Tanya Kompensasi Tongkang Batu Bara, Warga Geruduk Kantor Desa Cigondang

- Editorial Team

Senin, 11 Agustus 2025 - 20:10 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pandeglang (WBO) – Warga Desa Cigondang, Kecamatan Labuan, Kabupaten Pandeglang, yang terdiri dari nelayan beserta pegiat UMKM dan wisata, menggeruduk Kantor Desa Cigondang, Senin (11/8/2025).

Aksi itu dilakukan untuk mempertanyakan kelanjutan kejelasan pembahasan kompensasi dari perusahaan tongkang batu bara yang terdampar di perairan pulau Popole awal Desember 2024 lalu.

“Kedatangan warga nelayan Cigondang tujuannya menanyakan kelanjutan pembahasan soal kompensasi imbas dari insiden tongkang batu bara yang terdampar di perairan pulau Popole. Mereka mempertanyakan itu” kata A. Rumhi selaku Pj. Kades Cigondang saat dikonfirmasi WBO.

A. Rumhi juga menerangkan bahwa sebelumnya pihak perusahaan dan pihak terkait pada bulan Juni lalu sempat bermusyawarah merumuskan pembahasan kompensasi.

Baca Juga :  DLH Pandeglang Sebut Bioremediasi yang diterapkan PT MBI di Popole Patut Ditiru dan Dikembangkan

“Ya waktu bulan Juni sekitar tanggal 18 berembuk di sini, di kantor desa. Waktu itu pihak perusahaan, dari pihak KLHK juga ada, termasuk team yang investigasi ke lapangan berdiskusi berembuk membahas soal kompensasi nelayan, berembuk menghitung jumlah,” terangnya.

“Warga mempertanyakan itu sebenarnya bagaimana seperti apa kelanjutannya, karena pihak perusahaan juga waktu itu menghitung berdasarkan itu hasil investigasi team pihak yang ke lapangan, seperti jumlah nelayan, jumlah pegiat pedagang wisata dan jumlah rupiah ya, kalau nggak salah katanya paling lambat selama 30 hari kerja bisa realisasi, tapi bulan Juli nggak ada informasi lagi, bahkan ini sudah hampir pertengahan bulan Agustus lagi ga ada kejelasan juga,” ujar A Rumhi.

Baca Juga :  Berita Acara Penetapan Lokasi Parkir RSUD Labuan Diteken

Saat disinggung soal jumlah hitungan rencana warga yang akan mendapatkan kompensasi, ia menyebut terbagi dua kelompok.

“Terbagi dua kelompok yaitu kelompok nelayan jumlahnya kurang lebih ada 60 orang, untuk pegiat UMKM wisata entah 50 entah 55 waktu itu,” ungkap A. Rumhi.

“Saya juga kaget warga datang mempertanyakan itu semua, sementara sampai detik ini belum ada informasi apapun soal kelanjutan pembahasan kompensasi tragedi tongkang batu bara yang terdampar di perairan pulau popole itu,” tandasnya. (mul)

Berita Terkait

Balita Asal Cigeulis Derita Tumor Ganas, Keluarga Terkendala Biaya Pengobatan
Geger Soal Limbah Dapur MBG, Kepala SPPG Panimbang Jaya 2 Pandeglang Pastikan Dapurnya Aman dan Ramah Lingkungan
Pemkab Lebak Bangun Jalan Betonisasi Di 42 Titik
Tepis Isu Anti-Kritik, Rekam Jejak Dialogis dan Capaian LSDP Jadi Bukti Nyata Kinerja Bupati Lebak
WH Soroti Pentingnya Etika dan Harmonisasi Kepemimpinan di Lebak
Membangun Pandeglang Dimulai dari Hal Kecil, Salah Satunya Keluarga
HUT Ke-152, Pelajar Pandeglang Galang Dana Bantu Warga Sakit Lewat Lelang Lukisan
Penyaluran BPNT Tahap I 2026 di Labuan Lancar, 410 KPM Baru Terima Bantuan

Berita Terkait

Selasa, 7 April 2026 - 12:08 WIB

Balita Asal Cigeulis Derita Tumor Ganas, Keluarga Terkendala Biaya Pengobatan

Minggu, 5 April 2026 - 22:57 WIB

Geger Soal Limbah Dapur MBG, Kepala SPPG Panimbang Jaya 2 Pandeglang Pastikan Dapurnya Aman dan Ramah Lingkungan

Minggu, 5 April 2026 - 13:30 WIB

Pemkab Lebak Bangun Jalan Betonisasi Di 42 Titik

Rabu, 1 April 2026 - 17:59 WIB

Tepis Isu Anti-Kritik, Rekam Jejak Dialogis dan Capaian LSDP Jadi Bukti Nyata Kinerja Bupati Lebak

Rabu, 1 April 2026 - 15:20 WIB

WH Soroti Pentingnya Etika dan Harmonisasi Kepemimpinan di Lebak

Berita Terbaru