Kali Ciujung merupakan salah satu upaya Pemerintah Pusat untuk memberikan pelayanan yang terbaik bagi masyarakat setempat, dimana Kecamatan Pontang, Kecamatan Tirtayasa dan Kecamatan Tanara serta Kecamatan yang terdekat saat ini merupakan zona merah air bersih.

“Masyarakat sekitar tidak bisa memanfaatkan air bawah tanah karena sudah terkontaminasi dengan air laut sehingga sudah berubah rasa. Mereka semua hanya dapat menggunakan air kali dan air PDAM, dan dengan direklamasinya eks Kali Ciujung ini akan menjawab kebutuhan air bersih bagi masyarakat, dengan cara pendistribusiannya melalui PDAM Kabupaten Serang yang saat ini WTP-nya telah ada,” paparnya.

Di tempat terpisah, Abdullah, Ketua Pemuda Desa Pontang Legon Kecamatan Pontang, saat dimintai keterangan seputar reklamasi menyatakan, dirinya sebagai Ketua Pemuda Desa Pontang Legon merasa berterima kasih kepada Pemerintah Pusat yang telah mereklamasi eks Kali Ciujung ini sehingga menjadi tempat air yang kaya akan manfaat.

“Entah berapa puluh tahun masyarakat sini disuguhkan dengan pemandangan yang kumuh dengan adanya kali yang tidak bertuan ini, namun saat ini berkat adanya pembangunan dari Pemerintah melalui BBWSC3 Banten, masyarakat dapat menikmati hasilnya, baik untuk kepentingan sehari-hari atau untuk jalan usaha,” ungkapnya. (red)

Share :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.