Manajemen PT. Chingluh dan Serikat Pekerja Selingkuh Pemotongan Upah

Kab. Tangerang (WBO) PT. Chingluh victory indonesia salah satu perusahaan yang memproduksi sepatu Nike yang berlokasi di jalan raya pasar kemis kecamatan pasar kemis kabupaten tangerang dua bulan terakhir di duga melakukan pemotongan upah tidak sesuai dengan regulasi. Dari data yang berhasil di himpun redaksi terdapat pemotongan upah kurang lebih sebesar Rp 640.000. Pemotongan upah tersebut dilakukan untuk periode juli agustus pada 17 ribu karyawan. Corporate company PT. Chingluh Victory ibu Dinar ketika di konfirmasi terkait pemotongan upah tersebut menjelaskan bahwa :

Kebijakan penyesuaian hari kerja dengan pengurangan upah merupakan upaya perusahaan untuk mempertahankan keberlangsungan operasi di tengah penurunan kondisi perusahaan akibat pandemi Covid-19. Periode penyesuaian hari kerja ini akan berakhir pada akhir Agustus 2020.

Penyesuaian hari kerja disertai pengurangan upah telah sesuai dengan ketetapan hukum yang berlaku, dengan referensi sebagai berikut:

  • Surat Edaran Menteri Ketenagakerjaan Republik Indonesia Nomor M/3/HK.04/III/2020 tahun 2020 bahwa dalam kondisi krisis pandemi COVID-19 perusahaan yang melakukan pembatasan kegiatan usaha dapat melakukan perubahan besaran upah atas kesepakatan dengan pekerja.
  • Dalam menetapkan kebijakan penyesuaian hari kerja, Perusahaan telah berunding dengan semua serikat pekerja yang ada di Perusahaan dan menandatangani kesepakatan Bersama dengan Serikat Pekerja yang memiliki keanggotaan 80% dari total seluruh pekerja. Hal ini sesuai dengan Undang – Undang Ketenagakerjaan Republik Indonesia No. 13 Tahun 2003 Pasal 120 yang mengatur bahwa, jika dalam perusahaan terdapat lebih dari satu serikat pekerja, maka perundingan dengan Perusahaan dapat dilakukan oleh Serikat Pekerja dengan jumlah keanggotaan lebih dari 50% .
  • Kesepakatan Bersama mengenai penyesuaian hari kerja telah didaftarkan dan disahkan oleh Pengadilan Hubungan Industrial (PHI) Provinsi Banten.

Zaenal Mutaqin mantan aktivis buruh yang kini menjadi pengusaha menjelaskan bahwa dalam pasal 120 UU No 13 tahun 2003 dibantah oleh pasal 130 UU No 13 Tahun 2003 bahwa tidak ada perundingan dalam hal normatif khususnya tentang upah pekerja. Di samping hal tersebut status karyawan tetap menjadikan pemotongan upah tersebut tidak berdasar kecuali karyawan yang mereka pekerjakan berstatus buruh harian lepas yang apabila tidak masuk kerja maka tidak di gaji. Seharusnya pemotongan upah yang dilakukan manajemen harus dengan persetujuan karyawan bukan dengan serikat pekerja. Sebagaimana halnya dalam standar panduan kebijakan Nike ( Nike Code Of Conduct ) bahwa pemotongan upah harus atas kesepakatan dengan karyawan bukan dengan serikat. Artinya PT Chingluh telah melanggar standar kebijakan internasional Nike yang menyebutkan tentang pemotongan upah. Masih menurut Zaenal praktek semacam ini sudah sering terjadi di perusahaan dimana serikat dijadikan tameng oleh manajemen dalam melakukan pemotongan atas alasan tertentu dengan imbalan serikat mendapatkan bagian dari pemotongan tersebut. Apabila di akumulasi jumlah potongan tersebut mencapai 21 Miliar dengan rincian 640.00 × 17.000 = 10.800.000.000 dikali 2 bulan.

Sampe dengan berita ini di turunkan belum ada keterangan resmi dari Dinas tenaga kerja provinsi maupun dari UPT tenaga kerja wilayah kabupaten Tangerang. (kii)

Share :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.