Pandeglang (WBO) – Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kabupaten Pandeglang mengaku tidak tahu menahu soal siapa pemegang unit bantuan alat pertanian Rice Combine Harvester dari pemerintah untuk Kelompok Tani (Poktan) Bangun Tani 2 Desa Umbulan dan Poktan Karang Pawitan 5 Desa Sumurbatu Kecamatan Cikeusik.
Saat dikonfirmasi WBO, pihak DPKP hanya mengetahui H. A. Rohman selaku Ketua Poktan Bangun Tani 2 Desa Umbulan dan Umar selaku Ketua Poktan Karang Pawitan 5, Desa Sumurbatu, yang belum lama ini menerima bantuan Rice Combine Harvester di Kecamatan Cikeusik.
“Saya tidak tahu Rasna. Saya ga ada urusan sama pak haji Jamani kang, karena saya menyerahkan barangnya bukan ke pak haji Jamani,” ungkap Nuridawati, Kepala Bidang (Kabid) Tanaman Pangan dan Hortikultura pada (DPKP) Kabupaten Pandeglang.
“Kemarin yang menerimanya pak Umar dan di base-nya juga pak Umar,” kata Nuridawati, setelah ditanya WBO soal kapasitas H. Jamani yang memegang Rice Combine Harvester di Desa Sumurbatu.
Membahas tentang kesanggupan Poktan dalam menerima dan memegang bantuan Rice Combine Harvester dari Pemerintah berikut keseriusan pihak pemerintah dalam memverifikasi kelayakan penerima manfaat, Nuridawati menegaskan bahwa Poktan sudah menandatangani kesanggupan untuk mengelola alat tersebut.
“Dan kelompok tersebut sudah lolos verifikasi. Adapun permasalahan di kelompok kami tidak tahu dan nanti kita cek kebenarannya,” tegasnya.
Diberitakan sebelumnya, H. A. Rohman selaku Ketua Poktan Bangun Tani 2 Desa Umbulan mengakui bahwa ia yang menerima bantuan alat pertanian Rice Combine Harvester tersebut, namun Rohman belum bisa menjelaskan lebih jauh soal unit yang diterimanya berada di tempat Rasna.
“Iya dapat, tanggalnya lupa, mereknya Tani Kaya, sebenarnya kami mah melanjutkan, sebelumnya ketuanya Pak Ujang selaku ketua awal yang mengusulkan, Yang ngambilnya Pak Rasna, yang menandatangani waktu itu serah terima saya,” akunya.
Saat ditanya soal pengelolaan dan penggunaan Rice Combine, ia juga mengaku belum bisa menjelaskan sepenuhnya, lantaran, ia merasa keterbatasan soal penggunaan dan kronologis seputar usulan dan perolehan Rice Combine.
Selain itu, Rohman juga berharap agar Rasna yang turut menjelaskan langsung segala sesuatunya, namun sangat disayangkan, dari kontak yang didapat, Rasna belum bisa dihubungi.
Selain itu, untuk mendapatkan penjelasan dari H. Jamani terkait klarifikasi informasi pemegang Rice Combine Harvester di Desa Sumurbatu Kecamatan Cikeusik, informasi yang diterima H. Jamani sudah tiga hari sedang sakit dan berobat ke Rumah Sakit Sari Asih Serang. (mul)






