Penyintas Covid-19 di Tangsel Meminta Masyarakat Agar Tidak Mengabaikan Protokol Kesehatan

Tangsel (WB) – Sebagai orang yang pernah merasakan terjangkit Covid-19, Lia Pertiwi geram terhadap masyarakat yang masih mengabaikan protokol kesehatan. Hal tersebut diungkap Lia kepada Warta Banten, Jumat (27/11/2020).

Terlebih, kenyataan itu sering terlihat di tempat umum. Padahal, aturan terhadap protokol kesehatan itu sudah jelas diatur, mulai dari pusat hingga daerah.

“Iya gregetan banget, apalagi masih banyak yang lalai terharap protokol kesehatan yang harus diterapkan,” ujar Lia. 

Sebagai saksi hidup, Lia pun sudah merasakan dan membuktikan bahwa virus ini nyata dan akan mengincar setiap orang.

“Padahal Covid-19 itu nyata, ada gitu. Aku juga awalnya sempat kaya enggak percaya gitu, tapi ternyata aku mengalaminya sendiri,” katanya. 

Bahkan saat terpapar itu, Lia pun harus diisolasi dan menjalani masa karantina di Rumah Lawan Covid-19 Tangsel selama tujuh hari. Ia baru saja dipulangkan bersama 14 pasien sembuh lainnya.

“Pertama aku merasakan gejala awal demam sama batuk, menyusul tiba-tiba enggak ada rasa sama penciuman aku hilang,” lanjutnya. 

Untuk itu, Lia mengingatkan masyarakat untuk tetap bersikap preventif untuk tetap menjalankan protokol kesehatan. 

“Harus pakai masker. Itu penting banget, sama pakai hand sanitizer, dan tidak berkerumun,” tegasnya.

Sementara itu, menurutnya sanksi yang tertuang dalam peraturan di Kota Tangsel terkait protokol kesehatan ini kurang memberikan efek jera.

Sejauh ini, pelanggar perseorangan yang tak memakai masker hanya diberi sanksi sosial, atau dikenakan denda sebesar Rp 50.000.

“Menurut aku sih itu kurang mengena ya, sangat kurang untuk memberikan efek jera bagi pelangkar,” pungkasnya. (kii)

Share :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.