Pandeglang (WBO) – Ratusan anak sekolah dan warga di kampung Cegog Desa Rancapinang, Kecamatan Cimanggu, Kabupaten Pandeglang, yang hendak menyeberang terpaksa harus basah-basahan lantaran jembatan sementara di lokasi tersebut terputus diterjang arus sungai yang meluap deras.
Diketahui, jembatan utama di wilayah itu dalam proses pembangunan, dan jembatan sementara dibuat oleh pihak pelaksana pembangunan untuk digunakan warga.
Akibatnya, insiden tersebut dikeluhkan oleh ratusan anak sekolah yang hendak bersekolah dan warga, seperti yang disampaikan siswa Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 3 Cimanggu dalam vidio yang dibuatnya saat mendampingi siswa Sekolah Dasar yang hendak menyeberangi sungai.
“Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh, perkenalkan kami dari SMP Negeri 3 Cimanggu dan SDN 1 Rancapinang, akan menyebrangi sungai ini yang akan ke sekolah, jadi kami memohon kepada Ibu agar membangun jembatan sementara, agar kami bisa melewati sungai ini tanpa harus melewati sungai, terima kasih,” demikian kalimat yang disampaikan melalui video yang dibuatnya.
Terpisah, salah satu Guru dari SDN Rancapinang 1, Sapuri Wijaya, saat dikonfirmasi WBO membenarkan hal itu.
“Iya betul karena jembatannya lagi dibangun pak, siswa SD yang dari Cegog pergi sekolah ke SD berjarak kurang lebih 100 orang, Sementara siswa SMP ada 50 siswa,” kata Sapuri Wijaya kepada WBO, Jum’at (24/10/2025).
“Risikonya kalo pas lagi banjir saja pa, Kalo ga banjir ya biasa aja anak-anak sekolah masyarakat naik motor mobil lewat sungai sementara, sambil nunggu jembatan selesai,” terangnya.
Saat ditanya soal jembatan penyeberangan sementara selama pembangunan, Sapuri juga menyampaikan hal itu sudah dilakukan, namun jembatan sementara yang dimaksud rusak dan hanyut terseret banjir.
“Dulu ada pak, jembatan besi karena kena banjir yang pertama sebelum banjir yang kemarin, jembatannya hanyut pak, dan sampai hari ini belum ada pemasangan lagi. Jadi kami ingin dibuatkan jembatan sementara saja buat kelancaran aktifitas anak sekolah dan masyarakat,” pintanya.
Saat ditanya adakah pembuatan kembali setelah jembatan sementara pertama rusak, ia menjawab tidak ada.
“Sejak yang pertama hanyut jembatan besinya ya belum ada pak, belum ada lagi pak. Sementara hujan hampir tiap hari, khawatir banjir lagi,” tandasnya.
Menanggapi hal itu, Doni Hermawan selaku Asda 1 Kabupaten Pandeglang, menjelaskan bahwa jembatan yang dimaksud sedang dalam proses pengerjaan pembangunan. Ia juga meminta agar semua pihak bisa saling membantu dan mengawasi agar warga dan siswa sekolah yang hendak menyeberang bisa terbantu.
“Jembatan itu sedang dibangun, iya di sampingnya ada jembatan yang sedang dibangun, lagi dicor, makanya saya minta ke pemborong di monitor sama camat dan perangkat desa dan babinsa memasang papan buat anak-anak sekolah menyeberang,” tandasnya. (mul)






