Aktifkan Tunjangan Profesi, KKG dan Pengawas Jenguk Guru PAI yang Sakit

Kab. Tangerang (WBO) – Upayakan tunjangan profesi guru yang tidak dicairkan sementara karena sakit dan tidak bisa menjalankan tugas, Pengurus Kelompok Kerja Guru (KKG) PAI Kecamatan Kelapa Dua beserta Pengawas menjenguk Sumiyati, Kepala SDN Cihuni II yang selama ini terbaring sakit.

Sumiyati sebelumnya bertugas sebagai Guru Agama, sehingga tunjangan profesinya di bawah naungan Kementerian Agama Kabupaten Tangerang. Saat diangkat sebagai kepala sekolah, tunjangan profesinya tetap di Kementerian Agama dengan tugas kepala sekolah.

Lantaran sakit dan dinilai tidak mampu menjalankan tugas, tunjangan profesi Sumiyati beberapa bulan lalu terpaksa ditunda.

“Sebagai Pengawas, saya harus berpedoman pada regulasi yang ada bahwa guru yang tidak bisa menjalankan tugas memang pencairan tunjangan profesinya harus ditunda,” kata Jamilah Muryati, Pengawas PAI Kecamatan Kelapa Dua, saat menjenguk Sumiyati di kediamannya di Desa Lengkong Kulon, Pagedangan, Rabu (2/9) sore.

Jamilah menjelaskan, setelah melihat kondisi Sumiyati yang mulai membaik dan dirasa sanggup melaksanakan tugasnya, pihaknya akan mengusulkan kembali pencairan tunjangan profesi Sumiyati.

“Hari ini saya sudah melihat langsung kondisi Bu Sumiyati. Saya juga melihat yang bersangkutan bersemangat kembali melaksanakan tugas meskipun kondisinya masih terlihat lemah,” ungkapnya.

Didasari perkembangan kondisi tersebut, lanjut Jamilah, tidak ada alasan lagi bagi Kemenag untuk terus menunda pencairan tunjangan profesi Sumiyati.

“Pagi tadi saya sudah bicara dengan pegawai berwenang di Kemenag untuk mengusulkan proses pencairan kembali tunjangan profesi Bu Sumiyati. Insya Allah segera diproses. Kita doakan semoga yang bersangkutan makin pulih kondisinya sehingga benar-benar mampu melaksanakan tugasnya dengan sempurna seperti semula,” pungkasnya.

Ketua KKG Kecamatan Kelapa Dua, Sudinta, mengapresiasi upaya Pengawas yang bersedia mengusulkan kembali tunjangan profesi salah seorang anggotanya. Dia mengakui, meskipun sakit, semangat yang bersangkutan untuk melaksanakan tugas tak memudar.

“Jadi memang rasanya tidak ada alasan lagi tunjangan profesi Bu Sumiyati ditunda lagi. Kita sangat berharap ini segera diproses,” harap Sudinta.

Sementara itu, Sumiyati tak henti mengucap syukur atas kedatangan Pengurus KKG dan Pengawas yang menjenguknya. Ia yang masih terduduk lemas di pembaringan mengucapkan terima kasih atas kabar proses pencairan kembali tunjangan profesinya di Kementerian Agama.

“Alhamdulillah Pa, Bu, saya sangat berterima kasih sekali atas apa yang sedang diupayakan ibu pengawas dan teman-teman pengurus KKG. Insya Allah saya akan melaksanakan tugas dengan segenap kemampuan saya saat ini. Upaya ini juga mudah-mudahan bisa membantu biaya pengobatan saya agar pulih kembali. Sekali lagi terima kasih,” ucapnya. (red)

Share :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.