Serang, (WBO) – Nyaris setiap pasca pesta demokrasi baik di pusat maupun daerah cenderung menimbulkan sisa sisa fanatisme politik gaya klasik yang hal itu berdampak pula kepada personal aparatur sipil negara (ASN) yang secara keliru divonis menjadi bagian dari tim sukses (timses) lawan politik.
Sementara dalam tubuh ASN sendiri ada regulasi yang mengharuskan seluruh aparatur sipil negara memiliki loyalitas kepada institusi, pimpinan dan negara, seperti yang tertuang dalam Undang Undang dan Peraturan Pemerintah (UU dan PP).
Hal itu disampaikan oleh Andri, aktivis pemerhati kebijakan pemerintah saat diminta komentarnya terkait roda pemerintahan di Kabupaten Serang, yang disinyalir masih ada pihak yang baper (bawa perasaan) terhadap birokrasi yang ada saat ini.
“Idealnya dalam kontestasi politik daerah baik di Provinsi, Kabupaten dan Kota, pemenang harus bisa merangkul dan menyatukan kembali perbedaan pandangan politik dan pilihan saat kontestasi tersebut digelar.” Ujar Andri, di kediamannya beberapa waktu lalu.
Ditambahkan olehnya, pada dasarnya tidak ada satupun ASN yang berkenan dengan sukarela menjadi timses atau berpolitik praktis membela partai ataupun kandidat tertentu karena konsekwensi hukumnya lebih berat ketimbang apa yang mereka dapatkan.
Sekedar untuk diketahui hingga saat ini beredar rumor di lingkungan Pemerintah Daerah Kabupaten Serang, akan adanya rotasi, mutasi dan promosi sejumlah pejabat dan pegawai ASN di sana, dan yang lebih mengherankan dan membuat terkejut media ini terendus adanya dugaan saling sikut dan munculnya oknum oknum ASN yang menjadi penjilat dengan menggunakan lisan dan gayanya masing masing.
Terkait hal itu Andri mengatakan, hal semacam itu sudah dianggap menjadi sesuatu hal yang lumrah yang nyaris dalam institusi swasta pun terjadi.
Namun ungkap Andri, semua itu tergantung dari pihak Kepala Daerah atau pemimpin di daerah tersebut, berkenan atau tidak untuk dijilat.
“Saya sangat yakin dan percaya sosok Ibu Zakiyah (read: Bupati Serang) merupakan sosok pemimpin yang inklusif dan memiliki kredibilitas yang cukup tinggi dan sangat profesional dan obyektif untuk menempatkan para bawahannya sesuai dengan prestasi, kinerja, serta integritas masing masing.” Pungkasnya. (Matt)






