291 Siswa Inklusi SD di Pandeglang Ikuti Tes Psikologi

- Editorial Team

Sabtu, 17 Januari 2026 - 16:50 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pandeglang (WBO) – Sebanyak 291 siswa sekolah dasar (SD) dari empat kecamatan di Kabupaten Pandeglang mengikuti tes psikologi (psikotest) khusus siswa inklusi zona 3. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Sabtu (17/1/2026) di SDN 1 Teluk, Kecamatan Labuan.

Pengurus Harian Kelompok Kerja Guru Sekolah Inklusi (KKGSI) Kabupaten Pandeglang, Eneng Nurhasanah, M.Pd., M.M., mengatakan bahwa peserta tes psikologi berasal dari Kecamatan Carita, Labuan, Pagelaran, dan Panimbang. Kegiatan ini bertujuan untuk mendeteksi sejak dini kondisi perkembangan anak, khususnya siswa yang dinilai memiliki kebutuhan khusus.

“Seharusnya lima kecamatan, namun Cigeulis dilaksanakan terpisah karena jaraknya cukup jauh. Asesmen psikologis ini penting agar guru dan orang tua dapat memahami karakter, kemampuan, serta kebutuhan belajar masing-masing anak. Dengan begitu, metode pembelajaran bisa disesuaikan dengan usia mental dan kemampuan siswa,” ujar Eneng kepada WBO.

Ia menjelaskan, asesmen dilakukan dalam satu hari dengan melibatkan tujuh orang psikolog. Peserta tes merupakan siswa yang telah diseleksi oleh guru pembimbing di sekolah masing-masing.

“Yang ikut tes hanya kelas 3 sampai 6. Anak kelas 1 dan 2 yang belum lancar membaca atau berhitung masih dianggap wajar, kecuali ada tanda-tanda yang terlihat jelas seperti Down Syndrome dan sejenisnya. Hasil tes nantinya diserahkan kepada guru dan orang tua sebagai bahan evaluasi dan pedoman dalam mendidik anak, baik di sekolah maupun di rumah,” terangnya.

Baca Juga :  Siswa SMPN 2 Labuan Pandeglang Gelar Masa Orientasi Pramuka Penuh Semarak

Eneng juga menjelaskan bahwa dalam proses pembelajaran di sekolah, siswa anak berkebutuhan khusus (ABK) dibimbing oleh satu guru kelas dengan perbandingan sekitar lima siswa untuk satu guru pembimbing.

“Mengingat keterbatasan kuota, jumlah guru pembimbing menyesuaikan dengan jumlah siswa ABK di masing-masing sekolah. Meski bukan guru khusus ABK, para guru terus dibekali pelatihan dan materi pendukung,” Sebut Eneng

Melalui kegiatan ini, KKGSI Kabupaten Pandeglang berharap pembelajaran di sekolah-sekolah inklusi dapat berjalan lebih optimal dan membantu siswa berkembang sesuai potensi yang dimiliki.

“Meski ada kendala dari orang tua yang kesulitan membawa anaknya karena sulit dibujuk, semoga dengan adanya tes psikologi ini anak-anak bisa lebih fokus belajar, sehingga meski berbeda tetap memiliki kemampuan yang sama di sekolah,” katanya.

Baca Juga :  Fondasi Transformasi Pendidikan (Bagaimana Siklus Mutu Berbasis Data Mencetak Generasi Emas 2045)

Salah satu penguji, Maripah, M.Psi., menjelaskan bahwa kegiatan ini berupa asesmen psikologis dan perkembangan anak, meliputi observasi perilaku dan belajar, wawancara pendukung, serta screening kemampuan kognitif.

“Screening kemampuan kognitif dilakukan melalui tes psikologi, khususnya untuk anak-anak yang terindikasi slow learner (lambat belajar),” ungkap Marpiah.

Di tempat yang sama, Kepala SDN 1 Teluk, Jupri, S.Pd., juga turut memaparkan bahwa dari sekolahnya terdapat sekitar 15 siswa yang mengikuti tes, tersebar di kelas 3, 4, dan 5.

“Sekolah kami ada 15 anak yang ikut, masing-masing lima orang per kelas nya. Tes ini untuk memastikan apakah anak-anak masuk kategori ABK atau tidak, agar penilaian guru tidak keliru,” papar Jupri.

Sebagai salah satu sekolah inklusi, Jupri menilai tes tersebut sangat membantu siswa dan guru dalam proses belajar mengajar.

“Dengan adanya tes ini, perkembangan anak-anak berkebutuhan khusus cukup signifikan. Mereka lebih fokus belajar dan guru pembimbing juga tidak terlalu terkendala dengan kondisi anak didiknya,” tandasnya. (mul)

Berita Terkait

Ribuan B3 di Kecamatan Labuan Belum Terima Manfaat Program MBG
Puluhan Rumah di Cibaliung Dihantam Puting Beliung, Bupati Dewi Hadir Pastikan Pemulihan Rumah
Sorakan Warga Tanyakan LPJ BUMDes Bikin Suasana Musrenbangdes Labuan Memanas
Pasar Tradisional Labuan Ditata dan ditertibkan, Pedagang Harus Berdagang Lagi
Mekanisme Pengelolaan Diduga Bermasalah, BUMDes di Labuan ‘Disentil’ Pemuda dan Mahasiswa
Koperasi Dituntut Sejahterakan Anggota
Banjir Rendam Wilayah Kecamatan Sukaresmi, Anggota DPRD Pandeglang Dapil 5 Belum Berkunjung
SPPG Panimbang Jaya 2 Distribusikan MBG, Ahli Gizi: Kedepankan Kualitas Makan

Berita Terkait

Senin, 9 Februari 2026 - 16:10 WIB

Ribuan B3 di Kecamatan Labuan Belum Terima Manfaat Program MBG

Sabtu, 31 Januari 2026 - 21:44 WIB

Puluhan Rumah di Cibaliung Dihantam Puting Beliung, Bupati Dewi Hadir Pastikan Pemulihan Rumah

Kamis, 29 Januari 2026 - 09:30 WIB

Sorakan Warga Tanyakan LPJ BUMDes Bikin Suasana Musrenbangdes Labuan Memanas

Selasa, 27 Januari 2026 - 15:44 WIB

Pasar Tradisional Labuan Ditata dan ditertibkan, Pedagang Harus Berdagang Lagi

Senin, 26 Januari 2026 - 19:11 WIB

Mekanisme Pengelolaan Diduga Bermasalah, BUMDes di Labuan ‘Disentil’ Pemuda dan Mahasiswa

Berita Terbaru