PPK Satker: Anggaran 14 M, Tidak Cukup untuk Semua Pemeliharaan

Banten (WBO) – Pemberitaan Warta Banten Online terkait pemeliharaan ruas jalan Nasional Pandeglang-Simpang Labuan, disambut positif. Malam hari setelah diberitakan, tepatnya di ruas Cikeudal langsung dilakukan pemeliharaan jalan yang sebelumnya ditambal ban bekas oleh warga.

Anwar, PPK Satker SKPD melalui telepon seluler menyatakan bahwa anggaran pemeliharaan jalan dan jembatan sebesar Rp14 miliar masih kurang karena ruas jalan tersebut banyak yang harus dikerjakan.

“Tahun anggaran 2020 ini untuk jenis kegiatan pemeliharaan banyaknya di pemeliharaan drainase, karena banyak sekali drainase yang rusak dan sedimennya tebal,” ungkapnya.

Saat ditanya berapa kilometer drainase yang kena peliharaan, berapa kilometer jalan yang diperbaiki, dan berapa titik jembatan yang dipelihara serta rekan yang mengerjakan pemeliharaan, Anwar selaku PPK tidak menjawabnya.

Sementara itu, hasil pantauan Warta Banten Online di ruas jalan tersebut pada Jum’at (11/12) siang, semua loneng jembatan tidak ada pemeliharaan sama sekali baik dari lumut atau pengecatan serta lantai jembatan yang berlubang. Bahkan ada di beberapa titik yang tingkat kerusakanya sangat parah. Sedangkan waktu pemeliharaan hanya tinggal beberapa hari lagi.

Diberitakan sebelumnya, warga melampiaskan kekecewaan tentang kerusakan jalan di ruas jalan nasional Pandeglang-Simpang Labuan. Di jalur ini, tepatnya di ruas Cikeudal, warga ramai-ramai memasang ban bekas di sepanjang ruas jalan.

Ban-ban bekas itu sengaja dipasang warga untuk menutupi jalan-jalan yang berlubang dan membahayakan.

Menurut Suminta, salah seorang warga yang tinggal di pinggir jalan nasional Cikeudal, pemasangan ban bekas di sepanjang jalur tersebut merupakan bentuk protes masyarakat tentang kerusakan jalan yang tak kunjung diperbaiki.

Suminta mengakui banyak pengguna jalan yang mengeluh dan merasa terganggu. Tapi menurut warga itu lebih baik daripada membahayakan.

“Daripada membahayakan pengguna jalan, lebih baik mengganggu pengguna jalan. Dimana pengguna jalan ini tidak semuanya roda empat atau lebih, ada juga pengguna yang menggunakan roda dua, bahkan lebih banyak. Kendaraan roda dua akan menimbulkan kecelakaan bila menginjak jalan berlubang yang dalam, apa lagi di musim hujan yang tertutup oleh air. Makanya kami masyarakat mementingkan keselamatan pengguna jalan dari pada mengganggu pengguna jalan,” paparnya, saat dimintai keterangan, kemarin.

Jalan Pandeglang-Simpang Labuan merupakan ruas jalan milik Pemerintah Pusat dimana anggaran pemeliharaannya juga dari pusat, yang dikerjakan oleh Satuan Kerja Perangkat Dinas (Satker SKPD) Provinsi Banten.

Tahun ini, untuk perbaikan jalan, jembatan, babadan rumput serta normalisasi drainase di jalan nasional tersebut, pemerintah pusat telah menganggarkan sekitar Rp14 miliar. (yan/sep/red)

Share :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.