Hati-hati Dengan Zona Hijau Corona

Ikeu Isrianingsih, S. I. Kom
Ketua Bidang Perempuan dan Ketahanan Keluarga PKS Lebak

Telah berbulan waktu berlalu, selama masa pandemi Covid 19 alias Corona. Alhamdulillah Kabupaten Lebak sampai saat ini berdasarkan data sebaran pasien Covid 19, masih masuk kedalam zona hijau, dibandingkan 7 (tujuh) kabupaten/ kota lain di Provinsi Banten. Walaupun rada-rada aneh sih, karena Lebak cukup dekat ke Tangerang dan Jakarta.

Namun hari-hari ini, kita dikejutkan dengan prilaku masyarakat jelang Lebaran seolah “lapar” tanpa takut-takutnya mulai menyerbu pusat-pusat belanja pakaian ataupun pasar tradisional.

Duh..Halowwww, Rangkasbitung, Lebak katanya memang masih zona hijau saudara, tapi bukan berarti pengen (ingin) jadi merah atulah. Tahan diri lah, bersabar dulu. Karena kita tidak ada yang mengerti secara jelas siapa yang membawa virus dan yang akan menularkan, serta siapa yang memang sudah terinveksi virus. Tong waka eta bukber sagala rupi (jangan dulu buka bersama segala), pamuda narorongkrong (pada nongkrong), Tukang baso pinuh (penuh), Toko acuk komo (toko pakaian apalagi), Pa toel-toel …

Wayahna ieumah (harap maklum), diperekeun teh ku pamarentah da emang dalam rangka waspada cuyyy (diliburkan oleh pemerintah juga dalam rangka waspada), teuing we ulah nyontoan nu konser-konser tea (biarin saja jangan mengambil contoh yang konser-konser), ulah..ulah jasa… Nanaonan… (jangan.. jangan sama sekali… apa-apaan), urangmah masih keneh boga kawajiban ngajaga nyawa pribadi jeung kaluarga urang (kita masih punya kewajiban menjaga nyawa pribadi serta keluarga kita), mun Pamarentah pusat ngorbankeun nyawa rakyat, urang salaku rakyatna kudu pinter nyalametkeun diri (jika pemerintah pusat tega megorbankan nyawa rakyat, kita selaku rakyatnya harus pintar menyelamatkan diri).
Dengan dibukanya kembali akses transportasi massal, kini kami sekeluarga kembali cemas jika harus berada di tempat umum. Pemudik alias yang pulang kampung mulai berdatangan.

Makanya, Boga teu boga duit, nyawa urang pokona kudu dijaga (punya uang tau tidak, nyawa kita harus dijaga), wajib hukumna (hukumnya wajib), mun seseleketan.. eta sarua jeung bunuh diri (jika menyepelekan.. itu sama saja dengan bunuh diri).

Pasar mulai ramai, Satpol PP kamarana nyaa (pada kemana ya), asanamah pas awal-awal sok rajin ngabubarkeun kerumunan (padahal awal-awal selalu rajin membubarkan kerumunan).

Maaf, efek Keuheeeuuuuuul, rek ka pasar kami, tapi sararieun lajunamah (efek kesal, ingin ke pasar, tapi takut…).

Pandemi Corona Berharap Segera Berlalu

Kondisi masih zona hijau di kabupaten Lebak, jangan membuat kita terlena, sampai harus mengabaikan semua SOP protokol Covid-19. Jelang lebaran jangan sampai gelap mata dan “lapar” dengan mengabaikan keselamatan diri dan orang lain.

Ya Alloh, kami berharap ingin sholat ‘IED di masjid-masjid kami. Kemarin sudah optimis daerah kami aman. Namun dengan dibukanya akses transportasi massal, kini kami sekeluarga cemas kembali jika harus berada di tempat umum. Pemudik berdatangan. Kami khawatir tempat ibadah kami menjadi fitnah jika nanti ada kasus covid-19 gegara tertular oleh jamaah yang lain ketika melaksanakan sholat dengan banyak jamaah.

Berikan keadilan dan kebijaksanaan kepada kami Ya Rabbi. Berikan keselamatan kepada bangsa kami yaa Rabb. Lapangkanlah dada pemimpin kami ya Rabb. Luaskanlah pandangannya ya Rabb. Agar mereka dapat mengatur negeri ini dengan seadil-adilnya. Dapat menjadi panutan kami sebagai rakyatnya.

Bebaskan kami dari keterkungkungan ibadah yang terbatas hanya di rumah. Kami rindu masjid kami. Kami rindu i’tikaf menyambut rahmat-Mu di 10 malam terakhir Ramadhan ini. Anak-anak kami rindu kasih sayangmu yang membuat hati mereka damai, jiwa mereka kuat walau harus bermukim di masjid dalam meraih lailatul qodr Mu. Mereka rindu bisikan lembut yang membuat mereka terbangun untuk sholat malam dan sahur ala kadarnya di masjid, padahal baru terlelap 2 jam saja karena kelelahan tadarus. Rasa ini yang anak-anak kami rindukan ya Rabb.

Air mata kami tak terbendung lagi manakala teringat Ramadhan akan berlalu tanpa kami ramaikan masjid-masjid bersama anak-anak dan jama’ah.Izinkan kami menikmati Ramadhan penuh keberkahan Mu ya Rabb. Izinkan kami bermukim di masjid untuk bermunajah khusyuk kepada Mu yaa Rabbi.

Bismillahilladzi laa yadhurru ma’asmihi syai’un fil ardhi wa la fis samaa’i wahuwas sami’ul alim.

Share :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.