Banyak Persoalan Lahan Diduga Ulah Mafia Tanah, KNPI Gerudug Kantor BPN

Kota Tangerang (WBO) – Kegaduhan di Kota Tangerang karena banyaj persoalan lahan diduga akibat ulah oknum mafia tanah menyedot perhatian Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kota Tangerang. Kamis (10/9/2020) dipimpin ketuanya organisasi kepemudaan tersebut menggeruduk kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kota Tangerang.

Dalam orasinya, KNPI meminta BPN Kota Tangerang segera menuntaskan kegaduhan yang disebabkan persoalan lahan.

Diketahui belakangan ini banyak terjadi kegaduhan yang disebabkan oleh persoalan lahan. Dimana masyarakat menjadi resah dan juga menderita.

Seperti yang terjadi di Kampung Baru, Kelurahan Jurumudi, misalnya. Di wilayah ini setidaknya 300 jiwa terkatung – katung akibat pembebasan lahan untuk Toll Jorr II.

Kemudian, diwilayah yang berbeda yakni Kelurahan Kunciran Jaya dan Kelurahan Cipete warga juga resah akibat adanya ketidakjelasan ihwal bidang lahan yang di klaim salah satu pihak.

Ketua KNPI Kota Tangerang Uis Adi Darmawan mendesak BPN Kota Tangerang segera menyelesaikan kegaduhan ini. Terlebih lagi dari beberapa kasus persoalan lahan yang ada, diduga terdapat oknum yang memanfaatkan keadaan.

“Ini kan indikasi nya orang yang menggerakan masyatakat tapi ga tau persoalan itu juga mafia (dugaan adanya mafia). Jadi tentu kami mendorong ini bisa terungkap, aspek hukumnya bisa ditempuh,” tegasnya.

Lanjut pria yang akrab disapa Uis ini, persoalan tumpang tindih klaim atas lahan 45 hektare yang ada di Kecamatan Pinang juga harus segera diselesaikan. Penyelesaian tersebut menurutnya harus segera menjelaskan alas hak kepemilikan lahan yang sah.

“Ini kan putusan negra harus digunakan ketika ada ketidakpusasan maka harus ditempuh jalur hukum. Kenapa ga gugat, ini jangan samapi begini. Jangann sampai bilang yaag disini palsu yang disana bilang ga punya data,” katanya.

Dengan adanya kepastian atas alas hak pastinya nanti akan menjadi sumber pemasukan juga bagi Kota Tangerang.

“Ini tanahnya 45 hektare dengan adanya status tanah maka kami harapkan bisa menjadi potensi pendapatan daerah,” kata Uis.

Uis menambahkan, jika memang terbukti adanya mafia tanah di Kota Tangerang, aparat penegakan hukum harus dengan tegas memberikan sanksi.

“Tangkap. Jadi tidak ada lagi masyarakat yang diresahkan akibat persoalan ini,” tukasnya.

Rombongan pemuda tersebut diterima langsung Kepala Kantor (Kakan) ATR /BPN Kota Tangerang, Sri Pranoto didampingi Kasie HTPT , H. Badarudin, SH , Kasie SP. Eddy , Kadubsie Pengadaan Tanah H. Joha, SH dan H. Endang Jauhari, SH

Dalam kesempatan dialog itu, Kepala BPN Kota Tangerang Sri Pranoto mengatakan saat ini pihaknya telah mendalami persoalan tersebut. Bahkan pria yang akrab disapa Toto ini juga mengaku telah melaporkan persoalan ini ke pihak Kepolisian.

“Masalah ini sedang kita tangani kita selesaikan segera. Ini ya nanti kan sedang ada laporan dengan pihak aparat nanti aparat yang menentuakan ini sedang diproses,” jelasnya.

Dia juga mengaku ihwal 45 hektare lahan yang disengketakan di PN Tangerang saat itu belum memiliki kejelasan atas alas hak tanah tersebut.

“Saya belum tau bidang. Saya ga bisa yang penting intinya permasalahan tanah ini ada yang menggerakkan, tapi kan dengan bukti yang tidak sesuai. Berkas yang mereka bawa tidak tercatat di kantor kami. Itu sudah kami sampaikan ke PN,” tukasnya. (tris/atm)

Share :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.