Pandeglang (WBO) – Sebagai aksi pencegahan terjangkitnya wabah demam berdarah, Tim dari UPT Puskesmas Labuan gerak cepat melakukan sosialisasi dan penyemprotan fogging di Pondok Pesantren Huffadz Manbaul Qur’an (PHMQ) Sukahati Desa Kalanganyar Kecamatan Labuan Kabupaten Pandeglang, Selasa (4/11/2025).
Hal itu dilakukan atas dasar aspirasi dan pengaduan dari masyarakat yang diwakili langsung oleh pimpinan Ponpes PHMQ, KH. Sirojuddin melalui anggota DPRD Tb. Udi Juhdi, SE.
“Atas aspirasi dan pengaduan masyarakat yang diwakili oleh guru kita yaitu sekaligus pimpinan ponpes PHMQ KH. Siroj, saya langsung mendorong Kepala Puskesmas Labuan untuk melakukan fogging di lingkungan ponpes tersebut,” kata Tb. Udi Juhdi kepada WBO.
“Semoga dengan langkah dan kegiatan tersebut bisa mencegah masyarakat dari potensi terserang penyakit DBD, dan saya mengajak kepada seluruh elemen masyarakat untuk senantiasa menjaga kebersihan dan pola hidup sehat,” ajaknya
Selaku anggota DPRD Pandeglang, ia juga mengaku sangat mengapresiasi atas tindakan cepat yang dilakukan oleh pihak Puskesmas Labuan.
“Saya mengapresiasi PKM Labuan yang begitu gercep merespon aspirasi warga yang disampaikan melalui saya, terkait adanya beberapa warga yang diduga terkena DBD di lingkungan pesantren Manbaul Qur’an Sukahati Desa Malanganyar kecamatan Labuan,” ucapnya
Sementara, KH. Sirojudin, Pengasuh Pesantren PHMQ yang juga dikenal dengan Pesantren Wisata Saung Soang Sukahati Labuan, menyebutkan ada lima orang yang diduga terindikasi terkena demam berdarah.
“Yang terkena itu santri ada empat orang dan satu lagi Umi Seouh, jadi ada lima orang. Saya atas nama pengurus dan pengasuh pondok, mengucapkan terima kasih kepada anggota DPRD Pandeglang dan Dinkes Labupaten Pandeglang serta tim gerak cepat Puskesmas Labuan, yang telah melakukan penyuluhan dan penyemprotan fogging di lingkungan pondok pesantren. Semoga para santri terhindar dari penyakit DBD,” harapnya.
Sementara, berkaitan dengan tindakan penyemprotan fogging yang dilakukan tim kesehatan UPT Puskesmas Labuan, Sri Rejeki, S.ST, Bdn selaku Kepala Puskesmas Labuan menjelaskan bahwa tindakan fogging itu bukan untuk menyelesaikan DBD.
“Fogging itu bukan salah satu untuk menyelesaikan DBD, yang bisa menyelesaikan adalah dengan kebersihan lingkungan,” ungkapnya.
Sri Rejeki menjelaskan pentingnya terwujudnya individu dan masyarakat dalam mencegah dan melindungi diri dari penularan DBD. Ia juga menjelaskan bahwa pengendalian DBD mengedepankan aspek pemberdayaan dan peran serta masyarakat serta kemitraan multisektor.
“Pengendalian DBD dilaksanakan secara komprehensif dan terpadu, dengan memperhatikan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi serta aspek kesehatan lingkungan,” tandasnya. (mul)






