Pandeglang (WBO) – Sebanyak 130 dari 1.380 Kades-Lurah se Indonesia ikut lolos seleksi menjadi nominasi penerima Peacemaker Justice Award (PJA) 2025 di BPSDM Kemenkum pada 1 – 4 September 2025 mendatang.
Dari data yang didapat, ada 5 Kades – Lurah di Provinsi Banten yang ikut lolos seleksi nominasi, satu di antaranya M. Rizali Assukron, S.Kom., NL.P, Kades Surianeun Kecamatan Patia yang satu-satunya Kades mewakili Kabupaten Pandeglang.
Saat diwawancarai WBO, ia menyampaikan pesannya bahwa informasi di Instagram telah dibuka Pendaftaran Peserta PJA 2025.
“Pacmeker Justice Award, dari bphn_kemenkum Kemudian, pengumpulan syarat administrasi pendaftaran PJA 2025, sosialisasi kegiatan dengan aparatur desa Surianeun dalam pembentukan Posbankumdes (Pos Bantuan Hukum Desa) dan Kadarkum (Keluarga Sadar Hukum),” kata M. Rizali Assukron, Jum’at (15/8/2025).
“Konsultasi Pak Camat, Muspika Kec Patia, Pemkab Pandeglang – DPMPD Pandeglang dan Kabag Hukum Kabupaten Pandeglang, Dengan adanya Posbankumdes dan Kadarkum sebagai wadah aspirasi warga terkait permasalahan hukum,” terangnya.
Ia juga mengungkapkan tahapan administrasinya lolos, kemudian masuk pada group Watshap perwakilan Kabuoaten dan Kota se-Provinsi Banten.
“Selanjutnya mengikuti kegiatan Zoom Meeting dilaksanakan BPHN Kemenkumham. Pada setiap sesi materi yang disampaikan oleh para narasumber di BPHN Kemenkumhan, peserta mengisi daftar absensi per sesi, mengerjakan tugas studi kasus PJA 2025 sesuai kondisi dilapangan dalam bentuk Artikel dan Foto Dokumentasi Kegiatan. Kemudian diupload ke Group WA Kelas yang ditentukan Panitia kemudian di Website pja.bphn.go.id,” jelasnya.
Ia menegaskan bahwa pada ajang PJA 2025 dirinya bukan menjadi pelengkap, tapi ikut bersaing dengan 130 lurah dan kades se-Indonesia.
“Akhirnya yang ditunggu datang, info pengumuman 42 Desa dan Kelurahan Peserta PJA 2025 se-Banten lolos Administrasi. Alhamdulillah bisa melanjutkan silaturahmi dengan para kades dan lurah se-Indonesia dari berbagai suku agama dan adat. Semua antusias mengikuti kegiatan saling menghargai disetiap sharing diskusi permasalahan yang sering terjadi di desa, mengedepankan asas musyawarah dalam penyelesaian masalah sebelum ke ranah hukum,” lanjutnya.
“Tempatnya menjadi juru damai di Desa lewat Posbankumdes dan Kadarkum. Terima kasih atas support dan doa keluarga, masyarakat, Pemkab Pandeglang dan Pemprov Banten, kami Desa Surianeun Kecamatan Patia mewakili Kabupaten Pandeglang dari 5 Desa dan Kelurahan se-Provinsi Banten. Mendapatkan Undangan sebagai Peserta PJA 2025 Tingkat Nasional yang akan dilaksakan di Jakarta BPSDM Kemenkumham. Tanggal 1 – 4 September 2025,” ujarnya.
Masih dengan M. Rizali Assukron yang berharap Desa dan Kelurahan Perwakilan Banten bisa masuk Nominasi Terbaik membawa Provinsi Banten di Tingkat Nasional, ia juga berpesan agar kegiatan PJA 2025 menjadi ajang kompetensi bagi para Kades dan Lurah se-Indonesia, untuk menumbuhkan semangat terus belajar, berkarya dan menjadi juru damai.
“Dari peserta lolos administrasi PJA dari 1.380 Kades dan Lurah se-Indonesia, 130 Kades dan Lurah dinyatakan lulus seleksi nasional dengan gelar Non Akademik. NL.P (Non Litigation Peacemaker) merupakan gelar kompetensi yang langsung diberikan oleh Kemenkumham berupa SK, Sertifikat Nasional dan Piagam,” tandasnya.
“Semoga kegiatan yang baik dari BPHN Kemenkum sangat dibutuhkan oleh para kades dan lurah, saran agar bisa intens disosialisasikan baik disosial media dan informasi dari semua instansi terkait sehingga peserta PJA tahun depan lebih banyak dari tahun ini,” pungkasnya. (mul)






