Pemkot Tangsel Dorong Budidaya Maggot, Sampah Rumah Tangga Diolah Jadi Sumber Ekonomi

- Editorial Team

Selasa, 3 Februari 2026 - 14:50 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PAMULANG (WBO) – Pemerintah Kota Tangerang Selatan mendorong budidaya maggot sebagai solusi pengelolaan sampah organik yang dinilai efektif, murah, dan berkelanjutan, terutama di tingkat rumah tangga dan lingkungan permukiman.

Wakil Wali Kota Tangerang Selatan Pilar Saga Ichsan menegaskan, maggot mampu mengurai sampah organik secara cepat sekaligus memberikan nilai tambah ekonomi bagi masyarakat.

Menurutnya, dengan memberikan pelatihan budidaya maggot kepada masyarakat ini menjadi bagian penting dalam strategi pengurangan sampah dari sumbernya.

“Pakan maggot itu gratis, dari sampah kita sendiri. Tinggal bagaimana kita kelola dan pastikan ada pasar yang menyerap hasilnya,” ujar Pilar dalam Forum Komunikasi Bank Sampah di Kelurahan Pamulang Timur, Tangerang Selatan pada Rabu (28/01/2026).

Baca Juga :  Sambut Kemerdekaan, Pemkot Tangsel Gelar Berbagai Lomba Antar Perangkat Daerah

Ia menjelaskan, sisa makanan dan sampah organik rumah tangga yang selama ini berakhir di tempat pembuangan dapat dimanfaatkan sebagai pakan maggot.

Selain mengurangi volume sampah, hasil budidaya maggot dapat dijual atau dimanfaatkan sebagai pakan ternak, ikan, hingga bahan baku pertanian.

Pilar menekankan, pengelolaan sampah berbasis maggot harus berjalan seiring dengan penguatan bank sampah di setiap lingkungan.

Pemerintah Kota Tangerang Selatan pun mendorong agar setiap RW memiliki dan mengaktifkan bank sampah sebagai simpul pengelolaan sampah warga.

“Kalau bank sampah sudah ada, harus disukseskan. Kalau belum ada, harus dibentuk. Ini harus jadi perhatian serius RW dan warga, karena pengelolaan sampah tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah,” ujar Pilar.

Baca Juga :  Mortir Peninggalan Perang Gegerkan Warga Tangsel, Gegana Turun Tangan

Menurut Pilar, keberhasilan pengelolaan sampah tidak ditentukan oleh teknologi semata, melainkan perubahan kebiasaan masyarakat.

Ia berharap budidaya maggot menjadi gerakan bersama yang tumbuh dari kesadaran warga dalam memilah dan mengolah sampah sejak dari rumah.

“Pendekatan berbasis masyarakat seperti bank sampah dan budidaya maggot perlu diperluas agar menjadi kebiasaan kolektif, bukan sekadar program sesaat. Dengan keterlibatan warga, saya yakin, pengelolaan sampah ini dapat berjalan lebih berkelanjutan dan memberikan manfaat lingkungan sekaligus ekonomi,” tuturnya.(Red)

Berita Terkait

Anggota DPRD Tangsel Ricky Yuanda Bastian Hadiri TawakupanTPQ Al- Huda Pakujaya Permai
Pemkot Tangsel Raih UHC Award Kota Madya, Akses Kesehatan Kian
Sambut HPN 2026, Pilar Ajak Insan Pers dan Warga Tangsel Peduli Lingkungan
Kolaborasi Pemkot, TNI, dan Unsur Masyarakat Gelar Aksi Bersih Lingkungan di Wilayah Tangsel
Perkuat Infrastruktur Pendidikan, Pemkot Tangsel Revitalisasi Belasan Sekolah Sepanjang 2025
Benyamin-Pilar Hadiri Taklimat Presiden Prabowo pada Rakornas Pemerintah Pusat dan Daerah 2026
Kantah BPN Tangsel Gandeng PWI Perkuat Transparansi Layanan Pertanahan
Hadiri Musrenbang Cireundeu Ciptim, Pilar Tekankan Kolaborasi Pengelolaan Sampah di Tangsel

Berita Terkait

Sabtu, 7 Februari 2026 - 19:00 WIB

Anggota DPRD Tangsel Ricky Yuanda Bastian Hadiri TawakupanTPQ Al- Huda Pakujaya Permai

Selasa, 3 Februari 2026 - 14:58 WIB

Pemkot Tangsel Raih UHC Award Kota Madya, Akses Kesehatan Kian

Selasa, 3 Februari 2026 - 14:53 WIB

Sambut HPN 2026, Pilar Ajak Insan Pers dan Warga Tangsel Peduli Lingkungan

Selasa, 3 Februari 2026 - 14:50 WIB

Pemkot Tangsel Dorong Budidaya Maggot, Sampah Rumah Tangga Diolah Jadi Sumber Ekonomi

Selasa, 3 Februari 2026 - 14:48 WIB

Kolaborasi Pemkot, TNI, dan Unsur Masyarakat Gelar Aksi Bersih Lingkungan di Wilayah Tangsel

Berita Terbaru