Belum sebulan di Aspal Jalan Ciater Tangsel Dipenuhi Lubang dan Pasir

Tangerang Selatan( WBO) – Pengendara motor harus berhati-hati saat melintasi Jalan Ciater yang mengarah dari Bundaran Maruga, Ciputat, menuju Jalan Letnan Soetopo, Serpong. Sebab, kondisi jalan itu rusak parah dengan lubang dan taburan pasir di permukaan aspalnya yang bergelombang. Jika kurang berhati-hati kemungkinan bisa membahayakan pengendara kendaraan terutama roda dua.

Warga sekitar menyebut, pengendara motor sudah sering kali tergelincir di sana. Umumnya mereka hilang keseimbangan saat melintas di sekitar Traffic Light Rawa Mekar Jaya serta kelokan dekat Kantor Kelurahan Rawa Mekar Jaya.

Kecelakaan sulit dihindari lantaran jalan itu memiliki beberapa kelokan. Terlebih jika melintas pada malam hari, ditambah dengan minimnya penerangan lampu jalan di kawasan itu. untuk para pengendara yang tak terlalu memerhatikan permukaan aspal yang bergelombang disertai pasir copotan dari material aspal, jalan ini akan sangat membahayakan sekali.

“Sering (kecelakaan) kalau malam itu pak, karena jalannya banyak pasir jadi licin. Motor semua. Jadi motor ada yang jatuh, yang motor di belakangnya ikutan jatuh karena nabrak motor yang didepan,” terang Sigit (43), pedagang yang memiliki kios di sekitar Traffic Light Rawa Mekar Jaya, kepada Warta Banten, Senin (14/12/2020).

Jalan Ciater Raya itu sebenarnya baru satu bulan belakangan ini diaspal. Total ada 2 jalur berlawanan yang diaspal, baik dari arah Bundaran Maruga menuju Jalan Letnan Soetopo ataupun rute sebaliknya. Dari penelusuran, jalan 2 arah yang diaspal memiliki panjang sekitar 4.000 meter, dengan nilai kontrak sebesar Rp. 7 Miliar.

Kepala Bidang (Kabid) Binamarga Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Tangsel, Budi Rachmat menerangkan, pengaspalan di Jalan Ciater sepanjang 2000 Meter arah bunderan Maruga menuju kawasan BSD, serta 2000 Meter arah sebaliknya dari Jl. Letnan Soetopo menuju Bunderan Maruga, Ciputat itu masih mutlak di bawah tanggung jawab kontraktor. Masa kontrak selama 180 hari (6 bulan, red) itu masih menjadi tanggungjawab Kontraktor. Saat ini sedang dilakukan uji lab atas kondisi jalan disana. Dengan begitu, perbaikannya akan dilakukan kembali setelah keluar hasil uji laboratorium.

“Untuk Jalan Ciater, mutlak masih tanggung jawab kontraktor, karena masih ada garansi untuk pengerjaan pengaspalan. Kami sudah melakukan pemanggilan kepada Kontraktor yang mengerjakan proyek jalan disana. Jika hasil lab keluar, pihak kontraktor segera akan melakukan pengaspalan ulang,” jelas Budi Rahmat(dmy/red)

Share :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.