Pandeglang (WBO) – Sebanyak 3.061 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) se-Kecamatan Labuan Kabupaten Pandeglang yang menerima bantuan sembako dan Program Keluarga Harapan (PKH), menggeruduk Kantor Kecamatan Labuan untuk menerima buku rekening dan ATM dari pihak Bank Mandiri, pada Senin (25/8/2025).
Hal itu mendapatkan sorotan dari warga, lantaran proses penyaluran buku rekening dan ATM tidak dilakukan di kantor desa masing-masing atau di kantor bank itu sendiri, sehingga aktivitas proses pelayanan untuk masyarakat seperti biasanya dinyatakan terganggu.
Mengenai kejadian tersebut, Herawati selaku Koordinator Pendamping PKH Kecamatan Labuan saat dikonfirmasi WBO, mengaku bahwa keputusan lokasi pembagian buku rekening dan ATM adalah hasil rakor bersama pihak-pihak terkait.
“Kemarin kami rakor sama dinas dan seluruh SDM PKH juga pihak bank, tapi keputusan tetap satu titik. Rencana besok rakor lagi evaluasi untuk antisipasi kecamatan yang belum,” jawab Herawati.
“Semoga bisa berjalan lancar dan kedepan jika penyaluran tidak satu titik begini,” harapnya.
Di lokasi pembagian buku rekening dan ATM, para pekerja Pemerintahan Kecamatan Labuan tak satupun yang siap berkomentar dan memberikan keterangan saat dikonfirmasi WBO terkait tertutupnya pelayanan masyarakat di kantor tersebut.
Hal yang tidak diinginkan pun terjadi, satu KPM Warga Desa Cigondang terjatuh pingsan, dikarenakan padatnya warga dan kondisi yang berdesakan, menunggu dari pukul 08:00 pagi sampai 14:00 Wib.
Sementara, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Pandeglang saat dihubungi untuk diminta keterangan melalui pesan singkat whatsApp belum menjawab. Begitu juga pihak Bank Mandiri yang masih disibukkan dengan pendataan dan regulasi pemberian buku rekening dan ATM.
Hingga berita ini diturunkan, WBO belum berhasil mendapatkan keterangan lebih lanjut. (mul)






