Pandeglang (WBO) – Program Sarjana Penggerak Desa sebagai upaya pembangunan desa berbasis sumber daya manusia merupakan implementasi dari Asta Cita ke-6 Presiden RI Prabowo Subianto dan Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming, yang menekankan pentingnya pembangunan dari desa dan dari bawah untuk pemerataan ekonomi dan pemberantasan kemiskinan.
Baru-baru ini, Pemerintah Desa (Pemdes) Teluk, Kecamatan Labuan, Kabupaten Pandeglang, meluncurkan pembukaan pendaftaran bagi warganya yang berminat menjadi sarjana dalam program tersebut melalui bantuan Keuangan Provinsi sebesar Rp100.000.000,- Dari dana ini, minimal harus melahirkan satu Sarjana Penggerak Desa.
“Mereka adalah anak desa yang dikuliahkan untuk menjadi motor penggerak kemajuan di kampung halamannya, dan kami Pemdes Teluk mempersilahkan dan membuka program ini bagi yang berminat,” kata Sofyan Hadi selaku Kepala Desa Teluk kepada WBO, Kamis (24/7/2025).
“Salah satu fokus utama adalah Program Sarjana Penggerak Desa dalam bidang yang mendukung swasembada pangan dengan fokus bidang pendidikan pertanian, perkebunan, kelautan, perikanan, dan peternakan, dimana setiap desa wajib membiayai satu calon sarjana dari dana bantuan keuangan, dengan alokasi sebesar Rp20 juta per orang. Rinciannya, Rp8 juta untuk biaya pendidikan, dan Rp12 juta untuk biaya penunjang hidup,” ujarnya.
Sofyan menjelaskan, untuk jadwal pendaftaran sudah dibuka per tanggal 12 Juli 2025, dengan beberapa kriteria dan syarat yang berlaku.
“Syaratnya lulusan SLTA 2023/2024/2025, fotokopi KPT dan kartu keluarga, dari keluarga kurang mampu, tidak sedang menerima beasiswa lain, seleksi administrasi dan wawancara, memiliki sertifikat/piagam murid berprestasi, pembukaan sudah dimulai per 13 juli 2025, kepada anak-anak di Desa Teluk yang berminat atau ingin mengetahui lebih jelas mengenai program sarjana penggerak desa silakan mendatangi kantor desa teluk, Silahkan datang saja ke kantor desa teluk untuk lebih detailnya atau bisa menghubungi nomor kontak berikut ini 0821-2310-7492,” imbaunya.
Saat ditanya jumlah warga yang berminat dan sudah mendaftar, Sofyan Hadi mengaku merasa aneh bahwa sampai saat ini belum ada yang berminat.
Sementara, Galih selaku operator Pemdes Teluk mengaku sebelumnya sudah disosialisasikan kepada publik dengan metode informasi digital.
“Padahal kita sudah umumkan lewat Facebook, Instagram, group WhatsApp, tiktok tetapi sampai saat ini belum ada yang daftar, pernah ada yang minat menghubungi tapi sampai saat ini tidak ada tindak lanjut lagi,” terang Galih.
Ia juga menjelaskan, dari anggaran yang ada, pemerintah bisa membiayai satu mahasiswa dengan gratis sampai sarjana setiap desanya.
“Ini program bagus yang digagas oleh Pemprov Banten dalam hal ini Pak Gubernur dan wakil Gubernur. Bayangkan saja dalam satu Kabupaten Pandeglang ada 320 Desa lebih berarti minimal tahun ini Pemprov Banten sudah bisa mencetak calon sarjana sebanyak 320 orang lebih di Pandeglang, yang dibiayai untuk masyarakat secara gratis,” tandasnya. (mul)






