Surindo Banten Layangkan Surat Aduan Terkait Satker Perkim

Banten (WBO) – Tanggal 9 Desember 2020, diperingati sebagai Hari Anti Korupsi Sedunia. Peringatan ini didasari dari Konvensi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) melalui Resolusi Nomor 58/4 tanggal 31 Oktober 2003.
Sebagai bentuk kepedulian terhadap adanya dugaan tindak pidana korupsi yang dilakukan oleh Satuan kerja Non Vertikal Tertentu (SNVT) Pelaksanaan Prasarana Pemukiman Provinsi Banten yang melaksanakan renovasi sekolah pada tahun 2019 silam di Kabupaten Lebak, Suara Rakyat Indonesia (Surindo) Provinsi Banten turun melakukan investigasi di lapangan.

Aktifis Surindo Banten, Deden Raditia, menuturkan, pihaknya telah melakukan berbagai upaya persuasif dengan pihak terkait namun sama sekali tidak mendapatkan jawaban.

“Upaya persuasif telah dilakukan terhadap Satker Pelaksanaa Prasarana Pemukiman Provinsi Banten, namun sama sekali tidak ada jawaban. Dan sebagai bentuk adanya dugaan korupsi di kegiatan renovasi sekolah ini, maka kami akan melayangkan surat aduan ke Aparat Penegak Hukum yang menangani korupsi,” tegasnya. 

Tahun 2019 dan tahun sebelumnya, kata Deden, semua kegiatan pembangunan baik itu pusat atau daerah, dalam papan informasi pasti ada tulisan bahwa proyek tersebut diawasi Tim Pengawal, Pengaman Pemerintahan dan Pembangunan Daerah (TP4D) dengan tujuan untuk menekan angka kebocoran anggaran.

“Namun berbeda dengan Satker Pelaksana Prasarana Pemukiman Provinsi Banten, dimana renovasi bangunan sekolah yang mencapai anggaran 31 miliar lebih ini, plang proyeknya dibuat global di setiap sekolah yang mendapatkan, sedangkan pihak sekolah tidak mengetahui jumlah anggaran yang diterima sesungguhnya,” sambungnya.

Ia mengungkapkan, tujuan dari Surindo memberikan surat kepada Humas Satker hanya ingin mengetahui berapa anggaran renovasi sekolah dan berapa sekokah yang dapat pada tahun 2019 se-Provinsi Banten, belum lagi tahun anggaran 2020. Namun dirinya sangat menyayangkan pihak Humas Satker tidak memberi jawaban apapun.

“Dan sebagai bentuk keseriusan, Surindo akan melayangkan aduan ke KPK, karena kami meyakini bahwa tahun anggaran 2019, Satker Pelaksanaa  Prasarana Pemukiman Provinsi Banten mengelola anggaran renovasi sekolah lebih dari Rp31 miliiar,” pungkasnya.

Terpisah, Andri Nurdiansyah, salah satu aktifis pemerhati pembangunan mengatakan, Hari Anti Korupsi Sedunia (Hakordia) tahun 2020 dengan tema ‘Membangun Kesadaran Seluruh Elemen Bangsa Dalam Budaya Antikorupsi’ sangatlah tepat, dimana ketika ditemukan adanya pejabat yang diduga melakukan pelanggaran korupsi yang akan merugikan negara, masyarakat harus berani bertindak.
Terkait pemberitaan adanya dugaan korupsi ke kegiatan renovasi gedung sekolah tahun 2019 yang dikerjakan oleh Satker Pelaksanaan Prasarana Pemukiman Provinsi Banten yang menelan anggaran Rp31 miliar lebih, jelas ini harus dilaporkan ke tingkat pusat baik ke KPK, atau yang lainnya.

“Anggaran tersebut sangatlah besar, apalagi pihak Satker seakan tidak mengindahkan pemberitaan. Saya sangat berterima kasih kepada rekan-rekan aktifis Surindo yang telah melakukan infestigasi kegiatan renovasi gedung sekolah di Kabupaten Lebak. Di Hari Anti Korupsi se-dunia tanggal 9 nanti, kita laporkan dan kita kawal adanya dugaan korupsi ini,” tegasnya.

Sementara itu, upaya konfirmasi Warta Banten terhadap Kepala Satker dan Humas Satker selalu gagal. Berkali-kali tidak bisa ditemui di kantornya. Dihubungi via selular juga tidak menjawab. Hingga berita ini diturunkan, pejabat terkait belum bisa dikonfirmasi. (yan/sep/red)

Share :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.