Tolak ‘New Normal’

Pemda Gulung Tikar ‘NEW NORMAL’ bagi pemerintah daerah merupakan ‘buah simalakama’.

Mengingat, tanpa ‘New Normal’ pemerintah daerah (pemda) sudah bisa dipastikan akan ‘gulung tikar’. Kenapa demikian? Karena jantung terbesar kehidupan pemerintah daerah (kota dan kabupaten) itu sendiri adalah pajak bumi dan bangunan (pbb), retribusi usaha ritel, rumah makan dan perhotelan.

Seperti diketahui, sejak corona (covid 19) merupakan pandemi, pendapatan asli daerah (pad) pemda tersebut tergolong nihil. Padahal, pendapatan asli daerah itu sendiri adalah modal dasar pembangunan di daerah.

Karena sektor usaha tersebut tidak diperbolehkan beroperasi saat pemerintah pusat menggelontor program PSBB ( Pembatasan Sosial Berskala Besar) untuk memutus mata rantai sebaran corona, maka sudah bisa dipastikan pemda akan ‘gulung tikar’. Pembangunan di daerah stagnan. Semua anak manusia di daerah itupun akan mati kelaparan. Karena mereka sudah tidak lagi bekerja (korban pemutusan hubungan kerja) dan tidak mendapat bantuan sembako dari pemda.

Begitu juga pemerintah provinsi mengalami hal sama dengan perintah kabupaten dan kota. Seperti diketahui, andalan besar pendapatan asli provinsi adalah dari sektor pajak kendaraan bermotor. Mengingat pajak air permukaan dan pertambangan masih nihil ( belum tergarap). Bagaimana pemilik kendaraan mau membayar pajak kendaraan bermotor, kalau mereka terkena resesi corona! Otomatis pendapatan asli daerah provinsi akan ‘zero’.

Hingga pemda provinsi pun akan ‘gulung tikar’. Maka jangan kaget lagi, kalau gubernur, semua bupati dan walikota di Banten akan menerapkan ‘ New Normal’. (red)

Share :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.