PENDEKAR BESTI: Inovasi Kabupaten Tangerang dalam Deteksi dan Penanggulangan TBC Berbasis Komunitas

- Editorial Team

Senin, 21 Juli 2025 - 01:57 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TANGERANG (WBO) – Tuberkulosis (TBC) masih menjadi tantangan kesehatan utama di Indonesia, termasuk di Kabupaten Tangerang. Dengan beban kasus yang tinggi dan dampaknya yang luas terhadap kesehatan masyarakat, TBC tidak hanya menyerang individu tetapi juga memberikan tekanan besar pada sistem sosial dan ekonomi, terutama ketika menjangkiti kelompok usia produktif. Dalam konteks yang lebih luas, TBC juga memiliki keterkaitan erat dengan masalah stunting pada anak-anak, karena infeksi kronis yang disebabkan oleh TBC dapat menurunkan status gizi dan menghambat tumbuh kembang anak.

Menjawab tantangan tersebut, Pemerintah Kabupaten Tangerang melalui sektor kesehatan memperkenalkan sebuah inovasi pelayanan publik yang diberi nama PENDEKAR BESTI, singkatan dari Pencarian, Deteksi Kontak Erat TBC dan Obati. Inovasi ini dirancang sebagai respons terhadap lemahnya pelacakan kasus kontak erat TBC, rendahnya kesadaran masyarakat, dan belum optimalnya pemantauan pengobatan pasien secara berkelanjutan.

PENDEKAR BESTI mengusung pendekatan berbasis komunitas yang mengaktifkan peran kader kesehatan sebagai ujung tombak dalam mendeteksi, melaporkan, dan memantau kasus TBC. Melalui pelatihan teknis yang diberikan kepada kader, inovasi ini memperkuat sistem pelaporan digital sederhana dengan menggunakan Google Form dan WhatsApp sebagai media komunikasi cepat dan real-time. Dengan sistem ini, pelaporan kasus menjadi lebih cepat, akurat, dan langsung dapat ditindaklanjuti oleh puskesmas. Kader juga melakukan kunjungan rumah secara aktif untuk edukasi, pemantauan minum obat, serta pelacakan kontak erat dari pasien yang telah terkonfirmasi.

Baca Juga :  Pemkab Tangerang Dorong Kaum Milenial Tingkatkan Kesadaran Taat Pajak

Sebelum adanya inovasi ini, pelacakan kontak erat dilakukan secara pasif dan cenderung menunggu laporan dari pasien, sementara sistem pelaporan masih manual dan tidak jarang mengakibatkan keterlambatan intervensi. Edukasi kepada masyarakat pun dilakukan secara terbatas. Namun setelah implementasi PENDEKAR BESTI, pendekatan menjadi lebih aktif dan terstruktur. Kader secara langsung terlibat dalam pelacakan, edukasi massal, serta pendampingan pasien selama masa pengobatan.

Keunggulan dari inovasi ini adalah keterpaduannya dengan program penurunan stunting. Anak-anak yang tinggal serumah dengan pasien TBC menjadi sasaran utama pemantauan karena risiko tinggi terhadap infeksi dan gangguan gizi. Dengan pengawasan yang ketat terhadap pengobatan pasien dan edukasi pola hidup sehat di lingkungan keluarga, inovasi ini berhasil menurunkan angka drop-out pengobatan TBC sekaligus menurunkan prevalensi stunting pada keluarga dengan riwayat TBC.

Dari sisi keberlanjutan, PENDEKAR BESTI menggunakan teknologi sederhana namun efektif, seperti penggunaan form digital yang dapat diakses melalui ponsel, pelaporan via WhatsApp group kader, dan dashboard monitoring yang memudahkan tim puskesmas untuk melihat perkembangan kasus. Dengan keterlibatan lintas sektor dan tokoh masyarakat, inovasi ini menjadikan penanggulangan TBC sebagai gerakan sosial yang menyatu dengan kehidupan masyarakat.

Baca Juga :  Bupati Tangerang Hadiri Santunan Yatim dan Khitanan Massal di Desa Daru

Hasil dari penerapan PENDEKAR BESTI menunjukkan peningkatan signifikan dalam jumlah pelaporan kasus TBC dan kontak erat, meningkatnya kepatuhan pasien dalam menjalani pengobatan, serta terbentuknya jejaring kader yang aktif dan terlatih. Lebih dari itu, inovasi ini telah melahirkan model intervensi komunitas yang tidak hanya relevan untuk TBC, tetapi juga potensial untuk direplikasi pada penyakit menular lainnya dan penguatan program kesehatan masyarakat berbasis keluarga.

Dengan PENDEKAR BESTI, Kabupaten Tangerang menunjukkan bahwa inovasi pelayanan publik tidak harus bergantung pada teknologi tinggi, tetapi dapat hadir melalui kolaborasi masyarakat, pendekatan sederhana, dan komitmen kuat untuk menciptakan perubahan yang nyata. Inovasi ini menjadi langkah maju dalam mencapai target eliminasi TBC tahun 2030 dan memperkuat agenda nasional penurunan stunting secara terintegrasi dan berkelanjutan.(Red)

Berita Terkait

Pengusaha Ultra dan Super Mikro Kabupaten Tangerang Siap Naik Kelas
Pemkab Tangerang Matangkan Persiapan Pengamanan Nataru
Pemkab Tangerang Dukung Penerapan Pidana Kerja Sosial Sesuai KUHP yang Baru
Bupati Tangerang Minta Dekranasda Perluas Jangkauan UMKM
Pemkab Tangerang Matangkan Persiapan Pengamanan Nataru
Bapenda Banten Dorong Kolaborasi Provinsi–Kabupaten/Kota Optimalkan Opsen Pajak
Bupati Tangerang Tutup Kejuaraan Sepak Bola GMT Cup U-10 dan U-12
Penghargaan Perlindungan Konsumen 2025, Pemkab Tangerang Raih Predikat Pasar Tertib Ukur

Berita Terkait

Rabu, 10 Desember 2025 - 19:23 WIB

Pengusaha Ultra dan Super Mikro Kabupaten Tangerang Siap Naik Kelas

Rabu, 10 Desember 2025 - 19:20 WIB

Pemkab Tangerang Matangkan Persiapan Pengamanan Nataru

Rabu, 10 Desember 2025 - 19:17 WIB

Pemkab Tangerang Dukung Penerapan Pidana Kerja Sosial Sesuai KUHP yang Baru

Selasa, 9 Desember 2025 - 21:13 WIB

Bupati Tangerang Minta Dekranasda Perluas Jangkauan UMKM

Selasa, 9 Desember 2025 - 21:12 WIB

Pemkab Tangerang Matangkan Persiapan Pengamanan Nataru

Berita Terbaru

Kota Tangerang

Sachrudin: Jadikan Prestasi Motivasi untuk Tingkatkan Layanan Publik

Rabu, 10 Des 2025 - 23:44 WIB