Pandeglang (WBO) – Sebanyak 706 siswa-siswi kelas VIII dan IX Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 2 Labuan, menjadi penerima manfaat dari program Makan Bergizi Gratis (MBG). Hal itu dianggap bisa memicu kekisruhan dan kecemburuan sosial terhadap siswa kelas VII yang berjumlah 378, lantaran tidak mendapatkan MBG.
“Selain itu, agar tidak mengganggu aktivitas belajar dan mengajar para guru dan siswa pelajar, jadwal pendistribusian ke sekolah dari dapur juga harus tepat waktu, karena khawatir jika kelamaan disimpan pada tempatnya nanti jadi pengurangan terhadap mutu bahkan bisa basi dari porsi makan tersebut, idealnya sih pas makan siang,” ungkap Harto Sugiharto selaku Wakasek kesiswaan kepada WBO, Senin (25/8/2025).
“Kami juga harus disibukkan dengan menangani banyak komentar, atau hal-hal yang khawatirnya memicu kekisruhan atas dasar kecemburuan sosial, karena untuk kelas 7 yang berjumlah 378 tidak mendapatkan makan bergizi gratis, namun demikian kami ucapkan terima kasih kepada Pak Presiden Prabowo atas program yang diluncurkannya, sangat bermanfaat untuk pemenuhan gizi anak bangsa,” katanya.
Sementara, Oyok Fathurrohman, Wakasek Kurikulum, memuji program MBG yang dinilai bermanfaat, hanya saja pelaksanaannya perlu lebih selektif.
“Ya, progamnya sangat bagus Pak Presiden ini, sangat bermanfaat, tinggal yang mendapatkan tugasnya saja harus lebih selektif. Kalaupun mau, pagi-pagi sekalian pengirimannya pada saat jam sarapan, jadi siswa bisa sarapan dulu sebelum melakukan aktivitas belajarnya. Ini perlu dievaluasi lagi terkait jadwal pendistribusian bagi pihak pengelola dapur, jadi jangan sampai ada persoalan armada atau SDMnya karena itu bagian dari resiko dan tanggung jawabnya,” terang Oyok Fathurrohman.
“Kelas VII tidak mendapatkan saja ini bisa memicu, bagaimana nanti jadinya siswa yang tidak mendapatkan ada kecemburuan, belum nanti terdengar oleh orang tua wali siswanya, kita harus jaga perasaan semuanya, yang jelas perlu evaluasi kaitan dengan jumlah dan jadwal pendistribusian, apa lagi kita sudah menginformasikan ke semua siswa kelas VII termasuk grup orang tua siswa kalau SMPN 2 Labuan akan ada pengiriman MBG,” ujarnya.
Di tempat terpisah, tepatnya di SMPN 1 Labuan, Wakil Bupati Pandeglang, Iing Andri Supriadi, yang sedang melakukan launching MBG dengan dapur lokasi Karabohong Desa Labuan, saat ditanya tidak adanya air mineral pada porsi MBG, memastikan banyak evaluasi yang akan dilakukan.
“Nanti kita pertanyakan ke SPPGnya, ke pendampingnya, ke pengelolanya, yang jelas ini kan baru tahapan program Pak Prabowo di awal ini, tentu nanti akan banyak evaluasi – evaluasi akan banyak perbaikan-perbaikan supaya bagaimana kekurangan-kekurangan tersebut kedepannya bisa kita wujudkan kita realisasikan kekurangan-kekurangan tadi,” tandasnya. (mul)






