Hadirkan Hunian Layak untuk Warga, di 2025 Pemkot Tangerang Rehab 1.000 Rumah

- Editorial Team

Senin, 29 Desember 2025 - 19:51 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kota Tangerang (WBO)- Hunian yang nyaman dan sehat menjadi kebutuhan mendasar bagi setiap warga. Dan untuk memenuhi kebutuhan dasar warganya tersebut, Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang sepanjang tahun 2025, telah merehabilitasi 1.000 unit Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) serta membangun 308 jamban sehat yang tersebar di 13 kecamatan se-Kota Tangerang.

Langkah ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan Pemkot Tangerang dalam mewujudkan lingkungan perkotaan yang layak huni, sehat, dan berkeadilan bagi seluruh masyarakat.

Wali Kota Tangerang, H. Sachrudin, menegaskan bahwa penyediaan hunian yang layak, sehat, dan aman merupakan salah satu prioritas utama pemerintah daerah dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

“Prioritas utama Pemkot adalah memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Salah satu hal yang paling fundamental adalah menjamin tempat tinggal yang layak dan sehat,” ujar Sachrudin saat ditemui di Pusat Pemerintahan Kota Tangerang, Senin (29/12/2025).

Ia menambahkan, program rehabilitasi RTLH dan pembangunan jamban sehat menjadi solusi konkret dalam menjawab kebutuhan dasar warga, sekaligus mendukung peningkatan kualitas kesehatan lingkungan.

“Untuk itulah program bedah rumah dan jamban sehat ini kami hadirkan, agar masyarakat memiliki hunian yang layak dan lingkungan yang lebih sehat,” imbuhnya.

Baca Juga :  Verifikasi Kota Sehat, Sachrudin: Bukan Soal Predikat, tapi Komitmen Wujudkan Lingkungan Berkelanjutan dan PHBS

Sementara itu, Kepala Dinas Perumahan, Permukiman, dan Pertanahan (Disperkimtan) Kota Tangerang, Decky Priambodo, menyampaikan bahwa seluruh target rehabilitasi RTLH tahun 2025 telah terealisasi sesuai rencana.

“Di awal tahun kami menargetkan rehabilitasi 1.000 unit rumah tidak layak huni dan alhamdulillah seluruhnya terealisasi. Proses penetapan penerima manfaat dilakukan melalui verifikasi yang ketat agar tepat sasaran,” jelas Decky.

Ia juga memaparkan bahwa program RTLH menunjukkan tren peningkatan dari tahun ke tahun, mulai dari 350 unit pada 2021 hingga mencapai 1.000 unit pada 2025.

Sementara itu, pembangunan jamban sehat juga telah diselesaikan sesuai target dan standar Kementerian Kesehatan, serta kini telah dimanfaatkan langsung oleh masyarakat penerima manfaat.

Program rehabilitasi RTLH dan pembangunan jamban sehat ini dirasakan langsung manfaatnya oleh warga. Hunian yang sebelumnya tidak memenuhi standar kelayakan kini berubah menjadi rumah yang lebih aman, nyaman, dan sehat.

Salah satu penerima manfaat, Nurdin Hasan, warga RT 01 RW 02 Kelurahan Larangan Utara, mengungkapkan rasa syukurnya atas bantuan yang diterima.

Baca Juga :  Upacara Hari Kesaktian Pancasila, Bupati Pandeglang: Nilai-Nilai Pancasila Harus Diwujudkan dalam Tindakan Nyata

“Alhamdulillah rumah saya sekarang sudah dibenahi. Proses pengajuannya juga mudah karena dibantu RT dan RW,” ujarnya.

Hal senada disampaikan Eko Kuswanto, warga RT 01 RW 10 Kelurahan Larangan Indah, yang telah menempati rumahnya sejak tahun 2000.

“Dulu atapnya rapuh dan temboknya banyak retak. Sekarang jauh lebih baik, rumah lebih nyaman dan jambannya juga lebih bersih,” tuturnya.

Pengamat kebijakan publik Muhammad Nastain yang juga dosen UMB menilai program rehabilitasi RTLH dan pembangunan jamban sehat yang dijalankan Pemkot Tangerang merupakan bentuk nyata keberpihakan pemerintah terhadap kesejahteraan masyarakat.

“Hunian yang layak dan sehat merupakan kebutuhan dasar selain sandang dan pangan. Program seperti ini penting karena dampaknya langsung dirasakan warga dan berkontribusi pada kualitas hidup masyarakat,” ujarnya.

Dengan capaian tersebut, Pemkot Tangerang dinilai berhasil menghadirkan kebijakan yang tidak hanya berorientasi pada pembangunan fisik, tetapi juga menyentuh aspek sosial dan kesehatan lingkungan. Upaya ini sekaligus memperkuat langkah Kota Tangerang menuju kota yang semakin layak huni, inklusif, dan berdaya saing. (Red)

Berita Terkait

Maryono Tegaskan Tertib Administrasi sebagai Pilar Ketahanan Pelayanan Publik
Peserta Program Jaminan Kesehatan Kota Tangerang Ditargetkan Sentuh 450 Ribu Penduduk di Tahun 2026
Upaya Tekan Pengangguran, Disnaker Kota Tangerang Gandeng PT Bumi Berkah Boga Gelar Rekrutmen Massal
Sepanjang 2025, Pemkot Tangerang Catat 15 Klaim Asuransi Pohon Tumbang Dicairkan
Rapat Evaluasi Perdana, Sachrudin Tegaskan Tahun 2026 Tahun Kualitas
Belum Ditemukan Kasus Superflu di Kota Tangerang, Layanan Kesehatan Siaga
Sambut HUT ke-33 Kota Tangerang, Kecamatan Larangan Gelar Pelayanan Keliling dan Cek Kesehatan Gratis
Operasi Peredaran Miras Digencarkan, Satpol PP Kota Tangerang Sita 144 Botol Miras di Karawaci

Berita Terkait

Selasa, 13 Januari 2026 - 20:41 WIB

Maryono Tegaskan Tertib Administrasi sebagai Pilar Ketahanan Pelayanan Publik

Selasa, 13 Januari 2026 - 19:58 WIB

Peserta Program Jaminan Kesehatan Kota Tangerang Ditargetkan Sentuh 450 Ribu Penduduk di Tahun 2026

Selasa, 13 Januari 2026 - 19:35 WIB

Upaya Tekan Pengangguran, Disnaker Kota Tangerang Gandeng PT Bumi Berkah Boga Gelar Rekrutmen Massal

Selasa, 13 Januari 2026 - 18:32 WIB

Sepanjang 2025, Pemkot Tangerang Catat 15 Klaim Asuransi Pohon Tumbang Dicairkan

Senin, 12 Januari 2026 - 20:50 WIB

Rapat Evaluasi Perdana, Sachrudin Tegaskan Tahun 2026 Tahun Kualitas

Berita Terbaru

Tangsel

Dinkes Tangsel Imbau Masyarakat Waspadai Super Flu

Rabu, 14 Jan 2026 - 02:55 WIB

Kabupaten Tangerang

Perkuat Tata Kelola Kearsipan, BKPSDM Musnahkan Ribuan Arsip Inaktif

Rabu, 14 Jan 2026 - 02:46 WIB