Wagub Banten A Dimyati Natakusumah Ajukan Tambahan Lokasi Sekolah Rakyat

- Editorial Team

Jumat, 11 Juli 2025 - 07:24 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wakil Gubernur Banten A Dimyati Natakusumah

Wakil Gubernur Banten A Dimyati Natakusumah

Banten (WBO)- Wakil Gubernur Banten A Dimyati Natakusumah ungkapkan dirinya ajukan tambahan lokasi pembangunan Sekolah Rakyat ke Menteri Sosial Republik Indonesia Saifullah Yusuf.

Di Provinsi Banten, dua Sekolah Rakyat yang sudah siap berada di Kota Tangerang Selatan dan Kabupaten Lebak.

Hal itu diungkap Dimyati usai melakukan Penandatanganan Perjanjian Pinjam Pakai Sementata Barang Milik Daerah dan Barang Milik Universitas dalam Rangka Penyelenggaraan Sekolah Rakyat di Gedung Aneka Bhakti Kementerian Sosial Jl Salemba Raya No.10 Jakarta, Kamis (10/7/2025).

“Hari ini penandatanganan pinjam pakai untuk Sekolah Rakyat di Provinsi Banten, tepatnya di Kabupaten Lebak dan Kota Tangerang Selatan. Pemprov Banten dan pemerintah kabupaten/ kota sangat mendukung program Sekolah Rakyat. Program ini harus sukses dan didukung oleh segenap elemen,” Dimyati.

Dikatakan, di Provinsi Banten kemungkinan akan ada beberapa lagi Sekolah Rakyat. Pihaknya sudah mengusulkan untuk dibangun Sekolah Rakyat di Kabupaten Pandeglang, Kabupaten Tangerang, Kabupaten Serang, serta kota – kota yang ada di Provinsi Banten.

“Mudah – mudahan ini bisa terwujud. Program ini sangat bagus sekali untuk membantu masyarakat kecil atau masyarakat miskin, rakyat Indonesia,” pungkas Dimyati.

Baca Juga :  Antisipasi Isu Kenaikan BBM, Sejumlah SPBU Dipadati Antrean Warga

Dalam paparannya Menteri Sosial Republik Indonesia, Saifullah Yusuf mengatakan Sekolah Rakyat merupakan penyelenggaraan pendidikan yang pertama kalinya di Indonesia sebagai lembaga pendidikan melalui kolaborasi berbagai pihak.

“Kementerian Sosial sebagai penanggung jawab operasional. Sekolah Rakyat adalah gagasan langsung dari Presiden Prabowo Subianto. Kami ditugaskan menerjemahkan dengan baik dalam pelaksanaan rintisan penyelenggaraan,” ungkapnya.

Dikatakan Yusuf kesepahaman dilakukan dengan 44 pemerintah daerah dan tiga universitas. Sedangkan untuk aset Kementerian Sosial tidak perlu kesepahaman.

Dipaparkan, pada tahap pertama Sekolah Rakyat berada pada 100 titik lokasi. Sebanyak 63 titik target operasional pada pertengah Juli dengan 6.130 siswa dalam 256 rombongan belajar (rombel). Sedangkan 37 titik target operasional pada akhir Juli dengan 3.625 siswa dalam 139 rombel.

Total tahap pertama 9.755 siswa dalam 395 rombel di jenjang SD, SMP, dan SMA. Sedangkan pada tahap kedua akan akan dibangun 202 Sekolah Rakyat. Sebanyak 51 titik lokasi Balai Latihan Kerja Kementerian Tenaga Kerja dan 45 titik milik dinyatakan layak.

Baca Juga :  Bupati Serang Beri Pelatihan Capacity Building Kepala OPD dan Camat

Mensos Saifullah Yusuf menjelaskan, Sekolah Rakyat berdiri berbasis data. Sekolah Rakyat merupakan strategi besar Presiden Prabowo Subianto memutus rantai kemiskinan, memperluas pendidikan, dan menyiapkan Generasi Emas 2045.

Dijelaskan, rekrutmen siswa berdasarkan Data Terpadu Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) Desil 1 miskin dan miskin ekstrem serta dilakukan kunjungan dengan BPS untuk wawancara ke orang tua calon siswa.

Dari keluarga tidak sekolah, belum sekolah atau berpotensi putus sekolah. indeks pembiayaan siswa Rp48,25 juta di tahun pertama.

“Mohon kepala daerah kawal rekrutmen siswa agar tepat sasaran,” pinta Mensos Saifullah Yusuf.

Seperti diungkap Ketua Tim Ahli Sekolah Rakyat Prof Muhammad Nuh, tema besar Sekolah Rakyat memuliakan dan membahagiakan kaum dhuafa. Bukan sekedar menyekolahkan.

Sebagai bagian dari melunasi janji kepada warga yang masih miskin melalui pendidikan.

Sebagai sistem rekayasa sosial yang sudah teruji dan terpuji untuk memotong kemiskinan.

“Kehadiran Sekolah Rakyat menjangkau yang tidak terjangkau supaya bisa sekolah. Memungkinkan yang tidak mungkin. Esensi Indonesia Emas 2045 adalah kebangkitan kaum dhuafa. Kalau kaum dhuafa belum bangkit ya masih seperti ini,” ungkapnya.(Rls/Red)

Berita Terkait

Bupati Serang Resmikan Gerai Samsat Bojonegara, Permudah Layanan Pajak Kendaraan
Wagub Banten Ajak Buruh Perkuat Persatuan demi Jaga Iklim Investasi
Soroti Penempatan Jemaah Haji Banten, Wahidin Halim Pertanyakan Keadilan dan Jarak ke Masjidil Haram
Waspadai Calo Rekrutmen Polri!
Balita Asal Cigeulis Derita Tumor Ganas, Keluarga Terkendala Biaya Pengobatan
Lubang Jalan Picu Kecelakaan Menimpa Mahasiswi
Safari Ramadan, Wagub Dimyati Bantu Renovasi Dua Rumah Milik Lansia di Cilegon
Pemkot Serang Luncurkan Program Berbudi, Tawarkan Pinjaman Modal UMKM Bunga 1 Persen

Berita Terkait

Rabu, 15 April 2026 - 15:21 WIB

Bupati Serang Resmikan Gerai Samsat Bojonegara, Permudah Layanan Pajak Kendaraan

Rabu, 15 April 2026 - 15:17 WIB

Wagub Banten Ajak Buruh Perkuat Persatuan demi Jaga Iklim Investasi

Rabu, 15 April 2026 - 14:53 WIB

Soroti Penempatan Jemaah Haji Banten, Wahidin Halim Pertanyakan Keadilan dan Jarak ke Masjidil Haram

Rabu, 8 April 2026 - 07:01 WIB

Waspadai Calo Rekrutmen Polri!

Selasa, 7 April 2026 - 12:08 WIB

Balita Asal Cigeulis Derita Tumor Ganas, Keluarga Terkendala Biaya Pengobatan

Berita Terbaru

Kota Tangerang

Maryono: Kinerja Optimal Berawal dari Penempatan Talenta yang Tepat

Kamis, 16 Apr 2026 - 19:27 WIB