Kota Tangerang (WBO)- Penempatan jemaah haji asal Banten pada pelaksanaan Ibadah Haji 2026 menuai sorotan dari anggota Komisi VIII DPR RI, Wahidin Halim. Ia menilai penempatan tersebut tidak proporsional dan berpotensi merugikan kenyamanan jemaah.
Dalam rapat kerja Komisi VIII bersama Menteri Haji dan Umrah, Mochamad Irfan Yusuf, Selasa (14/4/2026), Wahidin mengungkapkan adanya laporan bahwa jemaah asal Banten ditempatkan jauh dari pusat aktivitas ibadah di Makkah, Arab Saudi.
Menurutnya, jemaah haji Banten ditempatkan di Tower Al Hidayah yang berjarak sekitar 13,5 kilometer dari Masjidil Haram. Kondisi ini dinilai dapat mengganggu mobilitas jemaah, terutama di tengah potensi kemacetan.
“Kenapa Banten diperlakukan tidak adil? Kenapa Banten justru ditempatkan pada posisi yang terlalu jauh,” ujar Wahidin, yang akrab disapa WH.
Ia menegaskan, sepanjang sejarah penyelenggaraan ibadah haji, jemaah asal Banten belum pernah ditempatkan di lokasi sejauh itu. Jarak yang jauh ditambah potensi kemacetan, dinilai dapat menghambat jemaah dalam menjalankan rangkaian ibadah secara optimal.
“Kalau macet, mereka tidak bisa bergerak. Lalu di mana jaminan rasa nyaman dan aman,” lanjutnya.
Lebih jauh, Wahidin juga mempertanyakan dasar kebijakan tersebut, termasuk kemungkinan adanya pertimbangan efisiensi biaya dalam penempatan jemaah.
“Apakah karena lebih murah? Berapa margin yang didapatkan? Lalu apakah jemaah yang jauh itu mendapat insentif,” katanya.
Legislator dari Partai NasDem itu menegaskan, keluhan jemaah haji Banten harus menjadi perhatian serius pemerintah. Ia pun berkomitmen untuk terus memperjuangkan hak serta kenyamanan jemaah sebagai bagian dari tanggung jawabnya sebagai wakil rakyat.
“Ini harus jadi perhatian serius. Saya akan memperjuangkan warga Banten di dapil saya,” tegasnya.(77*)






