Bupati Tangerang Tinjau Banjir di Jayanti, Masak dan Makan Bersama Warga di Dapur Umum

- Editorial Team

Senin, 19 Januari 2026 - 02:11 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tangerang (WBO) – Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid meninjau langsung titik lokasi banjir di Perumahan Taman Cikande, Desa Cikande, Kecamatan Jayanti, Kabupaten Tangerang. Dalam kunjungannya tersebut, Bupati Maesyal Rasyid tidak hanya menyerahkan bantuan logistik, tetapi juga ikut memasak bersama ibu-ibu di dapur umum serta makan bersama warga terdampak banjir. Jumat, (16/1/26).

Bupati Tangerang hadir didampingi Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Kepala Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air, serta Camat Jayanti. Kehadiran orang nomor satu di Kabupaten Tangerang tersebut disambut hangat oleh masyarakat setempat.

“Hari ini kami bersama Kepala BPBD, Pak Kadis Bina Marga, Pak Camat, alhamdulillah bisa bertemu langsung dengan masyarakat di Perumahan Taman Cikande, Desa Cikande, Kecamatan Jayanti, untuk melihat secara langsung kondisi banjir yang terjadi di wilayah ini,” ujar Bupati Maesyal Rasyid.

Dalam dialognya bersama warga, Bupati menyampaikan bahwa masyarakat mengusulkan beberapa langkah penanganan banjir, di antaranya pembangunan tanggul di Sungai Cidurian serta pembangunan pintu air antara Sungai Cidurian dan Sungai Parung Ceri

“Tadi sudah disampaikan oleh warga bahwa penanganannya salah satunya adalah pembangunan tanggul di Sungai Cidurian dan pembuatan pintu air antara Sungai Cidurian dengan Sungai Parung Ceri. Permohonan-permohonan ini akan segera kami bahas dan tindak lanjuti yang terbaik untuk masyarakat,” ungkapnya.

Ia menambahkan, pembangunan tanggul dan pintu air tersebut memerlukan ijin dan koordinasikan lebih lanjut dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS), mengingat kewenangan sungai besar berada di pemerintah pusat. Namun demikian, Pemkab Tangerang akan terus berupaya agar pembangunan pintu air dapat direalisasikan lebih cepat.

Baca Juga :  Silaturahmi Bupati Tangerang dan Beri Motivasi Atlet Porprov Banten

“Mudah-mudahan ini bisa kita lakukan di tahun 2026, paling lambat 2027. Kami mohon doa dari masyarakat agar upaya ini bisa segera terealisasi sesuai ketentuan yang berlaku,” tambahnya.

Dia juga menyampaikan bahwa dalam beberapa hari terakhir pihaknya terus memantau dan turun langsung ke berbagai wilayah terdampak banjir di Kabupaten Tangerang.

“Sudah lima hari ini, kami turun langsung ke lokasi banjir, mulai dari Kosambi, Teluknaga, Kresek, Pakuhaji, dan hari ini di Jayanti. Kami tidak hanya datang bertemu warga lalu pulang, tetapi mendengarkan aspirasi masyarakat dan menindaklanjutinya,” jelasnya.

Lanjut dia, secara keseluruhan banjir melanda 24 kecamatan di Kabupaten Tangerang, mencakup 119 desa dan kelurahan, dengan jumlah terdampak sekitar 14 ribu kepala keluarga atau 62 ribu jiwa.

Baca Juga :  Dishub Lakukan Ramp Check Angkutan Mudik Untuk Kenyamanan Perjalanan

“Ini menjadi tanggung jawab kita bersama, mulai dari pemerintah daerah, para camat, kepala desa, hingga unsur Muspika dan Muspida. Saya ucapkan terima kasih atas kerja sama dan kerja keras semua pihak,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air Kabupaten Tangerang, Iwan Firmansyah, menjelaskan bahwa penanganan banjir di Kabupaten Tangerang tidak bisa dilakukan Pemkab Tangerang sendiri namun harus melibatkan lintas sektor, sesuai kewenangan dan ketentuan perundang-undangan.

“Kami selalu berkoordinasi dengan BBWS C3 karena sungai-sungai besar dan anak sungainya merupakan kewenangan pusat dalam hal ini kementrian PU. Untuk drainase perumahan dan anak sungai kecil, itu menjadi kewenangan pemerintah daerah dan akan terus kami lakukan,” jelas Iwan.

Ia menambahkan bahwa banjir tidak hanya disebabkan oleh persoalan drainase, tetapi juga alih fungsi lahan dan berkurangnya daerah tangkapan air di wilayah hulu serta perilaku masyarakat yang kurang peduli lingkungan.

“Solusi ke depan bukan hanya normalisasi sungai, tetapi juga pembangunan kolam retensi di wilayah hulu dan tengah. Ini semua akan terus kami koordinasikan dengan pemerintah pusat. Masyarakat juga harus merubah perilakunya agar lebih peduli pada lingkungannya masing-masing,” tutupnya.(Red)

Berita Terkait

PEMKAB TANGERANG MULAI PEMBANGUNAN JALAN RAYA SEPATAN–PAKUHAJI
Cobain Seafood Tumpah El-Hanan Food Sangiang Periuk, Pengunjung: “Harga Kaki Lima Rasa Bintang Lima”
Hadiri Kegiatan Bersama Menteri Lingkungan Hidup RI, Bupati Tangerang : Pemkab Tangerang Siap Berkolaborasi dan Dukung Percepatan Pengelolaan Sampah Menjadi Energi Listrik
Tekan Angka Pengangguran, Disnaker Kabupaten Tangerang Lepas Peserta Pelatihan dan Pemagangan ke Jepang
Wabup Intan Kunjungi RS Insan Nusantara Rajeg
Tinjau OPD Pasca Libur Lebaran, Bupati Tangerang Pastikan Pelayanan Tetap Optimal
Bupati dan Wakil Bupati Tangerang Gelar Halal Bihalal dan Apel Perdana Usai Lebaran
Bupati Tangerang Ajak Masyarakat Perkuat Silaturahmi dan Tingkatkan Kepedulian

Berita Terkait

Rabu, 1 April 2026 - 14:43 WIB

PEMKAB TANGERANG MULAI PEMBANGUNAN JALAN RAYA SEPATAN–PAKUHAJI

Rabu, 1 April 2026 - 10:11 WIB

Cobain Seafood Tumpah El-Hanan Food Sangiang Periuk, Pengunjung: “Harga Kaki Lima Rasa Bintang Lima”

Selasa, 31 Maret 2026 - 08:45 WIB

Hadiri Kegiatan Bersama Menteri Lingkungan Hidup RI, Bupati Tangerang : Pemkab Tangerang Siap Berkolaborasi dan Dukung Percepatan Pengelolaan Sampah Menjadi Energi Listrik

Selasa, 31 Maret 2026 - 08:41 WIB

Tekan Angka Pengangguran, Disnaker Kabupaten Tangerang Lepas Peserta Pelatihan dan Pemagangan ke Jepang

Selasa, 31 Maret 2026 - 08:32 WIB

Wabup Intan Kunjungi RS Insan Nusantara Rajeg

Berita Terbaru

Kota Tangerang

Tak Cuma Predikat, Maryono: KLA Harus Dirasakan di Tengah Masyarakat

Jumat, 3 Apr 2026 - 10:49 WIB