Pandeglang (WBO) – Sebanyak 383 siswa Sekolah Dasar Negeri (SDN) Cigondang 2 yang berada di Kecamatan Labuan Kabupaten Pandeglang, mengeluh dan merasa kecewa seperti diberi harapan palsu alias di-PHP, lantaran merasa dibohongi karena awalnya akan menerima Makan Bergizi Gratis (MBG). Namun dari waktu yang sudah dijanjikan dan tertuang dalam MoU terhadap SDN Cigondang 2 dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Dapur Mandiri Labuan Yayasan Cahaya Anagata Nusantara pada hari Senin (25/8/2025), MBG ke SDN Cigondang 2 tak kunjung datang.
Kekecewaan itu salah satunya diungkapkan oleh Uhan Subhandudin, Warga Kp. Cigondang Kramat, RT:07-RW:02 Kampung Cigondang kramat, Desa Cigondang, yang anaknya tercatat kelas 1 di SDN Cigondang 2.
“Anak saya M. Ajib Jaelani, kelas satu, waktu itu anak kami ke sekolah bawa wadah nasi, tapi kenyataannya gitu lecor, jadi wali kelas sudah mewanti-wanti untuk bawa wadah dari rumah, pas ke sekolah zonk,” ungkap Uhan Subhandudin kepada WBO, Rabu (27/8/2025).
“Perasaan kami sangat kecewa, janji itu harus ditepati, kalau sanggup bilang sanggup, kalau tidak sanggup ya jangan memakasakan, kami di-PHP jadinya,” ungkapnya kesal.
Sementara, Saepul Bahri selaku Pjs Kepala SDN Cigondang 2 menjelaskan bahwa para wali kelas memberitahukan agar siswa-siswi membawa wadah nasi dari rumah masing-masing adalah inisiatif, mengantisipasi jika ada yang tidak dimakan di sekolah atau tidak habis.
“Untuk itu wadah nasi dari dapur kan akan dibawa kembali, nah nasinya yang tidak kemakan di sekolah bisa dibawa pulang oleh anak-anak menggunakan wadahnya masing-masing, karena takut mubazir kan makan gizi itu,” terang Saepul Bahri saat dikonfirmasi WBO.
“Tetapi aslinya para siswa dan guru-guru wali kelas termasuk orang tua wali murid merasa kecewa merasa di-PHP, nyatanya MBG itu tidak datang. Padahal sudah di MoU kan bahwa hari Senin tanggal 25 Agustus itu akan dikirim MBG ke SDN Cigondang 2 oleh dapur Mandiri Labuan Yayasan Cahaya Anagata Nusantara, makanya para wali siswa berani mengimbau ke para siswanya dan tidak ada informasi tidak jadi sebelumnya,” ujar Saepul Bahri sembari memperlihatkan bukti surat MoU-nya.
“Akhirnya saya juga bingung dan kecewa, para siswa tadinya bangga dan senang akan mendapatkan MBG yang sedang ramai dan digembor-gemborkan itu, tapi faktanya tidak ada tidak datang, para guru dan wali kelas juga wajar lah kecewa, karena mungkin desakan dari siswa dan orang tua siswa juga, efeknya kan siswa juga ada yang sedih, ada yang bersorak dan mengeluh” katanya.
Di tempat terpisah, Aden, asisten lapangan SPPG Labuan Mandiri, mengakui kesalahan berada di pihaknya. Ia menyebut tidak adanya pengiriman MBG ke SDN 2 Cigondang disebabkan keterbatasan anggaran serta kelalaiannya tidak berkoordinasi dengan pihak sekolah.
“Ini murni kesalahan saya. Seharusnya saya menyampaikan ke pihak sekolah soal tidak dikirimnya MBG, tapi saya lupa. Jadi terjadi salah komunikasi. Saya minta maaf,” ucap Aden.
Aden menambahkan, program MBG yang dijalankan SPPG Labuan Mandiri saat ini baru mencakup lima sekolah di Kecamatan Labuan dengan total 3.199 paket setiap hari. Sementara untuk SDN 2 Cigondang, ia belum bisa memastikan kapan pengiriman bisa dimulai.
“Harus diajukan terlebih dahulu. Mudah-mudahan dalam 10 hari ke depan atau bulan depan bisa terpenuhi,” tandasnya.
Pantauan WBO, bersamaan dengan waktu ratusan siswa SDN Cigondang 2 yang kecewa di-PHP pada hari Senin (25/8/2025) kemarin, SPPG Labuan Mandiri saat itu dengan Wakil Bupati Pandeglang melakukan launching di SMPN 1 Labuan. Padahal peresmian dan launching sebelumnya sudah dilakukan langsung oleh Irna Narulita di Kecamatan Labuan saat menjabat sebagai Bupati Pandeglang. (mul)






