Tolak Kiriman Sampah Tangsel, FAM Desa Bangkonol Audiensi di DPRD Pandeglang

- Editorial Team

Kamis, 7 Agustus 2025 - 12:57 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pandeglang (WBO) – Sejumlah massa yang menamakan diri Front Aksi Masyarakat (FAM) Desa Bangkonol, Kecamatan Koroncong, Kabupaten, Pandeglang, menolak keras pengiriman atau impor sampah dari Kabupaten Serang dan Kota Tangerang Selatan yang sudah melakukan MoU dengan Pemkab Pandeglang.

Penolakan tersebut terungkap dalam audiensi dengan DPRD Pandeglang di ruang Banmus yang diterima Dadi Rajadi selaku Wakil Ketua II DPRD Pandeglang dan salah satu anggota dewan dari Dapil I DPRD Pandeglang, Ade Kadar Solihat, Rabu (6/8/2025).

Koordinator FAM Bangkonol, Ahmad Yani, pada kesempatan itu menjelaskan bahwa Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Bangkonol telah berhasil menjadi kampung sekitar mengalami krisis udara segar dan surplus lalat. Hal ini sejalan dengan lompatan volume supplai sampah ke TPA Bangkonol tersebut.

“Ketika kami melihat fakta di lapangan rupanya supplai sampah itu bukan hanya dari wilayah Pandeglang saja, melainkan impor dari Kabupaten Serang sejak November 2024 lalu. Dan kami warga Bangkonol terus bersabar dan berpikir positif bahwa bau sampah esok atau lusa ditangani oleh pihak terkait,” ungkap Ahmad Yani kepada awak media usai audiensi.

Baca Juga :  Layanan RSUD Kota Tangerang Kian Modern

“Ironisnya, justru kami dipertontonkan pada berita di media dimana Pemda telah melakukan MoU dengan Tangsel untuk menampung sampah. Untuk itu, kami dengan tegas menolak impor sampah itu sebelum adanya teknologi pengelolaan sampah di TPA Bangkonol tersebut,” tegasnya.

Dikatakannya, berdasarkan informasi yang didapatkan dari berbagai sumber, bahwa tidak kurang dari 40 truk setiap hari sampah dari Kabupaten Serang masuk ke TPA Bangkonol. Lalu bagaimana jika impor sampah dari Tangsel masuk perhari hingga mencapai 500 ton?

“Kebijakan impor sampah yang berorientasi pada finansial sebagai mana yang disampaikan Wakil Bupati Pandeglang, kami rasa terlalu naif dan dipaksakan. Kami warga Bangkonol pro terhadap pembangunan Pandeglang yang berkelanjutan. Namun sejauh yang kami pahami, semestinya pembangunan itu obyektif dan menyentuh semua sektor tidak hanya infrastruktur, tapi juga kesehatan, ekonomi, sosial, budaya dan lainnya,” terang Ahmad Yani.

Ia juga menekankan bahwa masyarakat Bangkonol bukan orang yang tidak pro terhadap pembangunan, dan bukan kelompok yang tidak bisa berpikir logis.

“Kami masyarakat Bangkonol dengan tegas menyatakan, hentikan kerja sama pembuangan sampah dengan Kabupaten Serang dan Tangsel, terkecuali TPA Bangkonol sudah berbasis lingkungan dan edukasi, dan hentikan seluruh aktivitas pengiriman sampah dari luar Pandeglang jika masih menggunakan sistem open dumping,” tegasnya lagi.
Sementara  Dadi Rajadi selaku Wakil Ketua II DPRD Pandeglang mengatakan, pihaknya akan memanggil dinas terkait bagaimana caranya untuk menghentikan dulu sementara pengiriman sampah dari luar seperti yang disampaikan masyarakat Desa Bangkonol dalam audiensi tersebut.

Baca Juga :  Benyamin Targetkan 300 Ribu Pelajar Tangsel Jalani Cek Kesehatan Gratis di Sekolah

“Kami meminta Pemkab Pandeglang untuk melakukan sosialisasi terlebih dahulu kepada masyarakat. Dan tolak dulu pengiriman sampah dari luar, bagaimana TPA Bangkonol menjadi layak untuk pembuangan sampah sesuai yang diarahkan oleh Kementerian LH,” katanya.

“Masyarakat juga tidak menolak mutlak, tapi bagaimana caranya Pemda bisa menghadirkan teknologi dan bisa menggairahkan  warga terdampak itu,” pungkasnya.

Kedatangan warga masyarakat Desa Bangkonol yang tergabung dalam FAM Bangkonol mendatang pengawalan dari jajaran Polres Pandeglang yang dipimpin langsung Waka Polres Kompol Asep J dan Kasat Intel AKP Selly Eldiansyah, SH berjalan kondusif. (mul)

Berita Terkait

Balita Asal Cigeulis Derita Tumor Ganas, Keluarga Terkendala Biaya Pengobatan
Geger Soal Limbah Dapur MBG, Kepala SPPG Panimbang Jaya 2 Pandeglang Pastikan Dapurnya Aman dan Ramah Lingkungan
Pemkab Lebak Bangun Jalan Betonisasi Di 42 Titik
Tepis Isu Anti-Kritik, Rekam Jejak Dialogis dan Capaian LSDP Jadi Bukti Nyata Kinerja Bupati Lebak
WH Soroti Pentingnya Etika dan Harmonisasi Kepemimpinan di Lebak
Membangun Pandeglang Dimulai dari Hal Kecil, Salah Satunya Keluarga
HUT Ke-152, Pelajar Pandeglang Galang Dana Bantu Warga Sakit Lewat Lelang Lukisan
Penyaluran BPNT Tahap I 2026 di Labuan Lancar, 410 KPM Baru Terima Bantuan

Berita Terkait

Selasa, 7 April 2026 - 12:08 WIB

Balita Asal Cigeulis Derita Tumor Ganas, Keluarga Terkendala Biaya Pengobatan

Minggu, 5 April 2026 - 22:57 WIB

Geger Soal Limbah Dapur MBG, Kepala SPPG Panimbang Jaya 2 Pandeglang Pastikan Dapurnya Aman dan Ramah Lingkungan

Minggu, 5 April 2026 - 13:30 WIB

Pemkab Lebak Bangun Jalan Betonisasi Di 42 Titik

Rabu, 1 April 2026 - 17:59 WIB

Tepis Isu Anti-Kritik, Rekam Jejak Dialogis dan Capaian LSDP Jadi Bukti Nyata Kinerja Bupati Lebak

Rabu, 1 April 2026 - 15:20 WIB

WH Soroti Pentingnya Etika dan Harmonisasi Kepemimpinan di Lebak

Berita Terbaru