oleh

Efek Domino Musda Demokrat Banten: WH, Iti atau Arief?

Banten (WBO) – Musyawarah Daerah (Musda) ke-IV DPD Partai Demokrat Provinsi Banten yang digelar hari ini, dinilai sejumlah pemerhati politik akan memiliki efek tersendiri jelang Pilkada Banten 2024 mendatang. Pertumbuhan Demokrat jadi sorotan, lantaran di pilkada 2017 lalu berhasil mengantarkan kadernya, Wahidin Halim, menjadi orang nomor satu di Banten.

Pemerhati politik Banten, Arif Sumarmo, menyatakan, meski agenda Musda hanya memilih ketua DPD, namun dipastikan berefek pada arah partai jelang pemilu presiden, pemilu legislatif dan paling penting, pilkada Banten. Pasalnya, lanjut Arif, Demokrat memiliki sejumlah kader yang layak meramaikan bursa pemilihan gubernur (Pilgub).

“Kader terbaik Demokrat di Banten sudah dilirik DPP sebagai pertimbangan pengusungan untuk pilgub berikutnya. Terakhir, tiga kader terpopuler tercatat nama Wahidin Halim yang saat ini petahana gubernur, kemudian Bupati Lebak dua periode Iti Octavia, dan Wali Kota Tangerang dua periode Arief R. Wismansyah,” paparnya, Ahad (10/10).

Peneliti yang juga mengajar di beberapa perguruan tinggi ini menyebut, ketiganya berpeluang diusung dengan mempertimbangkan popularitas dan peluang untuk menang. Ditambah, di antara mereka juga memiliki magnet kedaerahan masing-masing.

“Persoalan sentimen kedaerahan ini tak bisa dipandang remeh. Selama ini, Banten Selatan dan Utara selalu jadi pertimbangan, Demokrat memiliki kader terbaik di kedua wilayah tersebut,” tandasnya.

Arif mengingatkan, berakhirnya masa jabatan Wahidin Halim-Andika Hazrumy pada 12 Mei 2022 nanti, memperluas ruang persaingan kandidat lintas partai. Sebab dengan ditiadakannya pilkada serentak pada 2022 dan 2023, Provinsi Banten mengalami kekosongan kepala daerah definitif pemilu selama lebih dari dua tahun.

“Ini sungguh tidak sebentar. Dalam politik bisa disebut tak ada petahana. Dan dalam kurun waktu dua tahun tersebut, popularitas WH dan Andika secara individu terancam,” ujarnya.

Prediksi senada disampaikan Akademisi Universitas Muhammadiyah Tangerang, Thurizal Husein. Mantan Anggota Dewan Riset Daerah (DRD) Provinsi Banten ini menilai, faktor usia WH pada 2024 nanti yang akan berusia 70 tahun tentu akan jadi pertimbangan partai. Di tengah kecenderungan politik dalam menampilkan tokoh-tokoh milenial, maka kader terbaik lainnya yang lebih enerjik boleh jadi lebih diuntungkan.

“Dengan pengalaman Iti memimpin Lebak dua periode, dan Arief dua periode memimpin Kota Tangerang, saya kira cukup mencuri perhatian DPP dan DPD. Apalagi kedua tokoh ini disebut-sebut memiliki track record kepemimpinan yang cukup membanggakan,” ungkap pria yang akrab disapa Abi ini.

Lebih jauh Abi menggambarkan, dengan strategi politik di pilkada Banten yang cenderung memperhatikan sentimen kedaerahan, Demokrat diuntungkan memiliki Arief dan Iti. Sebab bisa jadi, kedua tokoh ini dilamar pihak tertentu untuk mendominasi suara sebelum Demokrat menentukan pilihan.

“Sederhana saja, misalnya ketika WH tidak maju lagi, atau ketika Golkar mempertimbangkan memisahkan Andika dengan WH dan mengusung sebagai calon gubernur, maka nama Arief diyakini sebagai figur yang masuk nominasi dilamar sebagai cawagub. Selain pengalaman dan kapabilitas Arief, faktor dominasi dukungan wilayah Tangerang juga kelebihan yang paripurna,” jelasnya.

“Atau bahkan sebaliknya, Arief akan bertarung gengsi memperebutkan kursi Banten satu dengan bekal pengalaman memajukan Kota Tangerang. Saya kira ini keputusan politik yang cukup mendasar bagi seorang Arief dan bagi Partai Demokrat,” tambah Abi.

Ia mengaku yakin, sebelum Demokrat menentukan mengusung WH, Iti atau Arief, di antara Iti dan Arief sudah lebih dulu dilamar parpol lain untuk saling melengkapi. Misalnya, kata Abi, ada kandidat gubernur asal Tangerang yang diusung salah satu parpol besar, maka Iti sangat mungkin masuk nominasi Cawagub karena sentimen kedaerahan. Paling tidak, Iti dan keluarga besarnya dinilai mampu mengkonsentrasikan diri untuk meraup suara di wilayah Lebak dan Pandeglang.

“Inilah yang saya sebut Demokrat sangat potensial untuk kembali mengusung kadernya di pilkada. Maka hasil Musda Demokrat besok (hari ini, red), sedikit banyak akan menentukan arah politik di pilgub nanti, selain momentum kebangkitan Demokrat secara umum pasca ancaman kudeta KSP Moeldoko belum lama ini,” pungkas Abi.

Musda ke-IV DPD Demokrat Banten akan berlangsung hari inj yang direncanakan di Horison Ultima Ratu, Kota Serang. Pelaksanaan musda ke IV digelar setelah turunnya surat pemberitahuan dari DPP nomor 30/BPOKK/DPP-PD/X/2021.

Bakomstrada DPD Demokrat Banten, Rohman Setiawan, menuturkan bahwa Musda DPD Demokrat Banten untuk memilih ketua DPD periode selanjutnya. Setiap kader Demokrat yang memenuhi syarat, bisa mendaftarkan diri dan maju sebagai calon ketua DPD Demokrat Banten.

“Demokrasi menjadi penting, Demokrat adalah suatu keluarga besar. Semoga Musda IV 2021 berjalan lancar. Melahirkan pemimpin tangguh bagi Partai Demokrat, serta menciptakan pemimpin masa depan Provinsi Banten,” terangnya.

Pada Musda kali ini, Iti kembali mencalonkan diri sebagai calon Ketua DPD Demokrat Banten masa bhakti 2021-2026. Iti ditantang Ketua DPC Demokrat Pandeglang, Yoyon Sunjana, yang telah mendaftarkan diri terlebih dahulu.
Iti sendiri menjabat ketua DPD Demokrat untuk periode 2017-2022. Iti ikhlas menggelar Musda lebih cepat dari jadwal. (red) 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

News Feed