Abaikan Permohonan Audiensi, Oknum Pejabat PJN 2 Banten Diduga Gagal Paham UU ASN

Banten (WB) – Surat permohonan audiensi media Warta Banten kepada Pejabat Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (PJN) 2 Provinsi Banten, tak mendapat direspon. Surat audiensi dikirimkan mengenai kegiatan peningkatan jalan Pasauran-Simpang Labuan-Panimbang-Citereup-Tanjung Lesung dan Citereup-Cibaliung, setelah sebelumnya berkali-kali upaya konfirmasi yang dilakukan selalu gagal.

Untuk diketahui, pejabat PJN 2 ialah seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) yang mempunyai fungsi sebagai pelayan publik sebagaimana diatur dalam Undang-Undang ASN. Tertulis jelas, bahwa salah satu tugas ASN adalah memberikan pelayanan publik yang profesional dan berkualitas.

Dengan mengabaikan upaya konfirmasi dan surat permohonan audiensi tersebut, oknum pejabat PJN 2 diduga gagal paham terhadap UU tersebut.

Menurut Aef, salah satu Crew Warta Banten yang mengantarkan surat audiensi ke Kantor Balai PJN 2 pada Kamis (18/12). Tanda terima surat hanya diisi tanda tangan saja atas nama Asti.

“Bilangnya nanti dihubungi, terus saya disuruh pergi tanda terima ditandatangani,” kata Aef.

Selanjutnya, sejak surat permohonan audiensi dilayangkan hingga berita ini diturunkan, baik Kepala Balai atau Ka Satker PJN 2, serta PPK Jalan Pasauran tidak ada konfirmasi kapan ada waktu menerima audiensi tersebut.

Diberitakan sebelumnya, sejumlah warga pengguna jalan pada Rabu (9/12) lalu, mengeluhkan rusaknya jalan di jalur tersebut. Kondisi jalan sudah banyak yang rusak padahal belum lama diperbaiki.

Saat mengetahui anggaran yang cukup besar, warga berseloroh ‘dimakan rayap’.

“Ya kemungkinan anggaran tersebut ‘dimakan rayap’. Karena kalau anggaran besar dipakai aspal pasti hasilnya baik,” cetusnya sambil menunjukkan jalan yang sudah rusak kembali.

Warta Banten pun mencoba meminta konfirmasi ke pihak PJN 2 terkait kegiatan Preservasi di ruas jalan Pasarauran, Simpang Labuan, Panimbang, Ciseket, Tanjunglesung, Cibaliung. Namun berkali-kali upaya tersebut tidak direspon.

Seiring waktu, kegiatan Preservasi di ruas jalan tersebut jadi perhatian sejumlah aktifis.
Kegiatan Preservasi di ruas jalan Pasarauran, Simpang Labuan, Panimbang, Ciseket, Tanjunglesung, Cibaliung dikerjakan oleh PT Rama Abdi Pratama yang masuk ke wilayah Pelaksanaan Jalan Nasional 2 (PJN 2) Provinsi Banten.

Kegiatan ini dikerjakan secara Multi Years Contrak (MYC) selama 2 tahun dari tahun 2020-2021 dengan beberapa item kegiatan dari pemeliharaan, pengerasan bahu, sampai peningkatan.

Dari data yang diperoleh WARTA BANTEN dan hasil pantauan di lapangan, ditemukan beberapa pekerjaan yang sampai akhir tahun ini belum terlihat dikerjakan. Dari data yang ada bahwa PT Rama tahun ini harus mengerjakan pelebaran jalan sepanjang 0,35 km, rekonstruksi dan rehabitilasi jalan 0,92 km, Pemeliharaan rutin jalan 72.72 km, serta kegiatan lainnya dengan anggaran lebih dari Rp14 miliar yang harus dikerjakan selama 6 bulan di tahun ini.

Romi Ubaedillah, salah seorang aktifis pemerhati pembangunan infrastruktur di wilayah Provinsi Banten, menyebut nama PT Rama tidak asing lagi didengar, dimana perusahaan tersebut pernah mengerjakan kegiatan yang sama di ruas jalan Sumur-Muara Binuangeun pada tahun 2017 silam.

“Dan pada tahun ini perusahaan ini mendapatkan lagi kegiatan di PJN 2 dengan nilai yang signifikan, dan ini jelas harus di kawal oleh semua pihak. Karena baik buruknya hasil pembangunan yang menikmati masyarakat Banten dan wisatawan, dan jika hasilnya jelek, jelas Pemerintah Provinsi Banten yang kena imbasnya,” tuturnya, Ahad (13/12) lalu.

Melihat progres yang harus dilakukan oleh pihak rekanan selama 6 bulan, lanjut Romi, sudah jelas tertera dalam renstra. Namun sangat disayangkan hasil di lapangan sungguh tidak sesuai harapan. (yan/red)

Share :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.