oleh

Bangkit Pariwisata, Bangkit Ekonomi Pandeglang

Pandeglang (WBO) – Tagline bangkit dari pandemi kembali mengudara dalam beberapa hari terakhir. Hal itu dimulai dari bertambahnya usia Kabupaten Pandeglang ke-147, yang jatuh pada 1 April 2021 kemarin. Sebagai daerah pemilik wisata terpopuler di Banten, kebangkitan itu tertuju pula pada sektor pariwisata. Pasalnya, sejumlah pariwisata Pandeglang masuk dalam Kawasan Ekonomi Khusus (KEK), bersama beberapa pariwisata terpopuler lainnya se-Indonesia.

Pemkab Pandeglang menangkap potensi ini di tengah pandemi yang menyempitkan ruang gerak masyarakat. Kali ini, tema HUT yang dipilih yakni Pandeglang Bebas dari Covid, Ekonomi Bangkit.

Seperti diketahui, selama pandemi, jangankan berwisata, keluar rumah untuk bekerja pun warga ekstra hati-hati. Di Banten, Pandeglang salah satu daerah yang dipaksa merayakan dua masa HUT di tengah pandemi. Daerah lainnya yakni Cilegon, yang juga akan merayakan HUT pada 27 April nanti.

Seperti tahun lalu, tahun ini juga masyarakat Pandeglang tak bisa meluapkan sukacita merayakan hari jadi daerah. Perayaan dan lomba-lomba yang biasanya digelar untuk turut serta memeriahkan HUT, nyaris hilang. Semua ruang gerak masih terbatasi pandemi.

Sejauh ini, data resmi yang dirilis Pemprov Banten di laman infocorona.bantenprov.go.id ter-update Ahad (4/4) pukul 18.00 WIB mencatat total kasus Covid-19 di Pandeglang mencapai 1.982 kasus. Dari jumlah tersebut, 183 dirawat, 1.762 sembuh dan 37 meninggal.

Widiasmanto, Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kabupaten Pandeglang, pada momentum HUT tahun ini berharap semoga Pandeglang segera jadi zona hijau sehingga pariwisata segera bangkit.

“Bersama-sama kita lawan Covid-19 dengan taat menjaga prokes (protokol kesehatan, red) di manapun, terutama di usaha-usaha pariwisata dengan menerapkan CHSE (Cleanlinnes, Health, Safety dan Environment, red) untuk memberikan keyakinan rasa aman dan nyaman untuk wisatawan,” ungkap pria yang juga menjabat General Manager Tanjung Lesung Resort ini saat dihubungi WARTA BANTEN, Ahad (4/4).

Ia juga berharap semua stakeholder atau penthelic pariwisata semakin kompak, semakin bangga, dengan memajukan dan mempromosikan pariwisata Pandeglang, karena saat ini melalui pariwisata akan memiliki dampak multipilar yang luas.

Terpisah, Huriudin, Akademisi asal Pandeglang, menyatakan bahwa minim perayaan bukan berarti minim semangat. “Semangat bangkit bukan soal perayaan, tapi semangat mengambil peran dan bagaimana tampil cerdas mencari solusi,” simpulnya.

Saat pandemi mulai berakhir, kata dia, ujian kecerdasan para pemimpin daerah sejatinya dimulai. “Di HUT tahun ini sebenarnya masyarakat juga bersukacita, sukacita meyakini pandemi akan segera berakhir. Dengan begitu, pariwisata di Pandeglang juga diharapkan kembali pulih,” simpulnya. (red)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed