JPS Provinsi Cair, Kadinsos Tempel Stiker Rumah Penerima Manfaat di Cisoka

Cisoka (WBO) – Kepala Dinas Kesejahteraan Sosial Kabupaten Tangerang, Ujat Sudrajat, menempelkan stiket di rumah penerima Bantuan Jaring Pengaman Sosial (JPS) dari Pemerintah Provinsi Banten. Penempelan stiker secara simbolis dilakukan di Desa Cempaka, Kecamatan Cisoka, Kabupaten Tangerang, Selasa (5/5).

“Ya Saat ini pembagian BLT Jaring Pengaman Sosial dari Provinsi Banten di Kecanatan Cisoka,” ungkap Ujat.

Rencananya hari ini akan dilakukan secara simbolis oleh gubernur banten, lanjutnya, tetapi Gubernur ada agenda dadakan ke Cilegon menijau banjir, untuk masyarakat Kabupaten Tangerang yang mendapatkan JPS dari provinsi banten sebanyak 149.133 Keluarga Penerima manfaat.

“Warga langsung dengan Bank Jabar Banten mengambil atm, dan langsung menarik tunai di tempat anjungan tunai langsung cair, setelah itu Stiker rumah harus ditempel tanda rumah Keluaraga Penerima Manfaat sudah menerima,” ujar Ujat di Desa Cempaka Kecamatan Cisoka.

Camat Cisoka, Ahmad Hapid, menambahkan, untuk hari ini sebanyak 91 orang keluarga penerima manfaat yang menerima bantuan langsung tunai dari provinsi banten, kita mempasilitasi tempat di gedung bersama keagamaan Kecamatan Cisoka.

“Saya memfasilitasi di sini, pembagian BLT tetap mengedepankan protokol kesehatan Sosial Distancing karena masih menerapkan pemberlakukan PSBB,” ungkap Hapid.

Penerima manfaat di kecamatan sekitar kurang lebih delapan ribuan, yang hari ini menerima sebanyak 91 orang tersebar di sembilan desa di Kecamatan Cisoka.

Keluarga penerima manfaat Karsa (51) warga Kampung Nyompok girang RT. 019 Desa Carenang Kec. Cisoka, seorang buruh kasar mengaku merasakan dampak ekonomi yang sangat luar biasa.

Biasanya seminggu dia mendapatkan Rp500.000,- untuk kuli bangunan yang tetangganya merehab rumah atau dapunya tp sejak merebaknya wabah virus corona dari bulan februari tidah ada yang melakukan pembangunan.

“Biasana aya bae pak nukang (kuli bangunan) di tetangga, ngarehab dapur atau ngabanguan imah tapi ayena mah sepi,” ujar Karsa.

Karsa mempunyai empat anak, yang paling besar sudah berkeluarga, dan tiga adiknya masih bersekolah di bangku SMP dan SMA dan yang paling kecil 3 tahun.

Sekarang dengan penghasilan yang tak menentu pria paruh baya ini terus berupaya untuk bertahan ditengan kondisi ekonomi yang makin sulit.

“Untung ada bantuan ini pak, untuk kebutuhan sehari-hari. terimakasih pak Zaki dan Pak WH bantuannya,” ungkapnya sambil dipandu ke mesin anjungan tunai.

Bantuan sebesar Rp 600.000,- sangatlah bermanfaat untuk mencukupi kebutuhan ramadhan berbuka dan saur, untuk makan keempat anak, dua cucu dan istrinya dirumah.

“Saya nga bisa pake atm, makanya saya ambil semua untuk kebutuhan makan dan minum keluaraga,” ucapnya sambil dipandu oleh perugas bank dan Sekcam Cisoka Cucu Abdulrosied.

Hal senada dialami Siti Asiyah, dirinya mengaku pekerjaannya di stop dan tidak dibayar ditempat ia bekerja dilasalah satu home industri sepatu sebagai penopang keluarga, suaminya pun tak bekerja harus menanggung satu orang anak.

“Pekerjaan saya di-off dan tidak dibayar, sedangkan kondisi ekonomi seperti ini, alhamdulillah dapat bantun,” kata Asiyah sambil menggendong anaknya yang berusia 2 tahun lebih. (red) 

Share :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.