oleh

HUT Banten Ke-21, Ujian Predikat Husnul Khatimah bagi WH-Andika

Banten (WBO),- HUT Provinsi Banten ke-21 tahun pada hari ini, jadi HUT terakhir di bawah kepemimpinan H. Wahidin Halim dan H. Andika Hazrumy pada periode kepemimpinan saat ini. Keduanya, pun diuji meraih kebaikan di akhir kepemimpinan, meski masih dihadapkan dengan seabrek persoalan.

WH-Andika resmi menjabat gubernur dan wakil gubernur Banten pada Jumat, 12 Mei 2017. Jabatan keduanya akan berakhir pada tanggal yang sama di tahun 2022 nanti. Artinya, HUT Provinsi Banten tahun ini jadi HUT terakhir di periode pertama kepemimpinan mereka.

Bekerja di tahun terakhir, seperti memikul beban segunung. Setiap langkah dan kebijakan dihitung cermat, karena menyadari betapa husnul khatimah dalam sebuah kepemimpinan akan terkenang sepanjang masa.

Terlebih misalnya, jika masih ada persoalan yang belum sempat terurai. Sebab dapat dimaklumi, lima tahun menjabat bukan waktu yang cukup untuk merampungkan. Persoalan di setiap daerah juga diyakini selalu kompleks. Tapi setidaknya, potensi solusi itu sudah direkam, atau fondasinya sudah mulai ditancapkan.

Sedikit memutar ingatan. WH, demikian Gubernur Banten ini akrab disapa, menduduki kursi gubernur dengan seabrek pengalaman. Perjalanan pengabdian dirinya sebagai birokrat, lengkap dilewati dari nol. Jabatan pemimpin juga dititi dari skup terendah mulai kepala desa, camat hingga komandan tertinggi PNS di posisi Sekretaris Daerah (Sekda).

Pengabdiannya makin sempurna ketika memimpin Kota Tangerang selama dua periode. Namun karier tak berhenti di posisi itu. Lepas dari wali kota, WH berhasil lolos ke Senayan sebagai Anggota DPR RI sebelum akhirnya terpilih sebagai Gubernur Banten pada Pilkada Banten 2017 lalu.

Sedangkan Andika, politisi muda cerdas dan menawan ini langsung meniti karier di puncak pada pemilu 2009. Putra mantan gubernur Banten Hj. Ratu Atut Chosiyah ini berhasil menempatkan diri sebagai Anggota DPD RI perwakilan Banten.
Karier itu berlanjut pada Pemilu 2014. Kali itu, Andika mencalonkan diri sebagai Anggota DPR RI dari Partai Golkar, dan kembali berhasil. Kursinya di Senayan ditinggalkan sejak terpilih sebagai wakil gubernur mendampingi WH. Karier itupun membuat Andika semakin belajar mematangkan diri.

Menariknya, pengalaman memimpin WH-Andika juga dibarengi semangat meningkatkan strata akademik. Keduanya sudah sama-sama melewati pendidikan formal paling puncak, yaitu program doktoral atau S3. WH telah menyelesaikannya di Universitas Padjadjaran (Unpad) pada prodi Ilmu Pemerintahan, sedangkan Andika masih menempuh di Universitas Pasundan pada Prodi Ilmu Sosial.

Namun demikian, sebetapa klop pun perpaduan dua generasi ini memimpin Banten, tetap dibatasi ruang dan waktu. Pada 12 Mei 2022 nanti, kebersamaan memimpin Banten berakhir. Peluang kembali bersama, tentu ada. Tapi masalahnya, kesempatan itu baru ada di 2024 nanti. Dan dalam politik, waktu itu tergolong panjang untuk mengubah sebuah konstelasi.

Maka sebagai pemimpin yang baik, rekam jejak positif akan selalu jadi nomor wahid. Di tahun terakhir memimpin, kedua dunungan rakyat Banten ini diharapkan tidak terjebak kepentingan pribadi maupun golongan. Pasalnya, tuntutan mengakhiri jabatan dengan penuh hasanah (kebaikan), wajib dijawab. WH-Andika masih memiliki waktu untuk ‘Say goodbye’, meninggalkan senyuman rakyat Banten dengan sebuah kinerja prestatif.

Selanjutnya, WH-Andika menjawab tuntutan tersebut dengan menunjukkan komitmen yang tinggi membangun Banten. Meski tidak dipungkiri bahwa tidak ada yang sempurna bertindak. Kelebihan dan kekurangan memimpin, wajar dalam berbagai sudut pandang. Bagi WH-Andika saat ini, beban melepas jabatan dengan meninggalkan kearifan dan senyuman rakyat, lebih dituntut. Jika masih ada janji politik yang belum terlunasi, saatnya menuntaskan.

