Perumdam TKR Bantah Tudingan

Tangerang (WB) – Kepala Bidang Humas Perumdam Tirta Kerta Raharja Kabupaten Tangerang, Samsudin Siddik membantah jika amblasnya ruas Jalan Daan Mogot KM 22 di Kelurahan Tanah Tinggi mencapai dua meter, diakibatkan pipa air yang bocor.

Menurut Samsudin kejadian tersebut merupakan faktor alam. Sebab, keberadaan pipa itu tertanam didalam tanah dibawah jalan raya yang setiap hari dilalui kendaraan yang bertonase besar.

“Bisa saja pecahnya pipa air kami karena tertimpa reruntuhan tanah dan beton jalan akibat longsor tersebut. Jadi kami rasa, belum tentu amblasnya jalan itu akibat pipa air yang bocor,” ujar Samsudin kepada wartawan, Senin (13/1).

Samsudin juga sangat menyayangkan jika ada pihak yang menuding bahwa amblasnya jalan tersebut karena faktor pipa Perumdam TKR yang berkarat.

“Pipa air kami menggunakan bahan jenis ACP atau sejenis asbes. Jadi tidak mungkin berkarat. Namun demikian kami tetap bertanggung jawab untuk segera memperbaiki amblasnya jalan ini,” kata Samsudin.

Pada kesempatan yang sama, Samsudin juga memohon maaf kepada para pelanggan Perumdam TKR yang terdampak dari gangguan kebocoran pipa, akibat longsoran Jalan Daan Mogot ini.

“Alhamdulillah perbaikan kebocoran pipa kami sudah selesai dan warga bisa kembali mendapatkan pelayanan air bersih dengan normal. Kami juga berharap jangan ada yang saling menyalahkan, karena ini murni dari faktor alam,” tukasnya.

Sebelumnya, Kepala Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Hari Suko mengatakan, amblasnya Jalan Daan Mogot ini dipicu bocornya pipa Perumdam TKR Kabupaten Tangerang.

“Pipa Perumdam TKR yang bocor di dalamnya menjadikan jalan amblas. Selain itu pipa tersebut karatan juga,” kata Hari Suko kepada wartawan, Minggu (12/1).

Bocoran air pipa itu, kata Hari, diduga menyebabkan korosi pada pipa gorong-gorong yang membentang di bawah jalan Daan Mogot.

Hari mengaku, telah meminta pihak Perumdam TKR untuk merelokasi pipa tersebut. Usai direlokasi, pihaknya akan memulai pengerjaan pipa gorong-gorong.

“Kita sudah koordinasikan dan Perumdam akan merelokasi pipanya dengan cepat,” ucapnya.

Selain pipa Perumdam, di dalam jalan tersebut juga terdapat utilitas-utilitas lainnya seperti pipa gas, PLN, hingga kabel fiber optik.

Menurut Hari, pihaknya saat ini telah melakukan penanganan darurat dengan melakukan pembongkaran jalan.

“Cara penanganan konstruksinya secara permanen memang butuh waktu ya. Teman-teman dari KemenPUPR akan melakukan penanganan. Kita terus berkoordinasi untuk perbaikan jalan tersebut,” pungkasnya. (jojo)

Share :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.