Pandeglang (WBO) – Tumpukan sampah di Pasar Labuan yang baru saja dicukur habis pada Rabu (29/10) oleh gabungan elemen, diduga beralih tempat. Tumpukan sampah baru dari pihak yang tidak bertanggung jawab itu kini terlihat di lahan PT. Kereta Api Indonesia (KAI) di deretan Pasar Tradisional Labuan bagian belakang, yang membatasi antara Desa Labuan dengan Desa Cigondang Kecamatan Labuan Kabupaten Pandeglang.
Sampah itu diduga akan dibuang di jalan Pasar Labuan seperti biasanya, namun karena sudah dibersihkan dan dipasang tenda pos penjaga, oknum mencari tempat pembuangan lain. Lokasi pasar tradisional di lahan milik PT. KAI yang dikelola oleh PT. Sinar Labuan Sejahtera (SLS) menjadi sasaran lokasi pembuangan.
Tb. Agus Munajat pihak manajemen PT. SLS saat dikonfirmasi WBO membenarkan kejadian itu. Agus mengaku bahwa anak buahnya sering melihat pengendara motor membawa bungkusan sampah yang dibuang di lokasi pasar yang dikelolanya.
“Benar kang, saya dapat laporan dari pekerja saya, katanya bawa motor nyolong-nyolong buang sampah di situ. Kejadian itu sering, setelah pasar yang di depan yang awalnya dijadikan sasaran pembangunan sampah dijaga ada pos penjagaannya, akhirnya di lokasi yang saya kelola jadi bertambah tumpukan sampah,” aku Tb. Agus Munajat kepada WBO, Sabtu (1/11/2025).
Selaku pengelola pasar, Agus berharap ada solusi terbaik dari Pemerintah terkait guna menangani hal ini.
“Kalau kita bukan berarti tidak mengizinkan dan bukan berarti mengizinkan juga untuk dijadikan tempat pembuangan sampah sementara, artinya tolong bagaimana caranya agar tidak berserakan, untuk sementara selama belum ada pembangunan di situ, simpan bak kontainer sampahnya biar rapih dan tolong diangkut setiap hari oleh petugas kebersihan dari pihak Dinas Lingkungan Hidupnya,” ujarnya.
Menurut dia, jika dibiarkan seperti itu dan tidak segera mencari solusi terbaik seperti menyimpan bak kontainer sementara untuk tempat sampah dan diangkut setiap hari, lama kelamaan itu akan semakin jadi kumuh.
“Nanti tidak bagus, dan dapat merugikan banyak pihak termasuk para pedagang di sekitarnya. Kita juga pengelola sebelumnya mengurus dan menempuh izin dan segala sesuatunya dulu, termasuk membayar pajak,” katanya
Di lokasi terpisah, Aminudin selaku koordinator lapangan petugas
kebersihan dari pihak Dinas Lingkungan Hidup Pandeglang saat dikonfirmasi soal bak kontainer sampah menjelaskan tidak ada.
“Saat ini tidak ada bak kontainer sampah yang tidak dipakai, ada juga itu yang nempel di mobil-mobil pengangkut, tapi itu kan untuk keliling ngambilin sampah di titik-titik lokasi penyimpanan sampah sementara, seperti keliling ke pemukiman warga dan sekitarnya,” tandasnya. (mul)






