Laksanakan PKM, Dosen UNPAM Tingkatkan Kualitas UMKM Melalui Aplikasi SI-APIK

Tangsel (WBO) – Masyarakat dalam berwirausaha relatif kurang memperhatikan aspek keuangan yang baik, penatausahaan (pencatatan atau pengadministrasian keuangan) yang berperan penting dalam keberlangsungan usaha serta maju tidaknya akfitas berdagang/wirausahanya.

Kami melihat bahwa kurang berkembangnya kegiatan usaha yang dijalani warga disebabkan diantaranya adanya kekurangpahaman atau keengganan warga bersentuhan dengan lembaga keuangan (d/h perbankan), padahal sebetulnya para pengusaha UMKM (Usaha Mikro, Kecil dan Menengah) ini sangat membutuhkan pelayanan yang disediakan oleh pihak perbankan yang terutama dalam rangka memanfaatkan fasilitas kredit atau pengajuan dana pinjaman yang disediakan, dan salah satu persyaratan adanya penatausahaan/administrasi keuangan atau pembukuannya yang dilakukan secara terstruktur dan sistematis.

Oleh karena itu dipandang perlu dan sangat penting untuk memberikan pelatihan pencatatan atau administrasi keuangan untuk para pengusaha UMKM.

Sasaran kegiatan PKM adalah pelaku usaha UMKM yang berada dalam wadah Rumah Pemberdayaan Masyarakat (RPM) di Kota Tangerang Selatan. Pelaku UMKM yang tergabung dalam wadah RPM ini berasal dari wilayah Jabodetabek dengan jumlah mencapai ratusan pelaku UMKM.

PKM ini berlansung selama 3 hari, pada tanggal 24-26 Februari 2020 yang beranggotakan Sapta Setia Darma, S.E., M.Ak, Zulva Sudarti, SP.d., M.Pd. serta melibatkan 2 orang Mahasiswa Universitas Pamulang Prodi Studi S1 Akuntansi dengan pemberian materi tentang Peningkatan Kemampuan Wira Usaha UMKM Dari Aspek Administrasi Pencatatan Keuangan Melalui Aplikasi SIAPIK Untuk Menjamin Keberlangsungan Usaha.

“Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) dilakukan dengan memfokuskan pada pemberian pengetahuan dan keterampilan dibidang aspek keuangan yang baik, penatausahaan (pencatatan atau
pengadministrasian keuangan) sehingga dengan adanya kegiatan ini diharapkan pelaku UMKM memiliki pengetahuan dan keterampilan untuk mengadministrasikan serta mengelola kegiatan keuangannya dengan melakukan pencatatan atau pembukuan akfitas keuangan dalam menunjang kemajuan usahanya melalui bantuan sebuah aplikasi yang bisa dimanfaatkan secara cuma-cuma yaitu SI APIK (Aplikasi Pencatatan Informasi Keuangan),” kata Sapta.

Kegiatan yang dilakukan berupa pemberian materi (ilustrasi/contoh praktek) yang bertujuan untuk memberikan pemahaman dan menumbuhkan kesadaran pada pelaku UMKM akan penngnya serta manfaatnya pengetahuan pencatatan keuangan pada pelaku UMKM.

Setelah pelaku UMKM memiliki pemahaman dasar tentang pencacatan keuangan maka ditumbuhkan kesadarannya akan penngnya pengetahuan pencatatan keuangan dalam menunjang keberlangsungan usahanya.

Sehingga akan timbul movasi untuk mengembangkan atau merintis kegiatan yang bisa memberikan nilai tambah ekonomi, melakukan tata kelola atau administrasi (pencatatan) atas setiap akfitas usahanya agar semua terdokumentasi dengan baik.

“Sehingga mereka bisa mengetahui keluar masuknya uang dari hasil usahanya dan ini menjadi pegangan untuk merencanakan masa depan aktifitas usahanya serta memiliki kesempaatan untuk bisa memanfaatkan fasilitas yang disediakan oleh pihak perbankan atau lembaga keuangan sejenisnya,” lanjutnya.

Mayoritas pelaku UMKM belum memiliki pengetahuan dasar tentang pengadministrasian keuangan (pencatatan atau pembukuan) karena rata-rata pelaku UMKM yang dikordinir oleh RPM tidak
mengenyam Pendidikan yang cukup.

“Faktor motivasi juga menjadi kendala dalam proses pembinaan yang selama ini telah dilakukan oleh RPM,” kata Zulva.

Untuk faktor Pendidikan yang mereka milliki yang tergolong rendah menyebabkan kemampuan daya piikir dan daya nalar mereka turut mempengaruhi kecepatan dalam menerima pembinaan.

“Faktor waktu atau kesempatan yang mereka miliki yang relatif terbatas karena selain berwirausaha mereka juga rata-rata mempunyai kegiatan lain (misalnya sebagai guru honorer, pegawai honorer, dan lain-lain) yang menjadikan kurang fokusnya mereka ketika diberikan pembinaan berupa materi terkait pencatatan keuangan sehingga daya serap materi agak lamban,” ungkapnya.

Dengan memakai pola kegiatan seper ini pelaku UMKM bisa memperoleh pemahaman tentang pencatatan atau pembukuan dalam kegiatan usahanya secara menyeluruh dan berkesinambungan serta mendapatkan pendampingan yang fleksibel dari segi waktu, simple dari segi materi, efisien dari segi biaya sehingga sampai mereka mendapatkan keyakinan dan kemampuan secara mandiri dalam mengaplikasikannya dikegiatan usahanya secara bertahap. (kii)

Share :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.