TANGSEL (WBO) – Pemerintah Kota Tangerang Selatan melalui Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga, dan Bina Konstruksi (SDABMBK) menyiapkan berbagai langkah antisipatif guna memastikan kondisi infrastruktur di Tangerang Selatan tetap optimal selama periode mudik dan libur Hari Raya Idulfitri 2026.
Kepala Dinas SDABMBK Kota Tangsel, Robbi Cahyadi, mengatakan berbagai persiapan tersebut merupakan bagian dari komitmen Pemerintah Kota Tangerang Selatan dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
“Kami telah melakukan koordinasi intensif antarbidang untuk mengantisipasi potensi masalah infrastruktur selama libur Idul Fitri. Dengan kondisi infrastruktur yang prima, kami berharap masyarakat dapat menikmati perjalanan yang aman dan nyaman,” ujar Robbi pada Jumat (13/03/2026).
Langkah ini dilakukan untuk menjamin kelancaran mobilitas masyarakat, mengurangi potensi banjir dan genangan, serta meningkatkan keselamatan lalu lintas selama periode mudik dan libur lebaran yang diperkirakan akan meningkatkan volume kendaraan secara signifikan di wilayah Kota Tangerang Selatan.
Meski demikian, masyarakat tetap diimbau meningkatkan kewaspadaan terhadap kondisi cuaca selama periode libur lebaran. Berdasarkan peringatan dini dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), wilayah Tangerang Selatan masih berpotensi mengalami hujan dengan intensitas sangat lebat yang dapat disertai kilat, petir, serta angin kencang.
“Karena itu kami mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi genangan, banjir, maupun longsor kecil di beberapa titik rawan, khususnya saat terjadi hujan dengan intensitas tinggi,” tambahnya.
Untuk memastikan kesiapan infrastruktur, SDABMBK telah melakukan berbagai langkah strategis. Di bidang Bina Marga, perbaikan jalan rusak dilakukan melalui program penanganan cepat atau “sapu lubang”, terutama pada ruas jalan arteri dan kolektor sekunder. Program ini ditargetkan rampung paling lambat 14 Maret 2026.
Selain itu, pemasangan rambu-rambu, spanduk, dan baliho peringatan juga dilakukan di sejumlah titik rawan kecelakaan guna meningkatkan kewaspadaan pengendara.
Di sektor drainase, petugas melakukan pembersihan sedimen dan normalisasi saluran di sejumlah lokasi yang kerap menjadi titik genangan, seperti kawasan Rawabuntu, Melati Mas, Ciater Raya, Ceger Raya, hingga Merpati Raya. Kegiatan ini meliputi pembersihan inlet drainase serta pengangkatan sampah dan sedimen yang dapat menghambat aliran air.(Red)