Baik WH maupun Andika, tampak menyadari benar hal ini. WH mengaku belum memikirkan langkah politik dirinya pasca kepemimpinan di Banten berakhir. Yang menari di benaknya saat ini, adalah bagaimana Banten dan rakyatnya kembali memulihkan keadaan terutama di bidang ekonomi, pasca diterpa pandemi Covid-19.

“Pengabdian saya kepada rakyat Banten, takkan pernah berakhir. Meskipun jabatan saya sebagai gubernur nanti akanberakhir, tapi saya siap sedia mengabdikan diri untuk kemajuan Banten,” ungkap WH.

Wakil Gubernur Banten, Andika Hazrumy, melalui keterangan tertulisnya kepada WARTA BANTEN, Ahad (3/10), menyatakan, HUT Banten ke-21 saat ini menjadi momentum seluruh stakeholder dan masyarakat untuk bergotong royong, bahu membahu, kerja bersama di masa pemulihan pandemi Covid-19.

Menurut Andika, ada beberapa hal yang perlu menjadi perhatian semua pihak, mulai dari pemulihan ekonomi daerah, pembangunan SDM melalui pendidikan, pembangunan berbasis ruang untuk pertumbuhan kawasan di beberapa wilayah kabupaten, serta pengembangan inovasi dan kolaborasi program kerja pemerintah Provinsi Banten dengan melibatkan perguruan tinggi, industri, media massa maupun civil society.

“Ke depan, kepemimpinan Penjabat Gubernur yang ditetapkan berdasarkan UU Nomor 10 tahun 2016 harus mulai menginisiasi program kerja kolaboratif antara Pemerintah Provinsi Banten dengan Pemerintah Kabupaten/Kota. Karena kita ketahui bersama, Kabupaten/Kota se-Provinsi Banten memiliki kontribusi dalam pencapaian indikator makro pembangunan Provinsi Banten,” harap Andika.

Sehingga, lanjut dia, Pemerintah Provinsi sebagai Wakil Pemerintah Pusat selain menjalankan tugas-tugas desentralisasi juga melaksanakan tugas-tugas dekonsentrasi khususnya pelaksanaan fungsi pembinaan terhadap urusan pemerintahan yang menjadi kewenangan pemerintah kabupaten/kota. Ini merupakan amanat Undang-undang 23 Tahun 2014, dengan optimalisasi fungsi pembinaan kepada Pemerintah Kabupaten/ Kota se-Provinsi Banten, diharapkan semarak peringatan HUT Banten menjadi bagian bagi seluruh stakeholder dan masyarakat di wilayah Provinsi Banten.

“Kerja bersama antara Pemerintah Provinsi Banten dengan Pemerintah Kabupaten/ Kota se-Provinsi Banten menjadi penting dalam rangka
pencapaian indikator makro pembangunan. Melalui hubungan kerja koordinatif-fungsional antara Perangkat Daerah Provinsi Banten dengan Perangkat Daerah Kabupaten/Kota se-Provinsi Banten banyak sekali program kerja dan kegiatan yang dapat dikerjasamakan/diselaraskan dalam rangka pencapaian pembangunan Banten yang maju dan sejahtera,” jelasnya.

Sedangkan kerja bersama dalam konteks internal, kata Andika, kolaborasi lintas Perangkat Daerah di Lingkungan Pemerintah Provinsi Banten juga diperlukan khususnya dalam optimalisasi program kerja dan kegiatan pembangunan dalam pencapaian indikator makro pembangunan Provinsi Banten.

Terpisah, Ketua DPRD Provinsi Banten, Andra Soni, saat dihubungi WARTA BANTEN lebih menyoroti Covid-19 yang merupakan tantangan tersendiri baik bagi masyarakat maupun pemerintah. Penanggulangan dan penanganan Covid-19 merupakan agenda penting yang harus dikerjakan pemerintah.

Perhatian politikus yang juga menjabat Sekretaris DPD Partai Gerindra Banten ini terhadap Covid-19, seiring dengan tema HUT Banten tahun ini, yakni ‘Banten Sehat, Ekonomi Kuat’.

“Namun bukan berarti pembangunan dinomorduakan. Jadi kedua hal ini harus berjalan beriringan dan mesti mendapat dukungan dari semua pihak, agar pemerintah bisa maksimal menjalankan penanganan Covid-19 sekaligus terus melaksanakan pembangunan,” ingat Andra.

Terkait akan berakhirnya masa jabatan Gubernur dan Wakil Gubernur pada Mei 2022 nanti, Andra berharap siapapun yang diangkat sebagai Penjabat Gubernur nanti dapat bersinergi dalam membangun Banten.

“Saya berharap PJ (Penjabat Gubernur, red) yang akan ditetapkan oleh pemerintah pusat dapat bersinergi dan dapat melanjutkan roda pemerintahan sesuai dengan RPJPD, dan semua stakeholder dapat bahu membahu untuk melanjutkan pembangunan provinsi Banten yang kita cintai bersama,” tutupnya. (redaksi)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

News Feed