oleh

Murid Sekolah di Kota Tangerang Dilarang Nongkrong Setelah Mengikuti Pembelajaran Tatap Muka

Kota Tangerang (WBO) – Hari pertama Pemerintah Kota Tangerang melalui Dinas Pendidikan Kota Tangerang melaksanakan uji coba Pembelajaran Tatap Muka (PTM) terbatas tahap pertama 40 Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri dan Swasta.

Wali Kota Tangerang H. Arief R. Wismansyah didampingi Kepala Dinas Pendidikan Jamaluddin serta Plt. Kepala Dinas Kesehatan Kota Tangerang dr Dini Anggraeni meninjau langsung pelaksanaan Pembelajaran Tatap Muka terbatas salah satunya dilaksanakan di SMP Negeri 25 Larangan, Senin (13/9)..

“Mulai hari ini Pemkot Tangerang sudah memulai pembelajaran tatap muka di 40 SMP, saat ini tahap pertama sebagai pilot project sambil kami persiapkan sekolah lain,” ujarnya.

“Alhamdulillah anak – anak terlihat sangat antusias memasuki kembali pembelajaran tatap muka,” tambahnya

Lebih lanjut, Arief menuturkan bahwa pembelajaran tatap muka akan berlangsung apabila anak – anak murid dan orang tua murid saling mendukung untuk tetap melaksanakan protokol kesehatan.

“Tadi saya sampaikan kepada mereka, kalau PTM ingin terus berlangsung jangan abai terhadap protokol kesehatan, mulai dari berangkat sekolah hingga pulang ke rumah, selesai pembelajaran langsung pulang ke rumah hindari kerumunan,” imbuhnya.

Dalam kesempatannya Wali Kota Tangerang menjelaskan, agar berjalan dengan baik guru – guru dan petugas pendidik juga memantau serta monitoring anak – anak muridnya sebagai bentuk pengawasan di sekolah.

“Mereka melakukan komunikasi juga dengan orang tua murid, itu yang kami lakukan karena memang keberhasilan proses PTM ini tidak lepas dari peran serta orang tua murid,” jelasnya.

Sementara itu di tempat terpisah, Wakil Wali Kota Tangerang H. Sachrudin meninjau pelaksanaan PTM secara terbatas di SMP Negeri 8, Jatiuwung.

“Selesai sekolah harus langsung pulang dan jangan nongkrong dulu,” pungkasnya.

Untuk diketahui, kegiatan PTM terbatas yang berlangsung mulai hari ini di Kota Tangerang berlangsung dengan kapasitas murid sebanyak 50% dari kapasitas tiap kelas, serta dengan penerapan sistem ganjil genap dari absensi siswa. (inf/red)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

News Feed