Perpanjang PSBB, Pemkot Tangerang Intensifkan Check Point

Kota Tangerang (WBO) – Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di wilayah Kota Tangerang telah berlaku mulai tanggal 18 April hingga 1 Mei 2020. Melihat pada perkembangan yang ada bahwa masih terdapat penyebaran COVID-19 di Kota Tangerang, Wali Kota Tangerang, H. Arief R. Wismansyah, memutuskan memperpanjang masa PSBB.

“Saya nilai pemberlakuan PSBB cukup efektif di Kota Tangerang, terlihat dari jumlah warga terjangkit positif COVID-19 mulai menurun dan pasien yang sembuh meningkat,” ungkap Arief.

Pembahasan perpanjangan PSBB dilakukan bersama dengan seluruh unsur Forkopimda Kota Tangerang di ruang Rapat Wali Kota Tangerang, Pusat Pemerintahan Kota Tangerang, Rabu (29/4).

Wali Kota Tangerang, H. Arief R. Wismansyah memimpin rapat Forkopimda Kota Tangerang membahas perpanjangan masa PSBB, Rabu (29/4).

“PSBB akan diperpanjang selama 14 hari mulai 2 Mei hingga 15 Mei 2020,” ucapnya.

Arief menyatakan bahwa akan ada perubahan skema pada masa perpanjangan PSBB, terutama dengan lebih mengintensifkan titik-titik check point.  Selain di jalan utama, lanjut Arief, check point akan dilaksanakan di tempat-tempat yang menjadi pusat keramaian seperti pasar dan lokasi – lokasi yang menjadi area berjualan takjil selama bulan Ramadan.

Selain melakukan check point, pihak Pemkot Tangerang akan bentuk tim reaksi cepat pada penanganan warga yang memiliki kontak erat dengan pasien positif COVID-19.

“Akan kami siapkan mekanisme penanganan pada warga yang memiliki kontak erat dengan pasien positif covid-19 seperti keluarga dekat atau inti sehingga penyebaran COVID-19 bisa diminimalisir,” terang Wali Kota.

“Kemudian untuk aktifitas pada sektor industri akan diberlakukan skema baru pada saat jam masuk dan pulang di lokasi pabrik agar tingkat kepadatan pekerja berkumpul pada satu titik bisa berkurang mengingat harus melakukan social distancing,” tutupnya.

Sebelumnya, selama pemberlakuan PSBB, Pemerintah Kota Tangerang terus menyalurkan bantuan secara bertahap kepada warga terdampak COVID-19 di wilayah Kota Tangerang. Pemkot memberi jatah beras 100 kg per RW untuk memenuhi kebutuhan warga selama pandemi.Selain menyerahkan bantuan berupa 100 kilogram beras per RW yang diserahkan secara bertahap, Pemkot juga menyerahkan bantuan bagi warga terdampak COVID-19 berstatus Pasien Dalam Pengawasan (PDP) yang sedang menjalani isolasi mandiri di rumah.

Terkait data warga terdampak COVID-19 yang menerima bantuan, setiap harinya terus diperbaharui. Hingga pekan terakhir April, bantuan bagi warga berstatus PDP yang telah menerima bantuan sebanyak 521 orang.

Sementara itu, menindaklanjuti arahan Wali Kota yang menginginkan seluruh bantuan tersalurkan secara cepat dan tepat, Asisten Administrasi Umum, Kiki Wibhawa, bersama dengan jajaran kecamatan dan kelurahan segera bergerak. Penyaluran bantuan tentunya dilakukan dengan menerapkan protokol kesehatan yang telah ditetapkan.

“Sesuai dengan arahan, kami langsung bagikan bantuan untuk warga yang melakukan isolasi di rumah, utamanya mereka yang berstatus PDP,” terang Kiki, pekan lalu.

Kiki pun menegaskan bantuan akan terus disalurkan agar warga berstatus PDP dapat terbantu.

“Semoga bantuan ini bisa meringankan, dan mereka dapat segera sembuh dan terbebas dari Virus Corona,” tutupnya. (ADV)

Share :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.