Sukseskan PSBB Tahap II, Pemkot Tangerang Tingkatkan Pengawasan

Kota Tangerang (WBO) – Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) tahap II di Kota Tangerang sudah dimulai. Pemerintah Kota Tangerang terus meningkatkan daya kontrol ke tengah masyarakat, agar praktik PSBB semakin memutus mata rantai Virus Corona atau COVID-19 dan menekan pertumbuhan angka pasien terpapar.

Salah satu fokus pengawasan yang dilakukan yakni terhadap sektor-sektor yang sudah pasti menimbulkan kerumunan warga, antara lain sektor industri dan pasar.

Wali Kota Tangerang, Arief R. Wismansyah, mengakui bahwa PSBB tahap I memberikan dampak positif dalam upaya menekan penyebaran COVID-19 meskipun belum begitu besar. Karena itu, pada PSBB tahap II ini Pemkot akan lebih konsentrasi mengawasi beberapa tempat berkumpulnya massa.

“Ada 500 sektor industri yang kita pantau dan puluhan pasar tradisional yang ada di wilayah Kota Tangerang. Kami berusaha benar-benar mengawasi kerumanan dan pusat berkumpulnya masyarakat agar tidak menyebar virusnya,” ungkap Arief, Senin (4/5).

Arief menyebutkan, sejumlah instansi terkait diperintahkan turun tangan bahu membahu melakukan optimalisasi praktik PSBB di lapangan, di antaranya Dinas Perhubungan, Satpol PP, hingga dibantu Polisi dan TNI.

“Kita pantau secara maksimal, terutama saat pagi dan sore hari disaat para pekerja berangkat dan pulang kerja,” katanya.

Untuk Pasar Tradisional, lanjut Arief, pihaknya terus mengimbau agar warga mengikuti arahan untuk menjaga jarak dan menghindari berkerumun.

“Kalau di pasar tradisional kita tetap mengimbau pengunjung untuk melakukan protokoler pshycal distancingdan tidak berkerumun. Kita juga berusaha mengatur jarak pedagang di pasar-pasar tradisional,” ujarnya.

Sedangkan di kawasan industri, Pemkot Tangerang akan terus melakukan pengawasan apakah setiap pabrik dan industri yang masih beroperasi menyediakan cairan disinfektan dan memberlakukan pembatasan jarak serta pemeriksaan kesehatan setiap para pegawai-nya masuk.

“Kita akan pantai terus pabrik-pabrik,” tegas Arief.

Tak hanya meningkatkan pengawasan, Pemkot Tangerang juga mulai melakukan tindakan tegas kepada masyarakat yang masih melakukan aktivitas di jalanan yang tidak sesuai protokoler Kesehatan yang ditetapkan pemerintah.

“Kita sekarang berupaya melakukan tindakan tegas dengan menerapkan putar balik bagi masyarakat yang tidak menggunakan masker saat melakukan aktivitasnya di jalanan saat berada di wilayah Kota Tangerang. Pemberlakuan tindakan tegas juga akan dilakukan kepada para pengendara yang masih bandel, mungkin dengan teguran hingga tindakan tegas yakni penilangan dari pihak Kepolisian, agar menimbulkan efek jera,” tegas Arief. (ADV) 

Share :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.