SERPONG (WBO) – Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) menargetkan Universal Health Coverage atau Cakupan Kesehatan Semesta ditaregtkan capai 100 persen pada 2029. Tak hanya itu, angka kemiskinan juga ditargetkan turun.
Hal itu diungkapkan Wali Kota Tangerang Selatan Benyamin Davnie usai Rapat Paripurna dalam Rangka Jawaban Wali Kota Terhadap Pandangan Umum Fraksi-Fraksi atas Raperda RPJMD Tahun 2025-2029 di Gedung DPRD Kota Tangsel, Senin, 28 Juli 2025.
Benyamin menerangkan, arah kebijakan dan program strategis Pemerintah Kota Tangsel pada RPJMD 2025-2029 itu sesuai dengan visi Tangsel yang unggul, inklusif, inovatif, kolaboratif dan kota lestari.
“Kita jabarkan ke 5 misi, ada indikator-indikator makro yang ingin dicapai dalam RPJMD 2025-2029 tersebut,” terang Benyamin usai rapat paripurna.
Benyamin menerangkan, target yang ingin dicapai dalam RPJMD 2025-2029 itu. Dalam bidang kesehatan, pihaknya menargetkan UHC 100 persen pada 2029 dan peningkatan pelayanan kesehatan.
“Untuk kesehatan kita targetkan UHC 100 persen dan mendorong cek kesehatan gratis, layanan kesehatan Ngider Sehat Prima,” terangnya.
Sementara pada bidang pendidikan, Benyamin menyebut, pihaknya akan membangun unit gedung sekolah baru tingkat SMP untuk meningkatkan harapan angka partisipasi sekolah.
“Kita ingin menambah unit sekolah baru untuk mendorong partisipasi sekolah anak-anak kita jadi 12 tahun, mudah-mudahan tahun ini tercapai karena terakhir 11,8 tahun, akan kami tingkatkan angka harapan sekolah. Kita ingin menambah unit SMP baru, kalau SD relatif sudah menyebar,” ungkap Benyamin.
Sementara pada bidang ekonomi, selain meningkatkan penghasilan daerah (PAD) melalui investasi, pihaknya juga fokus untuk mengurangi angka jumlah kemiskinan di Kota Tangsel. Saat ini angka kemiskinan di Kota Tangsel 2,4 persen dan pengangguran 4 persen.
“Penurunan angka kemiskinan walaupun 0,1 persen atau 0,2 persen itu juga menyangkut ribuan orang. Tadi juga sudah dijawab pertanyaan itu muncul dari Fraksi-fraksi di DPRD. Selain bantuan sosial kita juga akan tingkatkan melalui pelatihan kerja, bukan hanya modal tapi bantuan-babtuan yang dibutuhkan oleh masyarakat miskin, supaya mereka bekerja di ekonomi kreatif,” pungkas Benyamin.(Red)






