Mekanisme Pengelolaan Diduga Bermasalah, BUMDes di Labuan ‘Disentil’ Pemuda dan Mahasiswa

- Editorial Team

Senin, 26 Januari 2026 - 19:11 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pandeglang (WBO) – Para pemuda dan mahasiswa yang tergabung dalam Gerakan Pemuda Mahasiswa Melawan (GPMM) menyatakan kekecewaan terhadap pengelolaan Program Ketahanan Pangan (Ketapang) oleh BUMDes Mandiri Labuan, Desa Labuan, Kecamatan Labuan, Kabupaten Pandeglang.

Kekecewaan tersebut disampaikan dalam audiensi yang digelar pada Senin (26/1/2026), di lahan usaha yang dikelola BUMDes Mandiri Labuan, tepatnya di Ruko Ciateul Desa Kalanganyar.

Audiensi dihadiri perwakilan GPMM, pengelola BUMDes, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), pendamping desa, serta Camat Labuan. Dalam forum itu, mahasiswa menyoroti ketidakmampuan pihak BUMDes menunjukkan dokumen perizinan, AMDAL, serta laporan penggunaan anggaran.
Juru bicara GPMM, Rohmat, menyebut audiensi tersebut sebagai uji coba transparansi yang tidak membuahkan hasil.

“Kami meminta dokumen resmi, bukan sekadar penjelasan lisan. Tapi tidak ada satu pun bukti yang ditunjukkan,” ujar Rohmat.

Baca Juga :  Temu Karya di Hotel Wira Tetapkan Tb Bambang Saefullah Ketua Karang Taruna Pandeglang

Ia juga mempertanyakan keberadaan lahan usaha BUMDes yang berada di Desa Kalang Anyar, serta penggunaan dana Ketapang tahun 2025 sebesar Rp290 juta lebih.

“Kalau dananya dipakai untuk usaha bebek, mana bebeknya? di mana dipeliharanya? dan digunakan untuk apa saja anggarannya? Tadi disampaikan juga bahwa BUMDes sudah bisa mendapatkan keuntungan sebesar Rp8 juta itu bukan untung! Modalnya kan ratusan juta, untung darimana,” katanya.

Mahasiswa menilai minimnya keterbukaan berpotensi membuka ruang penyimpangan dan tidak sejalan dengan tujuan pemberdayaan masyarakat desa.

Menanggapi hal itu, Ketua BUMDes Mandiri Labuan, Nadia Karlindasari, menyatakan pihaknya tidak menutup diri terhadap kritik, namun belum dapat membuka data anggaran karena masih menunggu penyusunan SOP dan hasil audit.

“Setelah SOP dan audit selesai, kami akan lebih terbuka,” ujarnya.

Baca Juga :  Sampah di Pasar Labuan Langsung 'Dicukur' Habis

Ia juga menyebut saat ini BUMDes baru mampu menghasilkan omzet sekitar Rp8 juta, sehingga fokus utama masih pada pengembangan usaha agar dapat memberikan kontribusi bagi pendapatan desa.

Camat Labuan, Yayat Hidayat, SKM, menilai audiensi berlangsung kondusif dan menyebut pengelolaan usaha BUMDes sudah berjalan, termasuk usaha bebek petelur yang dikelola sejak Juli 2025.

“Secara umum sudah berjalan, meski tentu kepuasan publik berbeda-beda. Omzet sekitar Rp8 jutaan sudah ada, mudah-mudahan ke depan meningkat,” katanya.

Dalam audiensi yang dinilai gagal ini, mahasiswa menyatakan ketidakpuasan dan menyatakan sikap berhenti dan keluar dalam audiensi (lockout), selain itu mereka berencana akan melakukan aksi lanjutan jika pihak BUMDes tidak segera membuka dokumen legalitas dan laporan penggunaan dana. (mul)

Berita Terkait

Ribuan B3 di Kecamatan Labuan Belum Terima Manfaat Program MBG
Puluhan Rumah di Cibaliung Dihantam Puting Beliung, Bupati Dewi Hadir Pastikan Pemulihan Rumah
Sorakan Warga Tanyakan LPJ BUMDes Bikin Suasana Musrenbangdes Labuan Memanas
Pasar Tradisional Labuan Ditata dan ditertibkan, Pedagang Harus Berdagang Lagi
Koperasi Dituntut Sejahterakan Anggota
Banjir Rendam Wilayah Kecamatan Sukaresmi, Anggota DPRD Pandeglang Dapil 5 Belum Berkunjung
SPPG Panimbang Jaya 2 Distribusikan MBG, Ahli Gizi: Kedepankan Kualitas Makan
Ratusan Prajurit Golok Sakti Diberi Arahan Oleh Wakasad

Berita Terkait

Senin, 9 Februari 2026 - 16:10 WIB

Ribuan B3 di Kecamatan Labuan Belum Terima Manfaat Program MBG

Sabtu, 31 Januari 2026 - 21:44 WIB

Puluhan Rumah di Cibaliung Dihantam Puting Beliung, Bupati Dewi Hadir Pastikan Pemulihan Rumah

Kamis, 29 Januari 2026 - 09:30 WIB

Sorakan Warga Tanyakan LPJ BUMDes Bikin Suasana Musrenbangdes Labuan Memanas

Selasa, 27 Januari 2026 - 15:44 WIB

Pasar Tradisional Labuan Ditata dan ditertibkan, Pedagang Harus Berdagang Lagi

Senin, 26 Januari 2026 - 19:11 WIB

Mekanisme Pengelolaan Diduga Bermasalah, BUMDes di Labuan ‘Disentil’ Pemuda dan Mahasiswa

Berita Terbaru