Teba Komposter Diperkuat di Pondok Aren, Tekan Volume Sampah organik dari Lingkungan Warga

- Editorial Team

Senin, 19 Januari 2026 - 02:28 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PONDOK AREN (WBO) – Upaya pengurangan sampah dari hulu terus diperkuat di Kota Tangerang Selatan (Tangsel). Kali ini, Kecamatan Pondok Aren mendorong pemanfaatan Teba Komposter sebagai solusi pengelolaan sampah organik berbasis lingkungan.

Program ini menjadi bagian dari strategi pengendalian sampah dengan mengolah sisa makanan dan limbah organik langsuk di tingkat sumber, agar dapat mengurangi volume sampah.

Camat Pondok Aren, Hendra mengatakan, sebagian besar sampah yang dihasilkan masyarakat berasal dari sampah organik, seperti sisa makanan dan dedaunan. Oleh karena itu, pengelolaan sejak dari rumah menjadi kunci dalam mengatasi persoalan sampah perkotaan.

“Kalau sampah organik bisa dikelola di lingkungan masing-masing melalui Teba Komposter, maka sampah yang harus diangkut ke TPA akan jauh berkurang. Ini solusi sederhana tapi dampaknya besar,” ujar Hendra dalam keterangannya, Kamis (15/1/2026).

Teba berasal dari bahasa Bali yang berarti bagian bawah/belakang rumah. Teba Komposter adalah metode pengolahan sampah organik alami dengan memanfaatkan struktur tanah, seperti lubang khusus atau wadah komposter untuk mengurai sampah organik hingga menjadi kompos.

Baca Juga :  Dukung Kinerja Kepolisian, Pemkot Berikan 9 Unit Kendaraan Hibah untuk Polres Tangsel dan Jajaran

Secara teknis Teba Komposter dibuat menyerupai sumur dengan kedalaman sekitar 2,5 meter. Jika berbentuk kotak, ukurannya sekitar 1×1 meter, sementara untuk bentuk bulat memiliki diameter sekitar 80 sentimeter.

Dari satu teba ukuran 2,5 meter bisa menampung hingga 2,5 ton sampah organik. Nantinya sampah akan menyusut hingga 70 persen. Artinya, dari 1 ton sampah, hasil akhirnya sekitar 300 kilogram dalam waktu penguraian yang berlangsung sekitar 6-8 bulan, tergantung jenis sampah organik yang dimasukkan.

Metode ini dinilai efektif karena mampu mengurangi volume sampah organik secara signifikan, yang selama ini mendominasi timbulan sampah harian.

Berdasarkan data Dinas Lingkungan Hidup Kota Tangerang Selatan, lebih dari 60 persen sampah rumah tangga merupakan sampah organik, sehingga pengelolaan di tingkat sumber menjadi kunci pengurangan beban Tempat Pembuangan Akhir (TPA).

Baca Juga :  Tangsel Sambut Meriah Kepulangan Tasya, Juara 1 D’Academy 7 Indosiar 2025

Hasil penguraian berupa pupuk organik atau kompos berkualitas itu bisa dimanfaatkan oleh Penggiat Lingkungan Tangsel sebagai media tanam dan pupuk untuk program Tamsiruga (Tanaman Konsumsi Rumah Tangga), ataupun dipergunakan untuk tanaman di taman lingkungan.

Pemerintah Kecamatan Pondok Aren pun mengajak seluruh kelurahan, RW, dan RT untuk menjadikan Teba Komposter sebagai bagian dari budaya pengelolaan sampah sehari-hari.

“Ini bukan program sesaat, tapi gerakan jangka panjang. Kita ingin Pondok Aren menjadi wilayah yang mandiri dalam mengelola sampahnya,” tegas Hendra.

Hendra menegaskan, keberhasilan Teba Komposter sangat bergantung pada partisipasi warga dalam memilah sampah dari rumah.

“Tidak cukup hanya menyediakan komposter, yang terpenting adalah perubahan perilaku. Sampah harus dipilah sejak dari sumbernya, baru sistem ini bisa berjalan optimal,” katanya.

Dengan penguatan program Teba Komposter dan sinergi Bank Sampah, Kecamatan Pondok Aren diharapkan mampu berkontribusi signifikan dalam menekan volume sampah di Kota.(Red)

Berita Terkait

Gandeng Kejari, Pemkot Tangsel Perketat Pengawasan Hukum dan Pengelolaan Anggaran
Kejar Target ORI Campak, Puskesmas Bakti Jaya Jemput Bola Imunisasi ke Sejumlah TK
Benyamin Beberkan Arah Pembangunan Tangsel 2027, Infrastruktur Diperkuat hingga Layanan Publik Berbasis Digital Dikebut
Hadiri Halalbihalal DWP Tangsel, Pilar Ingatkan Jaga Sikap dan Kepercayaan Publik
Gandeng HIMPSI dan IPSI, Pemkot Tangsel Perkuat Pendidikan Karakter dan Mental Anak di Tangsel
Pemkot Tangsel Asesmen Longsor di Ciater-Rawa Macek, Alihkan Kendaraan Berat
Waspada Potensi Hujan Lebat di Provinsi Banten periode 08 – 13 April 2026
Pemkot Tangsel Lakukan Penyedotan di Wilayah Terdampak Banjir

Berita Terkait

Kamis, 16 April 2026 - 15:57 WIB

Gandeng Kejari, Pemkot Tangsel Perketat Pengawasan Hukum dan Pengelolaan Anggaran

Selasa, 14 April 2026 - 10:42 WIB

Kejar Target ORI Campak, Puskesmas Bakti Jaya Jemput Bola Imunisasi ke Sejumlah TK

Selasa, 14 April 2026 - 10:38 WIB

Benyamin Beberkan Arah Pembangunan Tangsel 2027, Infrastruktur Diperkuat hingga Layanan Publik Berbasis Digital Dikebut

Selasa, 14 April 2026 - 10:35 WIB

Hadiri Halalbihalal DWP Tangsel, Pilar Ingatkan Jaga Sikap dan Kepercayaan Publik

Selasa, 14 April 2026 - 10:33 WIB

Gandeng HIMPSI dan IPSI, Pemkot Tangsel Perkuat Pendidikan Karakter dan Mental Anak di Tangsel

Berita Terbaru

Kota Tangerang

Maryono: Kinerja Optimal Berawal dari Penempatan Talenta yang Tepat

Kamis, 16 Apr 2026 - 19:27 WIB