Pemkab Lebak Sebut Kasus Positif Covid 19 Meningkat

Lebak (WBO) – Pemerintah Kabupaten Lebak melalui Tim Gugus Tugas Covid-19 setempat merilis perkembangan kasus covid-19 di Lebak yang dalam beberapa hari terkahir meningkat begitu siginifikan, terutama diarea perkantoran milik pemerintah.

Kepala Dinas Kesehatan Lebak, Supiono mengatakan, dalam dua pekan terakhir kasus terkonfirmasi covid-19 di Lebak meningkat dengan siginifikan dan sangat menghawatirkan yakni 18 orang, sehingga seluruh kasus terkonfirmasi pertanggal 5 Sepetember 2020 sebanyak 75 kasus. Adapun, sebaran covid saat ini berada di claster perkantoran yang paling banyak yakni di Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) sebanyak 10 orang.

“18 orang yang terkonfirmasi dalam sehari ini 10 orang claster perkantoran Disdukcapil, lima orang warga Kecamatan Rangkasbitung, satu orang warga Cipanas, satu orang warga Cimarga, sedangkan satu orang lagi kasus terkonfirmasi lama,” kata Supiono, dalam jumpa pers di kantor gugus tugas Dinkes Lebak, Sabtu (5/9).

Menurut dia, melihat sebaran covid-19 saat ini hampir seluruh wilayah atau kecamatan di Lebak terdapat kasus terkonfirmasi covid-19. Sehingga, pihaknya meminta agar warga mentaati protokol kesehatan yakni memakai masker dalam setiap aktivitas, menjaga jarak, rajin mencuci tangan dengan sabun dan menjauhi kerumunan.

“Saat ini pihaknya akan terus melakukan traking terharap warga yang melakukan kontak langsung dengan orang yang terkonfirmasi erat,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Diskominfo Lebak, Dodi Irawan, yang juga tim Gugus tugas Covid-19 menyatakan, pemkab Lebak sebetulnya sudah melakukan berbagai upaya untuk menekan penyebaran covid-19 diantaranya menerbitkan Perbup nomor 28 Tahun 2020 tentang adaptasi kebiasaan baru. Bahkan, sudah melakukan perpanjangan sistem kerja ASN.

Namun, saat ini perkantoran pemerintahan sudah menjadi claster baru penyebaran Covid-19 khususnya pada Disdukcapil. Dengan adanya kasus tersebut Pemkab telah mengeluarkan kebijakan untuk menutup penuh pelayanan pada kantor Disdukcapil 14 hari dkedepan yang dimulai tanggal 5 September 2020.

“Penutupan pelayanan kantor Disdukcapil ini upaya kita untuk memotong penyebaran Covid-19, sehingga semua pegawai Disdukcapil khususnya yang terkonfirmasi saat ini wajib melakukan isolasi,” papar Dodi.

Plt Kepala pelaksana BPBD Lebak, Ajis Suhendi menambahkan, langkah isolasi akibat terkonfirmasi covid-19, bupati Lebak telah memerintahkan BPBD agar memberikan bantuan logistik bagi warga yang tidak mampu secara ekonomi. Karena, jika tidak dibantu akan menjadi masalah baru.

“Silahkan ajukan bantuan bagi keluarga yang tidak mampu yang saat ini menjalani isolasi, melalui desa, kecamatan dan diketahui dinas kesehatan melalui puskesmas setempat,” tuturnya.(kew)

Share :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.