Fokus Tangani COVID-19, Pemkot Tangerang Tambah Dua Tempat Isolasi

Kota Tangerang (WBO) – Di masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) tahap II, Pemerintah Kota Tangerang semakin fokus menangani pandemi Corona Virus Disease 2019 atau COVID-19.

Guna memutus mata rantai penyebaran COVID-19, Pemkot melalui Dinas Kesehatan setempat menyiapkan dua puskesmas sebagai tempat isolasi bagi pasien. Sebelumnya, Pemkot telah menyiapkan rumah singgah untuk isolasi mandiri bagi penderita COVID-19 di Rumah Perlindungan Sosial (RPS), yang lokasinya di samping kantor Dinas Sosial.

Kedua puskesmas yang disiapkan sebagai Rumah Singgah Isolasi tersebut yakni Puskesmas Panunggangan Barat, Kecamatan Cibodas dan Puskesmas Gebang Raya, Kecamatan Periuk.

Nantinya, kedua Puskesmas tersebut menjadi tempat rujukan bagi masyarakat yang berstatus Orang Dalam Pemantauan (ODP), Orang Tanpa Gejala (OTG) dan Pasien Dalam Pengawasan (PDP) yang tidak memiliki penyakit penyerta.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Tangerang, dr.Liza Puspadewi, menjelaskan, dipilihnya kedua puskesmas tersebut karena memiliki jangkauan wilayah yang kecil yaitu hanya melayani satu kelurahan, ditambah fasilitas puskesmas rawat inap tersebut sudah memadai untuk dijadikan rumah singgah isolasi.

“Fasilitas yang dimiliki juga sudah cukup memadai untuk melayani pasien covid-19 dengan status ODP, OTG atau PDP tanpa penyakit penyerta,” jelas Liza, Senin (4/5) kemarin.

Sementara itu dalam keterangannya, Kepala Puskesmas Panunggangan Barat, Abu Khurairoh, walau dijadikan rumah singgah isolasi, Puskesmas Panunggangan Barat tetap memberikan pelayanan kesehatan bagi masyarakat umum, tentu dengan penerapan protokol kesehatan dan jarak tempat pelayanan yang jauh dari ruang isolasi.

“Selama puskesmas menjadi rumah singgah isolasi, kami tetap memberikan pelayanan bagi masyarakat dengan membuka dua poli, yaitu poli umum dan poli batuk, pilek serta demam,” katanya.

Terkait kapasitas tempat tidur, Abu, mengatakan, Puskesmas Panunggangan Barat mempunyai 36 tempat tidur yang dibagi menjadi sembilan ruang isolasi.

Dengan masing-masing ruang isolasi mempunyai kapasitas dua sampai 10 tempat tidur yang saat ini sudah terisi enam pasien.

“Kami juga klusterkan pasien berdasarkan jenis kelamin dan statusnya, agar tetap nyaman,” tegas Abu seraya berharap dengan adanya rumah singgah isolasi ini, dapat cepat memutus mata rantai penyebaran COVID-19 di Kota Tangerang. (ADV)

Share :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.