Pandeglang (WBO) – Di usia senjanya yang ke-73 tahun, H. Eman Suherman seharusnya menikmati hari-hari tenang bersama keluarga di rumah kecilnya di Kampung Muncang, Desa Labuan, Kabupaten Pandeglang.
Namun, sejak akhir Oktober lalu, keheningan berubah menjadi kecemasan. Eman dinyatakan hilang dan hingga kini keluarganya masih berharap kabar tentang keberadaannya.
Menurut laporan resmi Kepolisian Resor Pandeglang, pria paruh baya itu meninggalkan rumah pada Selasa, 29 Oktober 2025 sekitar pukul 09.00 pagi, bersama istrinya, Iseu Hidayani. Keduanya berangkat tanpa banyak bicara, namun hanya sang istri yang kembali. Iseu bercerita, mereka sempat terpisah di daerah Garut, Jawa Barat, dan setelah itu ia tidak lagi melihat suaminya.
“Bapak memang sudah agak pikun dan pendengarannya menurun,” tutur Agus Saefullah, putra Eman, dengan suara lirih. Jum’at (7/11/2025).
“Kami sempat mencarinya ke beberapa tempat, tapi belum ada hasil. Yang kami harapkan sekarang cuma Bapak bisa ditemukan dalam keadaan selamat,” sambungnya.
Dalam laporan polisi, Eman Suherman digambarkan memiliki tinggi sekitar 160 cm, berambut keriting beruban, berkulit sawo matang, dan memiliki jenggot serta kumis putih. Saat terakhir terlihat, ia mengenakan baju muslim berwarna gelap.
Pihak keluarga mengaku kejadian serupa pernah terjadi sebelumnya, sekitar bulan September 2025, ketika Eman sempat pergi tanpa pamit dan kemudian ditemukan di daerah Bandung, Jawa Barat.
Namun kali ini, pencarian sudah berlangsung lebih lama dari biasanya.
Kepolisian Resor Pandeglang telah menyebarkan laporan keterangan orang hilang dan membuka jalur komunikasi bagi masyarakat yang memiliki informasi.
Warga yang melihat atau menemukan sosok seperti dalam laporan tersebut diminta segera menghubungi Agus Saefullah di nomor 0831-5159-8803, atau Call Center Polres Pandeglang di 110 (bebas pulsa).
Meski usia telah renta dan kondisi kesehatannya menurun, keluarga tetap percaya bahwa Eman Suherman akan pulang.
“Kami tidak akan berhenti mencari. Selama masih ada harapan, kami akan terus menunggu,” pungkasnya.
Selanjutnya, mendapat informasi dari grup whatsApp bahwa yang bersangkutan ada di Karawang, WBO mencoba menyampaikan informasi melalui kontak ‘lapor Pak Kapolres’ Polres Karawang, dan informasi itu langsung diterima.
“Siap kami koordinasi ke dinas terkait,” jawab lapor Pak Kapolres Karawang. Selanjutnya, Polres Karawang pun akan menyampaikan kembali jika ada informasi selanjutnya.
“Baik pak nanti follow up-nya dikabari,” tandasnya.
Melalui kontak lain, Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Kabupaten Karawang yang masih di bawah naungan Dinas Sosial Kabupaten Karawang juga dihubungi WBO dan langsung merespon.
Hingga berita ini diterbitkan, semua pihak masih menunggu informasi selanjutnya. (mul)






