Upacara HUT RI ke -75, Tanpa Paskibra

Tigaraksa (WBO) – Jelang Peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke 75 , Pemerintah Kabupaten Tangerang Bakal menggelar upacara peringat Hari Ulang Tahun atau HUT RI secara minimalis atau sederhana.

Pasukan Pengibar Bendera Pusaka atau Paskibraka yang biasa mengiringi upacara kenegaraan di Lapangan Maulana Yuda Pemkab Tangerang ditiadakan dan peserta upacara juga sangat terbatas dengan barisan berjarak atau standar protokol Covid19.

Sekertaris Daerah Kabupaten Tangerang Moch Maesal Rasyid mengatakan, pada tahun ini pelaksanaan HUT RI dirayakan dengan cara berbeda dari tahun tahun sebelumnya.

” Petugas pengibar bendera hanya dilakukan oleh tiga orang petugas, sedangkan peserta juga dibatasi dengan tetap melibatkan unsur TNI Polri serta ASN, namun barisan semuanya berjarak sesuai standar protokol Covid19,” terangnya, Selasa (4/08).

Pembatasan jumlah peserta upacara dan tamu undangan ini, diakui oleh Rudy Maesal, dikarenakan demi menghindari kerumunan, bahkan sebelum apel petugas juga melakukan penyemprotan disinfektan dilapangan.

” Selain penyemprotan disinfektan, di lokasi upacara, kita juga siapkan pemeriksaan suhu panas tubuh disinfektan peserta dan tamu serta adanya tempat cuci tangan serta cairan Hand sanitizer, disekitar lokasi upacara,” paparnya.

Menurut Rudy Maesal, Pemerintah Kabupaten Tangerang juga menghimbau masyarakat yang tidak apel upacara untuk memberikan penghormatan pada saat detik-detik periangat proklamasi.

” Ada himbauan dari pemerintah pusat, supaya pada hari H atau tanggal 17 Agustus tepatnya pukul 10 lewat 17 menit masyarakat bisa menghentikan aktivitasnya selama tiga menit untuk memberikan penghormatan kepada negara,” terangnya.

Terkait perayaan HUT RI yang disederhanakan dan berbasis protokol Covid19, Pemerintah Kabupaten Tangerang akan secepatnya berkirim surat untuk para camat, supaya melaksanakan upacara dengan standar protokol Covid19.

” Surat himbauan akan kita sebar ke wilayah terkait perayaan HUT RI ini, sehingga kerumunan warga bisa dihindari, mengingat kita juga masih memberlakukan P-S-B-B lanjutan,” paparnya. (rls/red)

Share :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.